
PRAM
Sebelum sampai rumah aku sudah menghapus semua hal yang berbau Ara. Aku tidak mau memperparah keadaan.
Sesampainya di rumah, aku melihat istriku lagi duduk di teras dengan Sabila. Aku megucapkan salam, namun istriku melihatku sekilas trus lasngsung masuk kamar. Sementara Sabila menyalamiku dan tersenyum.
Aku menarik nafas .. Kemudian masuk, dan Sabila mendahuli masuk mengejar ibunya.
Aku sudah terbiasa dengan sikap Pipin istriku.
Yusuf menyapaku dan menyalamiku. Kemudian Yusuf berkata ," Pa... Papa mau mandi?"
"Iya Nak, Papa mau mandi. Ada handuknya Nak? "Tanyaku.
Yusuf mengambilkan aku handuk, kemudian aku mandi dan tak sampai 5 menit aku sudah selesai mandi.
" Sabila... Adikmu Rahma belum pulang ngajar?" Tanyaku.
"Belum Pa...Katanya tadi Adek mau mampir ke toko buku." Kata Sabila.
"Hmmm..."
Aku kemudian menuju ruang tengah tempat Yusuf sedang belajar.
"Nak... Lagi kerjain apa?"
__ADS_1
"Yusuf punya PR Pa... Tapi lagi dikit juga selesai." Kata Yusuf.
"Ooh syukurlah... Coba Papa liat... " Aku memeriksa PR Yusuf, ternyata sudah benar semua.
"Pinter anak Papa.... Lanjutin dah yaa..."Kataku dan mencium kepala Yusuf.
Aku kemudian masuk kamar mencari istriku.
"Bu... Lagi ngapain?" Kataku duduk di samping istriku. Ternyata istriku sedang memegang handphone ku.
Aku menarik nafas.
"Ibu lagi cek ini." Kata istriku sambil membuka semua aplikasi yang ada di handphone ku.
"Pa... Ibu mau tanya. Emang sampai kapan sih Papa mau menjalin hubungan dengan Ara tu? Papa sadar gak sih, mungkin Papa sudah diguna-gunai ma perempuan setan tu." Kata istriku.
" Gak mau ribut kata Papa??? Hah?? Sadar gak Papa, selain foto kemarin, Papa tu sering ngigau. Dan Papa mau tahu Papa ngingau apa?? Haah???"
Aku menggeleng.
"Papa ngigau nyebut nama Ara. Dan itu dah berkali-kali Pa. Papa tu sadar gak sih? Apa lebihnya Ara Pa? Kanapa Ara selalu ada di pikiran Papa!!!"
Aku bingung harus jawab apa. Karena memang dari dulu aku sering ngigau. Semua yang ada di kepalaku biasanya aku sebut dalam igau ku.
"Hmmm... "
__ADS_1
"Pa!!! Ibu heran kenapa Papa segitunya inget ma Ara. Ibu yakin Papa dah kena guna-guna Ara. " Kata istriku sambil tetap memegang handphone ku.
"Bu.... Papa gak tahu harus ngomong apa. Papa gak tahu kalau Papa ngigau. Papa gak tahu udah ngomong apa saat Papa ngigau. Papa mohon Bu, udah jangan di panjangin. Emang orang ngigau sadar Bu?? Ayolah... Tolong maafin Papa." Kataku.
Istriku cemberut dan melempar handphone ku ke tempat tidur.
"Ibu gak suka liat Papa ngigau nyebut- nyebut namanya. Ibu gak suka Pa!!!"
"Iyaa Bu... Maafin Papa... Besok-besok Papa gak ngigau lagi yaa..." Aku hampiri istriku dan kupeluk. Kucium keningnya.
Awalnya istriku tak mau membalas pelukanku, namun kuelus-elus punggungnya dan akhirnya istriku membalas pelukanku.
"Maafin Papa yaa Bu..." Kataku dan istriku memelukku semakin erat.
"Hmmm... Ibu rindu Papa yaa..." Kataku.
Istriku menggeleng...
"Papa seneng dan bahagia banget kalau ibu gak marah-marah dan aayang Papa seperti ini. Udahan yaa marah-marahnya." Kataku.
"Habis Papa ngeselin. Masak ngigau sebut nama dia terus si...Ibu gak suka Pa..."
"Hushhhh... Udah tolong jangan bahas itu lagi. Pokoknya kalau Papa tidur trus mulai ngigau, bangunin aja yaa... Atau kalau perlu ibu tampar Papa yaa..."Kataku sambil menatap istriku.
Istriku memelukku...Dan kukecup keningnya.
__ADS_1
Aku lega akhirnya aku berhasil menenangkan istriku. Aku sayang istriku, dan aku ingin keadaan dalam rumah tanggaku tenang.