
Selesai makan siang, aku istirahat sebentar. Yusuf masuk kamar sedangkan aku dan istriku duduk ngobrol-ngobrol ringan di teras.
Rumahku tidaklah besar tapi lumayan bisa untuk tempat berteduh supaya tidak kena hujan dan panas.
Setelah sekian tahun aku bekerja keras mencari uang untuk menghidupi keluargaku, aku hanya mampu menyediakan rumah untuk keluarga kecilku yang berukuran 6m x 6 m. Rumahku hanya terdiri dari 2 kamar tidur, dapur, ruang tamu, kamar mandi dan teras.
Aku mengalami jatuh bangun dalam usahaku. Usaha kartu isi ulang yang aku rintis entah apa sebabnya tiba-tiba gak jalan. Padahal waktu itu usahaku maju banget. Tapi aku selalu berfikir positif, mungkin ada hal yang lebih indah yang akan menanti.
Kemudian aku mencoba lagi dari nol dengan sisa uang yang aku punya dari usaha kartu isi ulang. Aku mencoba jual gas keliling dari rumah ke rumah. Dan kemudian lama-kelamaan usahaku maju sampai aku mempunyai mobil untuk antar gas keliling dari desa satu ke desa lainnya dalam jumlah besar. Namun, entah mengapa pelan-pelan usahaku ambruk juga. Waktu itu Yusuf anakku mengalami kecelakaan dan membutuhkan biaya banyak untuk operasi.
Aku punya prinsip "keluarga nomor satu dan segalanya bagiku" jadi aku akan bertanggungjawab untuk memenuhi semua kebutuhan keluargaku semampuku walaupun mungkin aku sampai jatuh miskin.
Aku tak putus asa. Aku pergi merantau ke ibu kota untuk mencari pekerjaan. Anak istri tidak ikut denganku, mereka tinggal dengan mertuaku. Kedua mertuaku tidak mengijinkan anak istri ikut ke ibukota, jadi dengan sangat terpaksa aku dan anak istriku tinggal terpisah.
Di ibukota, aku bekerja serabutan yang penting aku bisa mengirimkan uang untuk anak istriku. Namun aku hanya mampu bertahan 6 bulan di ibukota.
Aku balik lagi ke keluarga kecilku. Aku mencoba menjual keliling parfum ruangan dan bekerja sama dalam perusahaan yang dibangun oleh sahabatku. Yaaa sampai sekarang itulah yang menjadi mata pencaharian ku. Namun aku bersyukur karena pendapatan yang aku peroleh hasilnya lumayan bisa buat memenuhi kebutuhan anak istriku.
__ADS_1
Pipin, istriku mengajar di TK swasta dan anak-anakku Sabila dan Rahma memberikan jasa les. Jadi lumayanlah bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Aku bersyukur karena Pipin selalu setia mendampingiku dalam susah dan senang. Pipin selalu menyemangati aku.
Dan anak-anak aku didik untuk belajar ikhlas dalam setiap keadaan dan hidup sederhana.
Itulah kehidupanku dalam 20 puluh tahun berlalu, jatuh bangun dalam usahaku membuat aku kuat hadapi semua beban dan masalah hidup.
Saat aku ngobrol-ngobrol dengan Pipin, tiba-tiba Yusuf keluar dan minta dibantu menyelesaikan PR matematikanya.
"Pa...Bisa bantu Yusuf kerjakan PR Pa?" Yusuf duduk di sampingku.
Yusuf menunjukkan PR yang dimaksud. Aku memang selalu menyempatkan mengajarkan anakku kalau memang ada kesulitan dalam pelajaran sekolahnya.
"Nak... Biar Papamu istirahat dulu... Nanti malam aja kerjakan PR nya yaa..." Kata Pipin
"Ooh gitu yaa.. yaa Papa istirahat dulu aja dah Pa..." Kata Yusuf.
__ADS_1
"Ooh gak apa-apa Nak... Papa dah cukup kok istirahatnya." Jawabku sambil tersenyum.
"Dah, ibu istirahat aja dulu... Biar Papa ajarin Yusuf kerjakan PR nya." Kataku pada Pipin.
Pipin mengangguk, kemudian masuk kamar.
Aku kemudian membantu Yusuf menyelesaikan PR nya. Aku menerangkan pelan-pelan supaya Yusuf bisa mengerti dan paham.
Setelah Yusuf mengerti baru aku suruh coba untuk menyelesaikan PR nya. Soal yang pertama aku masih membantunya, tapi soal-soal selanjutnya Yusuf sudah bisa menyelesaikannya sendiri.
Aku melihat jam di tanganku, ternyata sudah menunjukkan pukul setengah 3. Aku bergegas siap-siap kembali ke kantor.
"Nak... Sudah mengerti kan.. Yusuf bisa kerjakan PR nya sendiri? Soalnya Papa harus balik ke kantor." Kataku.
Yusuf mengangguk sambil masih serius mengerjakan PR nya.
"Nanti pulang kantor Papa periksa PR nya yaa..." Kataku sambil mengelus rambut anakku.
__ADS_1
Aku kemudian masuk kamar mencari Pipin untuk berpamitan. Namun karena aku lihat Pipin sudah tidur, istirahat.
Aku kemudian mencium kening istriku, dan berangkat balik ke kantor.