Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Gempa


__ADS_3

Sejak Pram menelponku beberapa hari lalu, aku tidak tahu lagi kabar Pram. Aku ingin menghubunginya untuk sekedar tahu keadaannya namun aku tahan keinginanku itu. Aku tidak ingin memperkeruh keadaan Pram di sana.


Aku menjalani keseharianku seperti biasa. Aku jualan online dan offline, mengurus rumah tanggaku, jadi ibu untuk anak-anakku dan menjadi istri.


Suamiku tidak pernah menyinggung masalah yang sudah lewat. Dia bersikap seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu dan tak terasa sudah hampir 1 bulan Pram tidak menghubungiku.


Aku hanya mendoakannya saja. Yaah hanya itu yang bisa aku lakukan.


Hari ini hari libur...


Aku sedang bersantai sambil membalas pertanyaan calon pembeli. Azka di kamarnya di lantai atas, sedang belajar, dan Arini sedang membaca di dekatku.


Tiba-tiba lampu kamarku mati dan disertai sebuah goncangan yang sangat besar aku rasakan. Aku kaget dan refleks tanganku menarik tangan anakku.


"Arini ... Sini sayang... pegang tangan Mama." Aku menggandeng tangannya dan mengajaknya keluar kamar.


Kemudian aku berteriak memanggil Azka.


" Azkaaaa...... Gempa... cepat turun."


"Mamaaaaa...." Teriak anakku.


Dan kulihat anakku Azka sedang menuruni anak tangga sambil berlari. Aku langsung meraih tangannya.


Kemudian kami berlari dengan sedikit membungkukkan badan menuju halaman rumah. Kami sempoyongan. Aku lihat di jalan depan rumahku sudah banyak tetangga yang sedang berkumpul sambil memanggil nama Tuhan.

__ADS_1


Aku kemudian mengajak anak-anakku duduk, dan berdoa. Kaki dan tanganku masih gemetar. Begitu juga dengan anak-anakku.


Sementara tanganku masih memegang handphone. Aku kemudian refleks mengirim pesan ke Pram.


"Pram... Gempa..Aku takut ."


Setelah itu aku memasukkan HP ku ke kantung bajuku.


Aku memeluk Azka dan Arini. Sementara di kejauhan aku melihat suamiku berlari tanpa alas kaki menuju rumahku. Suamiku baru pulang dari undangan tetangga.


Suamiku berteriak sambil menyebut nama Tuhan.


Kemudian suamiku memeluk kami dan suaranya bergetar menyebut nama Tuhan.


Aku kepikiran dengan anakku Arjun yang katanya lagi pergi kumpul dengan teman-temannya di Mall. Sedangkan Aldi sudah mulai kuliah di kota X.


Aku membuka HP ku. Ternyata pesanku dibaca Pram. Tapi Pram tidak membalasnya.


Kemudian HP ku berdering terus. Aku lihat ada panggilan dari Rendi 3 x. Saat panggilan ke 5 akupun menerimanya. Namun suaranya terputus-putus.


Kemudian aku mengirim pesan ke Rendi.


"Ren.. ada apa?"


"Kamu gimana Ar keadaanmu. Kamu baik-baik saja?"


"Iyaa aku baik-baik saja. Kamu gimana?"

__ADS_1


"Aku juga baik-baik aja Ar. Syukurlah. Jaga diri dan keluarga yaa.. Tetap waspada."


"Yaa Ren. Makasi."


Aku kemudian memeluk anak-anakku. Karena ternyata masih ada gempa susulan ya namun kecil skalanya.


Setelah beberapa saat aku dan anak-anak serta suamiku tenang. Banyak tetangga yang berkumpul di depan rumahku.


aaku berusaha menelpon anakku Arjun namun tak diangkatnya. Aku menelpon sanak saudara menanyakan keadaan mereka.


Tetangga masih ramai berkumpul di jalan depan halaman rumahku. Belum ada yang berani masuk rumah, karena gempa masih terjadi cuma gak besar goyangannya.


Tak berapa lama HP ku berdering dna kulihat itu panggilan dari Arjun.


" Ma... Gimana keadaan Mama dan semuanya? Arjun khawatir Ma." Kata anakku dengan suara masih bergetar.


"Mama dan adik-adikmu baik-baik saja. Cuma masih kaget. Papa juga sudah ada di rumah Nak. Kamu di mana Arjun? Mama khawatir." Kataku.


"Arjun baik-baik saja Ma. Arjun lagi di Mall Ma. Tadi saat gempa terjadi Arjun lagi di lantai 3 kumpul ma teman-teman. Trus tiba-tiba gempa terjadi bersamaan dengan lampu-lampu di Mall semuanya mati. Arjun cuma dengar orang teriak ketakutan sambil berebutan turun."


" Di tangga Arjun mengatur orang-orang untuk turun supaya tidak saling dorong, dan Arjun berteriak menyebut nama Tuhan Ma... Arjun Takbir Ma..." Cerita Arjun.


"Iyaa sayang... Sekarang kamu pulang, tapi hati-hati jangan ngebut." Kataku.


"Iya Ma... Arjun mau coba cari jalan untuk pulang. Tapi kayaknya sulit keluar dari parkiran Ma. Karena orang pada berebut ingin keluar dari parkiran."


"Iyaa Nak... Tetep tenang yaa ... Nanti kalau keadaan dah baik baru jalan pulang yaa...

__ADS_1


',Iya mom's.Nanti Arjun telpon lagi Yaa...


__ADS_2