Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara mengijinkan


__ADS_3

"Ara.. Kamu baca buku apa sih? Kok kayaknya asyik sekali." Kata Kak Joko sambil membalik buku dan melihat judul buku yang aku pegang.


"Ooh buku manajemen pemasaran yaa... Sepertinya besok kamu bakal jadi pengusaha sukes Ar. Emang cita-citamu apa si Ar?" Kak Joko mengambil buku dari tanganku.


Aku menghela nafas.


"Kak, aku selesaikan baca buku itu dulu deh, yaa," pintaku sambil mencoba mengambil bukuku.


Kak Joko malah memandangku dan tersenyum, kemudian menggeleng dan menyembunyikan bukuku di belakang pinggangnya.


"Ara.. Boleh dong kak Joko minta ma Ara supaya baca bukunya nanti aja yaa. Kak Joko pingin ngobrol ma Ara. Sebentar aja. Please..." Kak Joko menyilangkan tangannya memohon.


Aku tersenyum lalu mengangguk.


"Aduh Ar.... Senyummu itu manis sekali. Beneran, aku suka sekali liat senyummu itu." Kak Joko memujiku dan menatap mataku.


Sesaat mata kami bertemu, aku gugup kemudian aku langsung merubah haluan pandanganku.


"Ar... Boleh aku main ke rumahmu? Aku pingin mengenalmu lebih dekat," kata kak Joko mulai serius.


"Rumah jauh kak, dan jelek. Aku malu," kataku.


"Aku serius ne Ar... " kak Joko menatapku dalam.


Aku tertunduk.


"Boleh yaa... jawab dong Ar... Sejak pertama kali kita ketemu, aku sudah ingin dekat denganmu, aku ingin lebih mengenalmu. Apa yang aku katakan ini serius Ar, kalo kamu gak percaya coba tanya Amir. Aku sering menanyakan mu di Amir. Bahkan aku juga nanyain kamu di Icha." Kak Joko masih menatapku dan kali ini kak Joko tampak serius gak tidak becanda lagi.


"Ya kak... Amir pernah cerita ke Ara kok," jawabku singkat dan memandang ke arah lain. Aku tidak mau bertemu mata dengan kak Joko.


"Terus gimana jawabanmu Ar, bolehkan aku mengenalmu lebih dekat." Kak Joko mengulang lagi pertanyaannya.


Tiba-tiba Tuti memanggilku.


"Ar, kamu gak ikut masuk kuliah?" tanyanya.

__ADS_1


Kulihat Tuti sudah berdiri di sampingku.


Aku bersyukur Tuti datang, aku terselamatkan dari pertanyaan kak Joko yang tidak bisa kujawab.


"Ikut dong, katanya ada kuis sekarang Tik," jawabku


Kemudian aku melihat ke kak Joko.


"Kak, maaf yaa Ara mau masuk kuliah dulu." Aku berpamitan ke kak Joko.


Kak Joko tampak kecewa dan menatapku.


"Ar...Nanti kan ada rapat panitia Seminar, aku tunggu kamu selesai kuliah di sini yaa. Dan buku mu kupinjam yaa, aku mau baca biar ikut pinter kayak kamu."


"Iya kak, kakak baca dah, bagus lho bukunya. Nanti selesai kuliah Ara langsung ke sini, "jawabku dan berlalu menuju ruangan kuliah bersama Tuti.


Aku mengambil posisi duduk di ujung kanan paling depan. Dan Tutu duduk di sebelahku.


Tak lama dosenku datang dan kami bersiap-siap untuk kuis.


Tak terasa waktu berlalu, jam kuliahku terakhir selesai. Amir menghampiriku.


"Iya Mir, tadi kak Joko sudah bilang begitu ke Ara."


Kemudian aku dan Amir melangkah akan meninggalkan ruangan dan sebelumnya aku pamitan ke Tuti.


Aku melihat kak Joko asyik baca buku punyaku.


Kak Joko melihatku dari kejauhan dan langsung tersenyum sambil memandangku.


"Bang, kita rapatnya di mana? " Tanya Amir.


Kak Joko mengalihkan pandangannya ke Amir dan menjawab pertanyaan Amir.


"Menurutku sebaiknya kita kali ini rapatnya di luar ruangan aja, biar lebih fresh dan santai. Menurutmu di mana tu Mir?" Kak Joko bertanya balik.

__ADS_1


Amir membuang pandangannya ke arah tempat dekat ruangan dosen.


" Di situ kayaknya bagus bang, tempatnya sejuk, dan pohon-pohon rimbun di atasnya jadi kita gak kepanasan," kata Amir sambil menunjuk tempat yang dimaksud.


"Oh bagus juga di situ Mir, bagaiman Ara kamu suka gak di situ atau kamu ada usul ke tempat mana?" Kak Joko bertanya kepadaku.


"Di situ bagus juga kok kak, sejuk gak panas." Jawabku. Kulihat Amir manyun bibirnya.


"Hmm... Selalu Ara yang ditanya untuk keputusan akhirnya," kata Amir berkacak pinggang.


Kak Joko tersenyum melihat tingkah Amir yang tampak kesal.


" Iya dong, semua boleh usul tapi keputusan ada di tangan Ara, bendahara ku sayang."


Aku tersipu malu,, karena kak Joko selalu menyanjungku.


Kemudian kami bertiga menuju tempat rapat yang sudah disepakati.


"Amir, kamu tulis pengumuman di papan kalo kita rapatnya di sini, supaya teman-teman panitia yang lain tahu!" Perintah kak Joko.


Amir mengangguk dan menuju ke papan pengumuman.


Sementara aku dan kak Joko melanjutkan langkah kami.


"Ar, ini buku mu, makasi yaa... Besok aku akan memberimu hadiah buku." Kak Joko mengembalikan buku yang tadi dipinjam.


"Sama-sama kak."


"Ar, terus bagaimana, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi." Kak Joko meraih lenganku.


Aku gugup."Duh kok pake inget si kak Joko ni," batinku.


"Iya kak, silahkan, tapi jangan ke rumah dulu yaa. Ara belum bisa terima kakak untuk berkunjung ke rumah."


"Sip Ara. Kamu ijinkan aku mengenalmu lebih dekat aja sudah membuatku senang," kata kak Joko tersenyum bahagia.

__ADS_1


Aku tersenyum dan memasukkan buku yang dipinjam tadi ke dalam tasku.


"


__ADS_2