Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Papa belum stabil, masih goyang


__ADS_3

Sampai rumah, aku mengucapkan salam namun tak ada yang menjawab. Aku langsung masuk ke kamar istriku.


Aku melihat istriku sedang tidur. Kukecup keningnya, istriku terbangun.


"Pa.... " Istriku tersenyum kemudian mengusap rambutku. Kuraih tangannya dan kugenggam kemudian kucium.


"Pa... Udah sehat Pa?" Kata istriku.


Aku mengangguk dan tersenyum.


"Papa dan sehat Bu... Ibu sendiri gimana? masih sering pusing?" Tanyaku.


"Masih pusing sedikit Pa. Gak terlalu seperti sebelumnya. Cuma Ibu belum bisa jalan dan berdiri lama. Mungkin masih pemulihan Pa." Kata istriku.


" Iya Bu... Sabar yaa..."


Istriku mengangguk Kemudian aku mengeluarkan bubur ayam yang tadi aku beli di warung.


"Wah Papa beli bubur untuk ibu yaa... Hmmm ibu bakal makan banyak deh Pa..." Kata istriku sambil tersenyum.


Kemudian istriku berusaha untuk bangun dari tidurnya, dan duduk.


Aku menyuapi istriku.


"Enak? " Kataku sambil membersihkan sisa bubur yang menempel di bibir istriku.

__ADS_1


Istriku mengangguk.


"Papa juga coba dong... Enak Pa..." Kata istriku dan aku hanya tersenyum.


Aku menyuapi istriku sampai 5 suap, namun istriku sudah gak mau makan buburnya lagi. Kemudian aku membersihkan sisa-sisa bubur di mulut istriku dengan tisu.


"Papa... Dah baikan Pa?" Tanya Sabila anakku uag tiba-tiba muncul dari belakangku.


"Ya Nak, Papa dah baikan... " Aku membersihkan semua bungkusan bubur ayam.


"Sabila, tolong kamu beraihkan itu plastik-plastik yang dipegang Papamu...Biar Papamu juga bisa istirahat, kan Papa juga baru sembuh. " Kata istriku.


"Iyaa Bu...." Sabila mengambil bungkusan yang akan kubuang tadi dari tanganku.


"Makasi Nak... " Kataku.


Aku tersenyum. "Air putih hangat aja Nak." Kataku.


"Iya Pa...." Sabila ke dapur dan tak berapa lama masuk kamar lagi membawa 2 gelas air hangat.


"Ini Pa...Bu..." Kata Sabila menyodorkan gelas itu kepada kami.


"Sabila mau ke kamar dulu yaa Pa, Bu..."


"Kami berdua mengangguk hampir bersamaan.

__ADS_1


"Pa... Papa bener-bener dah sehat? " Tanya istriku.


"Iyaa Bu... Papa masih lemes aja Bu... Jalan aja kadang Papa ngerasa agak goyang, belum stabil. Tapi Papa bersyukur karena Papa sudah gak demam dan sesak nafas lagi."


"Syukurlah Pa... Kemarin ibu khawatir Pa... Ibu pingin liat Papa ke kantor tapi ibu gak kuat jalan ke sana. Duduk aja ibu masih sering pusing." Kata istriku.


" Iyaa Bu...Papa juga khawatir dengan kesehatan ibu...Papa dari kapan tu pingin pulang tapi papa gak sanggup jalan ke sini. Maafin Papa yaa.."


" Ibu yang minta maaf Pa... Ibu gak urusin Papa waktu papa sakit. Ibu merasa gak berarti Pa."


"Hushhhh..." Aku langsung menyetop kata-kata istriku.


" Ibu gak boleh ngomong gitu..." Kataku dan memeluk tubuh istriku. Kucium keningnya.."


"Ibu kangen Pa.... Ibu kepikiran terus ma Papa..." Kata istri sambil memeluk erat tubuhku dan menangis.


Aku menghapus air mata istriku...


"Ibu harus tetep tenang... Gak boleh berfikir macam-macam yaa.... Papa gak mau liat ibu sakit. Ibu inget pesan dokter kemarin? Ibu harus tetap tenang, jaga pikiran supaya gak ngaruh ke tekanan darah ibu."


Istriku mengangguk. "Iyaa Pa... Maafin ibu yaa Pa ..."


"Iyaa... Papa maafin tapi dengan catatan ibu janji untuk tetap tenang dan jaga kesehatan yaa..."


Istriku mengangguk... "I love you Pa... Ibu gak mau terjadi apa-apa di Papa .. Ibu sangat sayang ke Papa..." Kata istriku.

__ADS_1


"Iyaa Bu... Udah jangan nangis lagi... Tarik nafas yaa...Supaya tetap tenang .... Yaa Bu ..."


Istriku menarik nafas pelan-pelan. Dan kuhapus air matanya. Dan kupeluk istriku sambil kuusap rambut istriku.


__ADS_2