Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Makan malam perpisahan


__ADS_3

Hari ini aku mengundang mbak Pipin sekeluarga untuk makan malam bersama di rumah makan yang letaknya tidak jauh dari hotel tempatku menginap.


" Ma... Jam berapa Pram dan keluarganya akan datang?" Tanya suamiku.


"Tadi Mama audah telepon mbak Pipin. Katanya sekarang sedang dalam perjalanan ke sini." Jawabku.


"Oh iya syukurlah... Aldi ma Arjun mana?" Tanya suamiku.


"Aldi ma Arjun masih di hotel. Sebentar nyusul katanya. Mereka masih merapikan oleh-oleh yang mereka beli untuk teman-temannya."


Suamiku mengangguk dan melihat ikan-ikan yang ada di kolam. Azka dan Arini sedang sibuk dengan handphone nya masing-masing.


Besok pagi, aku akan meninggalkan kota ini dan kembali ke kota asalku. Sebelum balik, suamiku mengundang Pram dan keluarganya untuk makan malam bersama.


Kulihat dari jauh kedatangan Pram dan keluarganya.


Suamiku berdiri dari duduknya dan menyambut kedatangannya. Aku pun berdiri menyambutnya. Aku dan mbak Pipin berpelukan begitu juga dengan suamiku dan Pram.


Setelah selesai salam-salaman, aku mempersilahkan semua untuk duduk. Aku duduk dekat mbak Pipin.


Datanglah Arjun dan Aldi, kemudian memberi salam dan mencari tempat duduk membaur dengan Yusuf.


Setelah makanan dipesan, kami menunggu pesanannya datang. Dan sementara pesanannya datang kamipun ngobrol-ngobrol.


"Gimana nih Aldi ma Arjun, suka di sini gak?" Kata Pram.


Aldi mengangguk dan Arjun langsung menjawab," Suka Om...Di sini semua makanannya murah yaa Om. Duit 20 ribu bisa kenyang deh di sini."


Kami tertawa mendengarnya....

__ADS_1


"Tapi pas gak ma lidah kalian? " Kata Pram.


" Yaa paslah kalo di Arjun... Kalau Arjun, masih gak masalah. Masih pas kok Om." Arjun tertawa.


" Ayo kapan-kapan Yusuf ma kakak-kakaknya maen ke rumah yuk ..." Kata suamiku.


Yusuf dan Sabila hanya tersenyum. Rahma menjawab.


" Rahma sih pingin .. Kita kumpulin duit dulu Om..."


"Iyaa sayang.... Sabar yaa... Kita pasti ke sana. Ibu juga rindu sama keluarga Papamu di sana. Lama sekali kita gak pulang kampung." Kata Pipin.


"Yaaa tenang.... Kita secepatnya akan pulang kampung." Kata Pram optimis.


"Iyaa.... Nanti kalau pulang kampung jangan lupa nengokin kita yaaa..." kata suamiku.


" Iyaa Kak Sabila harus nengokin adek, nanti adek kenalin sama Gembul... Iyaa Kak..." Kata Arini manja pada Sabila, Sabila tersenyum. Sabila, anaknya pemalu jarang sekali bicara beda dengan Rahma.


" Tante juga pingin kenalan nih ma Gembul." Pipin tersenyum.


Arini tersenyum.


"Iyaa makanya tante ma kak Sabila ma semuanya dah... Maen ke tempatnya adek... Nanti adek kenalin." Kata Arini sambil membulatkan matanya.


Semua tertawa.


" Doakan yaa Dek... Supaya Om banyak rezekinya biar kami bisa kenalan ma si Gembul yaa..." Kata Pram.


"Aamiin Om.... Nanti adek akan selalu doakan. Iyaa kan Ma..." Kata Arini.

__ADS_1


" Iyaa sayang..." Kataku.


" Ar... Besok berangkat pagi kan Ar... " Tanya Pipin padaku.


" Iya mbak... Kami ambil keberangkatan pesawat yang jam 10 mbak. Jadi sekitar jam 8 kami sudah check out dari hotel. " Kataku.


" Ooh iyaa yaa... Besok mba akan mampir yaa..."


"Oh iyaa? Iyaa mbak... Ara tunggu yaa..." Kataku.


Kemudian kami melanjutkan obrolan kami.


Saat aku akan meneguk tehku, tak sengaja aku menoleh ke Pram. Aku melihat Pram sedang memperhatikanku. Namun saat mata kami bertemu kami berdua sama-sama mengalihkan pandangan kami.


Aku menarik nafas, dan melanjutkan meneguk tehku.


Aku dan Pram sama-sama sudah berkomitmen untuk menjaga hubungan kami seperti ini saja. Kami tak ingin menyakiti pasangan kami masing-masing dan mengecewakan keluarga kami.


Tak terasa hari semakin larut, kemudian Pram dan keluarganya minta diri untuk pamit.


Sebelum pulang, aku dan mbak Pipin berpelukan. Aku terharu...


" Besok mbak ke sini yaa Ar, tunggu mbak yaa..." Kata Pipin.


"Iyaa mbak... Ara tunggu."


Kemudian kami melepas pelukan kami. Pram menatapku sekilas dan menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda berpamitan padaku. Aku mengangguk.


Kamipun balik ke hotel tempat kami menginap. Dan aku melanjutkan merapikan barang-barang yang akan dibawa pulang besok.

__ADS_1


Aldi dan Arjun juga membantuku. Suamiku merapikan koper-koper yang sudah beres.


Setelah semua beres, barulah kami beristirahat.


__ADS_2