
Aku tiba di sekolah kurang dari 5 menit sebelum bel berbunyi. Aku berjalan menuju kelasku yang letaknya pojok.
"Hai Ara.." Wiwin menyapaku.. Aku tersenyum dan membalas sapaan Wiwin.
"Ra, PR matematikanya sulit yaa, aku belum selesai ngerjain, aku kesulitan di nomor 2, kamu dah beres Ar??" tanya Wiwin.
Ara dah paham, ini kayaknya Wiwin mau nyontek jawaban PRku. Aku senyum-senyum gak menjawab pertanyaan Wiwin.
" Hmm kok kamu senyum-senyum aja?" kata Wiwin sambil mempercepat jalannya dan memonyongkan bibirnya.
" Yaa memang sulit yang nomor 2, tapi alhamdulillah aku dah bisa selesaikan Win. Nanti dah kamu salin jawabanku yaa." jawabku sambil tersenyum dan duduk di bangkuku.
"h... kamu memang cantik Ara, dan sahabatku yang paling -paling the best", kata Wiwin sambil ambil posisi duduk di sebelahku siap-siap untuk menyontek. Aku hanya tersenyum aja..
Tak sengaja mataku melihat ke pintu kelas,, dan tampak Pram baru tiba di kelas. Khas dengan cara jalannya yang santai. Pria jangkung dengan kulit putih bersih itu berjalan sambil mengarahkan pandangannya kepadaku.
Aku sontak terkejut karena mata kita bertemu. Pram tersenyum.
Aku malu banget sambil tersenyum kecil ke Pram. Pram langsung menuju bangkunya yang posisinya di ujung kelas.
Tatapan mata Pram dan senyum itu rutin kudapatkan setiap pagi.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi.. Smua teman-temanku yang masih ada di luar langsung masuk menuju tempat duduknya masing-masing.
__ADS_1
Pak guru Matematika memasuki kelas dan pelajaran dimulai.
PRAM
Aku masuk kelas dan mataku langsung tertuju ke tempat duduk gadis pujaanku. Alhamdulillah, Ara sekolah. Aku bahagia bisa melihatnya. Tapi tetep saja jutek, senyum sedikit skali, tapi aku suka
Pelajaran matematika di mulai.. PR disuruh kumpulin.
Pak Bambang guru matematika kami terkenal galak dan gak pernah senyum.
Tiba2 pak Bambang memanggilku," Kamu, yang duduk di pojok, coba kamu maju dan selesaikan soal no 1."
Waduh, aku kaget bukan maen karena aku bener2 gak siap, walaupun aku tahu kalo pelajaran matematika aku gak pernah siap... ha ha..
"Hmmm.. kamu gak perhatiin bapak menerangkan kemarin yaa?? "kata pak Bambang. Aku hanya bisa diam.
" Makanya klo bapak menerangkan kamu jangan tidur, perhatikan baik-baik dan klo ada yang gak jelas atau masih ada yang tidak dimengerti tanya caranya, jangan diam. Mengerti kamu?? " pak Bambang menasehati aku.
Aku hanya mengangguk dan tertunduk, tapi mataku sempat-sempatnya melihat gadis pujaanku. Gak sengaja mata kita bertemu, tapi kamu langsung mengalihkan pandanganmu..
Akhirnya pak Bambang menyuruh juara kelas untuk mencoba menyelesaikan soal tadi. Tapi ternyata jawabannya tetep salah. Aku dan juara kelas dipersilahkan kembali ke tempat duduk..
Kemudian pak Bambang memanggil temanku Si Haris untuk maju menyelesaikan soal itu.
__ADS_1
Alhamdulillah jawaban Haris benar.. Dan Haris diminta menerangkan temen-teman yang lain..
Gak terasa setelah hampir 1 jam setengah jam pelajaran matematika selesai..
Huh... aku lega banget.. Aku menarik nafas dan menyandarkan badanku di kursi.. Bathinku, selesai juga pelajaran ini, qku lega banget..
Saat jam istirahat tiba, aku menghampiri Ara. Sudah menjadi tradisi Ara, jam istirahat duduk manis di bangkunya.
Ara gak pernah pergi meninggalkan bangku, ada aja yang dikerjakannya, menggambar desain baju, menggambar bunga, kadang membuat ringkasan... hmm pokoknya slalu duduk manis di peraduannya.
"Hai .. " aku menyapanya. Ara cuma tersenyum dan terus melanjutkan kesibukannya.. "Lagi ngapain Ar, hmmm gambarmu bagus juga yaa.. wah kamu cita-citanya mau jadi desainer yaa?" kataku sambil memperhatikan gambar desain baju yang dibuat Ara.
Ara tampak tersipu, sambil menutup hasil gambarnya. " Hmm gak kok, aku cuma iseng aja Pram,, dan aku gak pengen jadi desainer. Apalagi hasil gambar ku gak bagus." kata Ara sambil tersenyum .
"Hai Pram, ngapain kamu ke sini." suara Wiwin mengagetkanku dari belakang.
"Ooh ini Win, aku tadi liat desainnya Ara," jawabku sambil mencari tempat duduk di depan Ara.. Batinku, hmm gagal neh deketin Ara, Wiwin kok pake masuk kelas segala si.. hmm
Setelah itu aku ngobrol ma Wiwin sekenanya, sambil sesekali mataku memperhatikan Ara yang kembali sibuk dengan coret-coretnya..
Sesekali Ara mendengarkan obrolanku dengan Wiwin, tapi trus tertunduk lagi.. Saat tanpa sengaja mataku bertemu dengan mata Ara..
Ooooh ada debaran indah, seperti angin tapi sangat menyejukknan.. aku bahagia sekali, namun gak berapa lama Ara mengalihkan pandangannya ke arah lain..
__ADS_1
Aku berharap Ara merasakan apa yang kurasakan, tapi aku ragu, masak iya Ara akan menyukaiku,, sementara aku cowok yang gak bermodal dan penampilan biasa-biqsa aja... Ara, aku sungguh mengagumimu