Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Cuma mau minta maaf


__ADS_3

Selesai makan malam aku dan istriku duduk di teras. Angin semilir terasa ikut menyejukkan hatiku.


"Pa... Tadi gimana kerjaannya? "


"Beres Bu. Apapun kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan selesai. Yaaa memang Papa agak ribet dikit tadi di percetakannya, tapi syukurlah semua sudah beres Bu."


"Syukurlah. Papa mau ibu buatkan kopi atau teh? Biar badan Papa tetep hangat."


"Kopi aja Bu." Kataku, namun aku teringat Ara yang sering berpesan, " Kalau sudah malam jangan ngopi Pram, minum teh hangat atau air hangat aja. Biar gak begadang."


"Ooh jangan kopi Bu, Papa pingin teh hangat. Tapi biar Papa aja yang buat, ibu duduk di sini." Aku berdiri hendak beranjak.


"Biar ibu aja yang buatin Pa... Sekarang ibu sudah membaik kok Pa. Papa tunggu yaa..."


Aku mengangguk dan tersenyum.


Aku bersenandung lagu "Talking to the moon.."


Tak lama istriku datang membawa 5 gelas teh hangat dan sepiring pisgor.


"Wah... Ada pisgor, ini beli yaa Bu?" Tanyaku.


"Gak Pa .. Tadi sore ibu buat, kebetulan tadi ada pisang dikasi ma mbk Rohana."


" Mantap ..." Aku langsung mencicipi 1 potong pisgor.

__ADS_1


"Ibu panggil anak-anak dulu yaa Pa..."


Aku mengangguk.


"Ayo semua keluar dulu Nak...Ibu buat pisgor ne... Ntar dihabisin Papamu lho."


Yusuf langsung keluar disusul Rahma dan Sabila.


"Wow ada teh hangat juga rupanya..." Kata Yusuf dan mengambil sepotong pisgor.


Sabila dan Rahma tak mau ketinggalan. Sepertinya mereka takut kalau pisgornya kuhabiskan. He he....


Aku kemudian meneguk teh hangatku.


Kami bercengkrama sambil menghabiskan pisgor dan teh hangatnya.


"Bu... Jangan paksa diri kerja dulu, Papa takut nanti ibu kecapekan trus kumat lagi sakitnya."


"Iya Pa... Ibu gak paksa diri kok, ibu sesuaikan dengan keadaan ibu." Pipin tersenyum.


Aku mengangguk. Aku menatap bintang-bintang, dan tersenyum.


"Pa... Kenapa kok senyum-senyum sendiri. Hmm lagi seneng yaa rupanya." Kata istriku dan berdiri di dekatku sambil memandang bintang-bintang di langit.


Aku menoleh ke istriku.

__ADS_1


"Papa lagi mengagumi kebesaran ciptaan Tuhan Bu... Papa bersyukur sekali, Tuhan beri Papa kesembuhan. Papa masih diberi waktu menyelesaikan tanggungjawab Papa kepada istri dan anak-anak Papa." Aku menggenggam tangan istriku.


"Iyaa Pa... Ibu takut terjadi apa-apa pada Papa waktu Papa sakit kemarin tu. Ibu juga sangat bersyukur pada Tuhan Pa."


Aku menghela nafas.


"Oh iya Pa... Papa kapan kontrol lagi ke dokter spesialis itu? Biar Papa benar-benar sembuh."


"Habis obat ini baru Papa akan ke dokter Bu. Mungkin sekitar 2atau 3 hari lagi Bu."


"Iya Pa. Ngomong-ngomong gimana kabar Ara sekarang Pa?"


Aku langsung kaget. Kenapa istriku bertanya seperti itu. Namun aku langsung sadar dan bersikap tenang.


"Maksud ibu apa? Kok tanyain Ara sih?"


Istriku menghela nafas dan duduk di depanku. Kemudian tersenyum.


" Ibu cuma pingin tahu aja kok Pa... Lama ibu gak tahu kabarnya."


Aku manggut-manggut bingung harus jawab apa. Aku memilih diam.


"Ibu cuma mau minta maaf pada Ara...Ibu pernah berkata kasar padanya waktu itu. Jadi kapan-kapan kalau Papa telpon Ara, tolong sampaikan salam ibu agar Ara mau memaafkan ibu yaa Pa..." Kata istriku sambil tetap menatap bintang di langit.


Aku menghela nafas.

__ADS_1


"Pa.... Tolong yaa..." Kata istriku lagi.


__ADS_2