
Aku mencoba untuk tidur. Namun mataku sulit kupejamkan. Pikirannku ke Pram. Sungguh aku sangat dengan keadaan Pram. Pikiran dan bayangan-bayang buruk melintas dalam pikiranku.
"Oooh... Aku tak boleh berfikiran buruk. Seperti kata Pram... Pikirkan yang baik-baik supaya apa yang akan ternjadi juga biak-baik seperti yang kita pikirkan." Kata hati kecilku.
Hmmmm.... Aku menghela nafas. Aku mengambil handphone ku. Aku ingin menanyakan kabar Pram, apakah dia jadi ke dokter atau gak, namun aku takut kalau-kalau pesanku dibuka oleh orang lain. Aku tak ingin memperkeruh keadaan.
Kutaruh lagi handphone ku di meja. Aku mencoba untuk tidur. Kutarik selimutku. Kulihat ruang kerja suamiku masih menyala, berarti suamiku belum tidur.
Aku bangun dari tempat tidur, aku ke ruang kerja suamiku. Anganku, ingin ngobrol dengan suamiku.
Saat aku masuk ruang kerja suamiku, hmmm aku pikir suamiku sedang bekerja tapi ternyata dia lagi asyik dengan media sosialnya.
Suamiku menyapa, namun aku sudah akan balik ke kamarku.
"Ma... Ada apa? Kok belum tidur." Kata suamiku.
Aku hanya menghela nafas.
"Gak ada Pa... Mama pikir Papa lagi kerja lembur... Yaa udah, mama balik ke kamar."
Aku kesal, karena suamiku sering terlihat sibuk dengan media sosialnya kalau di ruang kerjanya. Dia lebih asyik dengan media sosialnya daripada ngobrol-ngobrol denganku.
__ADS_1
Aku putar balik ke kamarku. Aku menarik selimutku lagi. Dan kuambil handphone ku, ternyata ada pesan masuk.
Aku senang karena ternyata pesan dari Pram.
"Ar... Aku baru pulang dari dokter."
"Ini obat-obat yang harus kuminum dari dokter."
Pram mengirimkan foto berberapa obat yang diberikan oleh dokter.
Aku bersyukur akhirnya Pram mau ke dokter lagi.
"Syukurlah Pram... Cepet sembuh yaa... Dari tadi aku khawatir Pram."
"Miss you... "
"Sekarang kamu istirahat dulu yaa..."
"Semangatlah slalu untukku sayang..."
Pram membalas pesanku.
__ADS_1
"Iyaa sayang...Kamu juga harus istirahat."
"I love you....Doakan aku yaa..."
" Iyaa Pram... Aku akan selalu mendoakanmu."
"I love you..."
Aku lega dan tenang... Aku membuka media sosial Pram. Aku terkejut melihat apa yang diupload.
Foto sebuah foto yang serba gelap dan hanya ada seberkas sinar. Perasaanku tak tenang lagi. Aku takut Tuhan... " Lindungi dan berilah kesehatan untuk Pram," aamiin... Aku berdoa untuk Pram.
Aku bersimpuh dan berdoa, dan tak terasa air mataku terus mengalir. Aku tak ingin apa-apa Tuhan, aku ibgin Pram sembuh. Hanya itu.
Aku bahagia dengan rasa sayang yang diberikan Pram padaku selama ini. Dia begitu tulus menyayangiku. Dia menyayangi dan mencintaiku tanpa pernah dia menunjukkan nafsu, namun dia menunjukkan ketulusan cintanya. Aku merasa bahagia dengan semua itu.
Saat ini dalam hatiku, ingin rasanya aku merawatnya. Aku tahu Pram begitu mandiri, gak pernah berganting pada siapapun. Dan aku tahu keadaan mbak Pipin istrinya yang sedang sakit juga yang tak memungkinkan untuk merawat Pram.
Aku menarik nafas dalam, menenangkan pikiran dan perasaanku. Aku hanya bisa berdoa, aku pasrahkan semuanya. Kuberharap Pram hanya sakit biasa, deman karena kecapekan dan kondisi cuaca di tempat Pram yang cuacanya lagi extrim.
Aku memandang foto profil Pram. Kemudian kau mengeluarkan foto Pram yang dulu dia berikan saat perpisahan SMA. Kupandangi wajahnya dengan mata sayunya. Aku tersenyum... Doaku selalu untuk kesembuhanmu sayangku... Kuatlah untukku....
__ADS_1