Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Kuatlah untukku, aku menunggumu


__ADS_3

Pram memelukku dengan penuh perasaan sayang. Aku melepas pelukan Pram karena begitu banyak yang ingin aku sampaikan.


"Tolong jangan ilang lagi seperti kemarin Pram. Aku bingung dan sedih banget Pram. Aku merasa sendiri. "


"Iyaa sayangku ..." Pram menatapku dan merapikan rambutku yang diterpa angin. Tangan kanan Pram masih menggenggam tanganku yang kanan.


"Tahu gak Pram. Waktu gempa kemarin aku bener-bener pasrah. Palagi saat aku kirim pesan padamu tapi kamu gak balas, aku merasa sendiri. Aku merasa kamu sudah melupakanku."


"Bukan begitu Ara... Tadi sudah aku jelaskan padamu. Maafin aku yaa..."


" Ya Pram. Aku mengerti. Tapi malam itu aku pasrah sekali dan aku merasa gak punya harapan. Aku berfikir semua sudah selesai. Palagi aku dengar isue akan ada tsunami. Aku gak mau pergi dari rumahku, Aku pasrah Pram. Aku gak punya harapan lagi."


"Jangan berfikir seperti itu lagi yaa.. Aku mohon. Aku ingin kamu tetap bersemangat, dan ingat mimpi -mimpi dan harapan kita Ar. Tolong jangan kecewakan aku Ar. "


Aku diam saja.


"Ara .. kamu denger aku kan. Ingat Ara, kamu sudah janji bersedia menungguku. Jadi aku mohon kamu harus kuat hadapi semua ini. Tolong jangan pernah putus asa. Aku aja yang hadapin keadaan dengan orang-orang rumah aja begitu berat Ar. Tapi aku tetap semangat. Aku semangat karena aku punya mimpi Ar. Aku ingin membahagiakanmu sebelum ajal menjemput ku."


Pram mendongakkan wajahku dan menatap lekat mataku. Kami bertatapan. Pram memberiku semangat dari tatapan matanya.


Akupun mengangguk.


"Na sekarang... Kamu pulang, aku sudah harus berangkat menuju bandara Ar. Waktu sudah menunjukkan pukul 5. Aku harus pergi Ar."

__ADS_1


Aku menatap Pram, terasa berat melepas kepergian Pram. Air mataku sudah di ujung mataku, dan akhirnya menetes. Pram menghapus air mataku, dan mencium keningku, kemudian mencium mataku. Aku menggenggam tangannya yang dari tadi menggenggam tanganku.


Pram memelukku.


"Sayangku... Tolong lepaskan kepergian ku dengan ikhlas. Doakan aku agar segera berhasil menyelesaikan semua tanggung jawabku. Yaa.." Kata Pram DNA menatap mataku.


Aku mengangguk.


"Dan janji, jangan pernah putus asa. Slalu semangat jalani ini semua. Biarkan Tuhan yang menyelesaikan semuanya. Yaa sayang... Kamu janji yaa..."


"Iya Pram. Aku janji. Tapi ada syaratnya..."Kataku manja sambil mendongakkan wajahku.


"Apa syaratnya?Hmmm..." Pram tersenyum sambil menatap mataku.


"Wuiiih aku takut ni... Galak bener matanya tu... Serem!!!"


"Iiiih kamu tu.... Aku serius ..." Kataku dengan nada merajuk.


"Iyaa sayang... Aku janji... Aku gak akan ilang, kan aku bukan Power Rangers, aku gak bisa ilang." Kata Pram sambil tertawa menggodaku.


"Hmmm gak mau ah... Aku lagi serius Pram." Kataku dan memalingkan wajahku.


"Eit... Jangan ngambek dong... Ntar ilang cantiknya kalau ngambek. Senyumnya mana... Hmmm.." Kata Pram sambil mengelus rambusku.

__ADS_1


"Gak ah...Kamu gak mau janji." Kataku sambil tetep cemberut.


"Iyaa sayang... Hadap sini dong..."Kata Pram sambil menghadapkan badanku berhadapan dengannya.


Aku hanya cemberut.


"Sayang.... Aku janji, aku gak akan ilang lagi. Aku akan menyempatkan diri untuk menghubungimu setiap hari atau kalau tidak memungkinkan 2 hari sekali... Iyaa... Tapi kamu janji juga untuk slalu semangat dan janji menungguku. Jaga hatimu untukku. Ok.."


Aku mengangguk. " Iya Pram. Aku janji."


"Udah Yaa sayang... Sekarang aku harus pergi. I love you... " Pram mencium keningku, kemudian tanganku.


Aku mencium tangan Pram.


"Hati-hati Yaa sayang... Dan kuatlah untukku.. Yaa... Aku menunggumu. I love you sayang..." Aku menatap Pram.


Hatiku bergejolak seperti ada hembusan angin yang indah dan membuat nyaman. Aku mengontrol diriku. Aku menunduk.


"Ara... Sekarang antar aku ke rombonganku yuk..." Kata Pram sambil menggandeng tanganku, dan tangannya yang satunya lagi menggenggam tanganku yang di gandengnya.


Akupun mengangguk dan mengikuti langkah Pram.


"Tapi Pram, ntar gak jadi masalah. Ntar mbak Pipin tahu kalau kita sudah bertemu." Kataku dan menghentikan langkahku.

__ADS_1


"Ah... sudahlah, biarin aja. Antar aku yuk..." Kata Pram sambil melanjutkan langkahnya.


__ADS_2