Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pipin memelukku erat


__ADS_3

Hari ini kami akan balik ke kota asal kami. Pagi banget aku dan suamiku sudah bangun. Aku mengecek barang-barnag bawaan kami. Setelah semua beres, aku membangunkan anak-anak supaya bisa bersiap untuk berangkat.


" Dek... Bangun yuk... Udah siang sayang... " Aku membangunkan Arini. Arini hanya menggeliat manja dna memelukku.


"Masih ngantuk mah..."


Aku mengelus kepala anakku.


"Iyaa sayang... Tidurnya dilanjutin nanti yaa... Sekarang adek siap-siap.. Pagi ini kan kita mau balik pulang.... Ayo bangun sayang..." Aku mencium rambut anakku.


Arini perlahan membuka matanya. Sedangkan Azka sudah duduk denganataasih terpejam.


"Azka .. ayo kakak mandi duluan yaa..." Kataku pada Azka.


Azka tersenyum dan mengangguk namun matajya tetap terpejam.


Aku menarik nafas.... Hmmmm......


Azka membuka matanya...


" Iyaa Mah... Tunggu... Kakak kembalikan nyawa kakak dulu bentar." Azka tersenyum.


"Iyaa sayang..."


Tak lama kemudian Azka mandi air hangat, disusul Arini. Suamiku membangunkan Aldi dan Arjun.


" Semua sudah siap Ma?" Tanya suamiku.

__ADS_1


"Iyaa Pa... sudah Pa... Aldi dan Arjun sudah siap juga kah?"


"Iyaa Ma... Mereka sudah siap. Katanya mereka nunggu di restoran hotel. Meraka sarapan duluan."


" Iya Pa..."


Setelah Azka dan Arini siap, kami langsung menuju restoran hotel dan sarapan.


Selesai sarapan, suamiku menyelesaikan administrasi pembayaran hotel.... Kemudian kami sudah siap-siap menunggu kendaraaan untuk ke bandara di Lobby hotel.


Teleponku berbunyi, ternyata dari mbak Pipin.


" Iyaa Mbak..."


"Dek... Tunggu yaa... Inj mbak sudah deket hotel. Gak sampe 5 menit mbak nyampek kok." Kata Pipin.


Kurang 5 menit mbak Pipin dan Pram sudah ada di lobby hotel. Mbak Pipin menghampiri ku bersama Pram.


" Dek... Ini mbak buatin rendang sapi ma gulai ayam... Nanti biar sampe rumah kamu gak perlu repot-repot masak yaa..." Kata Mbak Pipin.


"Makasi banyak mbak... Iih mbak kok repot-repot sih..." Aku tersenyum.


Aku memeluk mbak Pipin, terasa sedih harus berpisah.


"Mbak... Maafin Ara yaaa.... Nanti mbak secepatnya jenguk Ara yaa... Ara tunggu." Kataku sedih dan tak sadar air mataku berlinang.


"Iyaa Dek... Mbak akan ke sana, mbak akan jenguk kamu. Udah, berhenti minta maaf yaaa..." Mbak Pipin memelukku erat dan mengelus punggungku.

__ADS_1


Setelah lega, kami berdua melepas pelukan kami.


Pram berpelukan dengan suamiku. Kemudian Pram menatapku, " Ar... Hati-hati di jalan yaa.... " Pram menundukkan kepalanya.


Entah mengapa, aku ingin menangis, aku teringat saat aku mengantar Pram dulu saat akan meninggalkan kotaku.


" Makasi Pram." Aku menundukkan kepala dan pandanganku.


Aku menghela nafas.


"Oh iyaa Dek, salam anak-anak untuk semua yaaa.... Maaf mereka gak bisa ikut ke sini." Kata mbak Pipin.


"Iyaa mbak... Salam kami untuk anak-anak yaa mbak..."


Kemudian anak-anakku satu persatu menyalami Pram dan mbak Pipin. Anak-anakku yang laki-laki berpelukan dengan Pram sedang anakku yang perempuan berpelukan dengan mbak Pipin. Setelah selesai bersalam-salaman dengan Pram dan mbak Pipin, kami berpamitan pada mereka.


" Kami harus segera berangkat....Kami tunggu kedatangan kalian sekeluarga yaa..." Kata suamiku.


"Oohh iyaa silahkan pak... Semoga perjalanannya lancar dan sampai rumah dengan selamat yaa..." Kata Pram.


Kemudian kami pergi meninggalkan hotel dan melanjutkan perjalanan kami ke bandara.


Sampai di bandara suamiku mengirus semua tiket dan bagasi dibantu Aldi dan Arjun.


Setelah semua beres kami tinggal menunggu keberangkatan saja.


Ada kebahagian tersendiri dalam hatiku. Aku bahagia bisa bertemu dengan mbak Pipin dan bisa saling memaafkan. Kami bisa memperbaiki hubungan silaturahmi kami yang kurang baik sebelumnya.

__ADS_1


Aku bahagia bisa bertemu dengan Pram dan keluarga kecilnya. Anak-anak bisa membaur dan bisa saling menyayangi. Semoga selamanya keluarga kami bisa tetap saling menyayangi.


__ADS_2