Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Mencintaimu tanpa alasan


__ADS_3

Aku melepas rindu dengan Ara. Kamu ngobrol tentang banyak hal. Tentang bisnis online, tentang rasa, tentang mimpi kami dan tentang anak-anak.


Saat kami sedang telpon via video, tiba-tiba Ara mematikan telponnya. Namun tak berapa lama Ara menelpon lagi.


"Maaf Pram, tadi aku tiba-tiba mengakhiri panggilan karena suamiku menelponku." Kata Ara.


"Oh iyaa gak apa-apa Ar."


"Pram, aku ada kabar gembira. Tadi suamiku bilang kalau aku ma anak-anak jadi berlibur ke kota X. Karena Aldi diterima di perguruan tinggi Y jadi kami akan mengantar Aldi ke sana dna mencarikan kos-kosan untuk tempat tinggalnya."


Aku mengangguk dan mendengarkan cerita Ara.


"Na nanti habis dari kota X, aku akan pergi ke kota M, tempat tinggalmu. Aku sudah bilang ke suamiku akan ke kotamu itu. Dan suamiku menyetujuinya." Kata Ara.


"Oh ya Ara? Beneran? Kita akan bertemu yaa Ar." Kataku.


"Iya Pram. Kita akan ketemu langsung. Tapi... tapi..." Ara menghentikan kata-katanya.


" Kenapa Ar. Kok tapi... Ada apa?"


Ara diam tidak menjawab pertanyaanku. Kemudian aku mengalihkan ke panggilan video dan Ara menerimanya.


"Ada apa Ara sayang..."

__ADS_1


"Aku takut ketemu kamu." Kata Ara.


"Kenapa? Kenapa takut?" Tanyaku.


"Aku takut kamu lihat keadaanku yang sebenarnya. Terus kamu kaget gak seperti yang kamu bayangkan." Kata Ara sambil menunduk.


Aku tertawa terpingkal-pingkal. Weh tapi Ara malah cemberut.


"Kenapa kok tertawa sih?" Tanya Ara.


"Ara... Cintaku.. Denger yaa.. Aku sayang dan cinta ma kamu tu sudah sejak lama sayang. Dari pertama kali kita bertemu waktu SMA dulu. Kelas 2. Dan rasa itu tetap sama Ar, gak pernah berubah. Dari dulu sampai sekarang. Bahkan sebelum kita bertemu lagi sekarang, rasaku tetap ada dan tersimpan di hatiku yang paling dalam."


Ara tetap menunduk.


"Trus kamu mencintaiku karena apa? " Kata Ara.


" Sayangku, aku mencintaimu tanpa alasan apa-apa. Kalau aku mencintaimu karena suatu alasan, saat alasan itu hilang maka cintaku juga akan hilang."


"Ara, kalau aku mencintaimu karena fisik yang kamu miliki maka saat kamu tua, kamu tidak cantik lagi, dah peyot, keriput maka cintaku akan hilang. Tapi aku mencintaimu tanpa alasan sayangku. Aku sendiri tidak tahu apa alasan aku sayang dan cinta padamu."


" Tuhan menganugrahkan rasa cinta ini padaku untukmu. I love you.."


Ara menatapku, kemudian aku mengecup keningnya.

__ADS_1


" Sini aku peluk. "Kataku sambil merasakan seolah-olah aku memeluk Ara. Aku benar-benar merasakannya.


Ara tersenyum bahagia.


"Makasi Pram, kamu sudah mencintaiku dengan tulus dan seutuhnya.


"Ar, aku senang sekali sebentar lagi kita akan bertemu setelah 20 tahun lebih kita tidak pernah bertemu. Aku berharap setelah kita bertemu besok, kamu akan tetap menyayangiku. "Kataku.


"Hmmm kok ngomong seperti itu. Aku sayang ma kamu, tulus sayang. "Kata Ara.


"Makasi cintaku. Apapun rasamu besok setelah kita bertemu, aku bahagia Ara . Melihatmu bahagia, aku sudah sangat bahagia."


"I love you..." Kata Ara.


Aku tersenyum dan memandang Ara cintaku.


Kemudian setelah puas ngobrol dengan Ara, aku mengakhiri telpon karena harus menjemput Yusuf dan kemudian menjemput istriku.


Aku tak sabar ingin bertemu dengan Ara secara langsung. Karena kami selama ini setelah bertemu di group, hanya ngobrol lewat telpon dan video call saja.


Tapi sejujurnya aku ada perasaan takut juga kalau-kalau nanti Ara tidak menyayangiku lagi setelah melihatku langsung.


Karena postur tubuhku dulu dengan aekarang jauh berbeda. " Hmmm sudahlah... Semua aku serahkan pada Tuhan pemilik waktu dan rencana.

__ADS_1


__ADS_2