Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara khawatir


__ADS_3

Keesokan harinya aku sudah merasa agak baikan, walaupun terasa masih silu sendi-sendi dalam tubuhku. Cuma karena aku kepikiran dengan anak dan istriku yang membuatku harus memaksa diri dan tubuhku untuk tidak merasa sakit.


Pagi-pagi sekali aku sudah ke ruma sakit.


Sesampainya di rumah sakit, aku langsung memberikan Rahma nasi bungkus yang tadi aku beli di warung dekat rumah.


"Dek ini sarapan dulu ma Yusuf. Ibu dah sarapan? " Tanyaku.


Kemudia Rahma daj Yusuf sarapan.


"Hmmm kok ibu gak dicium Pa?" Tanya istriku..


"Maaf bu, Papa lagi kurang sehat. Ini badan Papa belum terasa enak bener, jadi Papa gak mau sentuh ibu dan anak-anak dulu. Maafin Papa yaa..." Kataku dan memandang istriku...


"Ooh gitu, Papa masih demam?" Tanya istiku.


"Iyaa tapi sudah mendingan bu, kemarin Papa sudah ke dokter dan dikasi obat penurun demam juga."


"Ooh gitu... Iyaa syukurlah Pa, ibu dah sarapan roti yang dibeli Rahma kemarin. Papa dah sarapan?" Kata istriku.


"Tadi papa dah sarapan nasi bungkus seperti yang Papa bawa untuk anak-anak. Sekarang gimana keadaan ibu? Dah baikan?"Tanyaku.

__ADS_1


"Sudah baikan Pa, ibu mau pulang aja Pa. Kemarin dokternya bilang belum bisa menentukan tanggal yang pasti untuk operasi ibu. " Kata istriku.


"Iyaa Bu... Ini Papa mau urus itu semua. Biasanya dokter periksa jam 9an. Jadi Papa tinggu dokternya dulu. Smoga dokternya ijinkan ibu pulang yaa..." Kataku.


"Iya Pa."


Sekitar jam 10 pagi, dokterpun datang. Istriku diperiksa dan kata dokter keadaan istriku sudah lebih baik. Kemudian aku meminta ijin membawa pulang istriku untuk dirawat jalan saja sampai tanggal operasinya ditentukan. Dan syukurlah dokter mengijinkan.


Aku mengurus kepulangan istriku. Rahma dan Yusuf merapikan pakaian dan semua barang-barang kami. Kurnag lebih 2 jam akhirnya aku selesai mengurus aemua administrasi nya.


Aku merasa agak lelah.Huuff... Aku menarik nafas dalam-dalam. Badanku terasa mulai hangat. "Duh demamku mulai naik lagi." pikirku.


Setelah di rumah semua beres, aku ijin ke istriku untuk ke kantor sebentar mengemas orderan yang harus dikirim karena pemesannya sudah nge chat dari tadi pagi.


Sampai kantor aku langsung mengemas orderan pelangganku yang harus dikirim. Kemudian langsung aku antar ke pemesannya. Pulangnya aku mampir ke warung membeli lauk pauk, setelah itu langsung pulang.


Saat perjalanan pulang, badanku terasa lemas lagi. Sampai rumah aku langsung minum obat dan tidur. Dan handphone ku berbunyi, ada pesan masuk berturut-turut 2x. Aku membuka pesannya. Ternyata dari Ara.


" Pram..Gimana keadaanmu??"


"Aku khawatir Pram."

__ADS_1


Aku langsung membalas singkat.


"Ar...Aku dah baikan, besok kutelpon. Maaf."


Aku langsung mencoba untuk tidur. Setelah minum obat, suhu tubuhku terasa semakin naik, namun lama kelamaan akhirnya turun juga. Namun sakit kepalaku sungguh menyiksa.


"Pa... Papa masih demam?" Tanya Rahma.


Rahma memang sangat perhatian padaku.


"Iyaa Dek... Papa dah baikan. Ini demamnya dah turun lagi. Gimana keadaan ibumu Dek?" Tanyaku.


"Ibu dah lebih baik Pa. Ini ibu dah tidur. Papa sudah minum obatnya?" Tanya Rahma.


Aku hanya mengangguk sambil menarik selimutku.


" Dek... Papa mau tidur dulu. Udah ya Dek. Tolong adek temenin ibu dulu yaa... "


"Iya Pa... Papa istirahat aja yaa..."


Aku mengangguk, dan akhirnya aku mencoba tidur

__ADS_1


__ADS_2