
Ara
Keesokan harinya, aku masuk sekolah seperti biasa.
Aku suka kalo dah sampai di sekolah, karena aku bisa bertemu dengan teman-temanku.
Ada Wiwin yang selalu ceria dan selalu punya segudang cerita dan topik pembicaraan. Haris yang pandai dan suka membuat cerita-cerita lucu yang meramaikan suasana kelas saat jam-jam pelajaran kosong. Dan ada Pram yang selalu menemani aku saat jam istirahat walaupun kadang aku sering gugup kalo berdekatan dengannya. Aku gak tahu mau ngomong apa. Karena aku memang gak pandai bercerita. Oh iya ada Budi yang sering debat ma Pram, orangnya pandai dan pintar juga. Pokoknya ramai dah kalau ada mereka.
Seperti biasa kami mengikuti pelajaran yang dijadwalkan.
Saat jam pelajaran ke 3, tiba-tiba ketua kelas kami, Eki masuk dan mengumumkan kalo pelajaran Biologi gak bisa diisi bu guru, karena ada halangan. Jadi supaya gak ribut, kami disuruh membaca di perpustakaan sekolah.
Aku berjalan menuju perpustakaan sekolah. Demikian pula teman-temanku yang lain.
Keadaan di luar sebenarnya panas, namun karena di dekat perpustakaan banyak bunga dan pohon-pohon jadi terasa sangat sejuk sekali, dan anginnya sungguh menenangkan hati..
Perpustakaan letaknya gak jauh dari kelasku. Kulihat suasana perpustakaan sepi dan lengang. Hanya ada beberapa orang siswa dan pak Herry guru penjaga perpustakaan. Mataku tertuju ke buku2 cara bercocok tanam. Aku mengambil salah satu buku, kemudian mencari tempat duduk yang kosong.
__ADS_1
Tak berapa lama datang Pram menghampiriku .
"Ara, kamu suka bercocok tanam yaa.. wah keren nih". kata Pram dan langsung mengambil tempat duduk tepat di depanku.
Aku hanya tersenyum dan memperhatikan buku yang dibawa Pram. Ternyata Pram suka puisi. Aku lanjutkan membaca bukuku.
Hening... Teman-temanku mengambil buku yang meraka sukai dan mulai membacanya.
Selang beberapa waktu tiba-tiba Pram mengambil bukuku. "Ar, serius amat si," kata Pram dengan suara pelan. Pram menatapku. Aku melihatnya sekilas, trus aku berusaha mengambil bukuku kembali. Tapi Pram memberi isyarat dengan jari telunjuk di bibirnya agar aku tidak ribut.
Kelakuan Pram ini membuatku kesal. "Hmm .. kenapa si ni anak usil banget. nyebelin:" batinku.
Aku mengambil buku itu, dan tersenyum. Aku melanjutkan membaca dan Pram juga sepertinya dah mulai asyik membaca.
Pram membaca sambil sesekali menatapku.
"Ar, kamu suka puisi? Aku buatin kamu puisi boleh?" tanya Pram dengan suara pelan.
__ADS_1
Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku. Kulihat Pram tersenyum.
Sekitar satu jam berlalu, bel berbunyi. Kami mulai mengembalikan buku-buku ke rak dan meninggalkan perpustakaan.
Aku menuju kelas, dikuti ma Pram berjalan di sampingku.
"Ara, besok kan hari minggu. Kita sepedahan yuk.. Rencana aku ma Budi, Rendi dan Ardi mau sepedahan besok. Deket aja, ke jalur alun2-alun kota. Ikut yuk..!" kata Pram penuh harap.
Aku cuma bilang " Yaa. kita liat aja besok yaa..soalnya kalo hari minggu aku suka tidur sampai siang.. istirahat. Dan siangnya bantu ibu cuci baju".
Pram gak puas dengan jawabanku... "Please Ar,, sekali ini aja aku ganggu liburanmu. Please.. "Pram berusaha membujukku.
Aku kasihan melihatnya, kemudian aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku.. "Iya deh,, tapi jemput yaa". kataku.
Pram langsung mengacungkan jempolnya, "Siap Ar.. makasi, besok sekitar jam 7 aku menjemputmu." katanya.
Tampak Pram seneng banget..
__ADS_1
Kami balik ke kelas dan bersiap untuk pulang.