Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Aku benar-benar serasa lumpuh Ara


__ADS_3

Selesai makan malam, aku berniat akan mengirim pesan ke Pram. Karena aku gak tega buat hati Pram khawatir dengan bermacam-macam perasaan dan pikiran


Aku duduk di tepi tempat tidurku. Kebetulan aku sendirian di kamar. Dan kulihat Pram baru saja aktif sekitar 15 menit lalu.


"Pram... Maafkan aku."


"Baru kirim kabar sekarang."


" Aku dah baikan sekarang Pram. Jangan khawatir lagi yaa... Dan tolong jangan berfikir macam-macam yaa. I love you...."


Setelah pesan kukirim, aku berniat akan mengambil air putih untuk minum obat.


Namun terdengar ada notifikasi pesan masuk. Aku lihat, ternyata dari Pram.


"Ara sayang.... Aku gak tenang Ar. Dah berapa hari aku gak enak ngerjain apa-apa. Aku gak bisa konsentrasi kerja Ar. "


" Okelah ragaku sehat, tapi jiwaku Ar... Aku butuh kamu, aku rindu kamu. Love you....Sangat mencintaiku.


"Tolong jangan tinggalkan aku. Aku gak sanggup Ar."


"😭"


Aku terharu dan tak kuasa air mataku akhirnya jatuh juga. Aku langsung membalas pesan Pram.


" I love you Pram, sayangku..."

__ADS_1


" Maafin aku... Baru bisa ngabari. Aku dah baikan, kemarin bener-bener aku lemah banget Pram."


" Kamu gak boleh kayak gitu, kamu harus semangat, harus semangat Pram."


" Katanya sayang ma cinta ma Ara, Ara maunya Pram yang kuat gak cengeng. Doain Ara bener-bener pulih yaa."


" I love you..."


Aku menulis pesan beruntun. Harapanku nanti saat dibuka dan dibaca Pram, dia bisa lebih tenang.


Namun tak lama aku melihat Pram aktif dan langsung membaca pesan-pesanku. Aku tersenyum. Bisa aku bayangkan bagaimana Pram sangat mengharapkan pesan dariku.


Pram membalas pesanku.


"Iyaa Pram. Aku masih di rumah. Gak lama yaa telponnya." Jawabku.


Pram langsung menelpon ku dengan panggilan video. Aku menerimanya.


Pram menatapku dalam-dalam. Aku melihat wajahnya kusut, penuh kecemasan. Sedang aku hanya tersenyum dengan tatapan lemah tak berdaya.


Pram ingin berbicara namun aku menggeleng. Kemudian Pram berbicara dengan komat kamit memberi isyarat.


Pram mengatakan apakah aku sudah makan? Aku mengangguk. Kemudian Pram menciumku lewat handphone nya.


Kami telponan tak lama. Kemudian disambung di chatting.

__ADS_1


" Ara...Kamu sakit apa?"


"Aku demam tinggi Pram, sampai 3 hari gak turun-turun juga demamnya. Turun bentar ee trus naik lagi. Begitu seterusnya Ini dah hari ke empat. Udah baikan, tapi demamnya masih bolak balik."


"Sudah ke dokter?"


"Sudah... Sebenarnya kemarin aku harus balik ke dokter lagi karena gitu pesan dokternya kalau 3 hari demamnya gak turun aku harus langsung balik ke dokter lagi. Cuma aku males ke sana Pram, antrinya lama banget. Sementara aku lemes sekali."


"Ara... Kamu tu gimana sih. Kalau sudah dipesan begitu ma Dokter, yaa kamu harus balik dong. Masak mau dipelihara penyakitnya!!! " Kata Pram.


" Pram, aku dah bilang kan, aku lagi lemes banget.Dan antrinya lama. Ini dah baikan Pram. Ini mau nyayang aku atau mau marahin aku nih?"


"Aku gak marah sayang... Aku pingin kamu cepet sembuh. Karena kalau kamu sakit seperti ini, aku gak bisa telpon kamu. Maafin aku yaa. Aku saat ini posisinya gak di dekatmu Ara. Jadi saat kamu sakit seperti ini dan gak ada kabar beberapa hari, itu buat aku bener-bener serasa lumpuh Ar... Aku gak pingin ngapa-ngapain. "


"Iya Pram, maafin aku yaa..."


"Iyaa... Nanti tetep kabari aku yaa... Sekarang aku mau anter orderan orang dulu yaa... Kamu harus istirahat total, biar cepet sembuh."


"Iya Pram."


"Janji yaa..."


"Iyaa janji sayangku..."


Aku bahagia mengetahui Pram sudah semangat lagi.

__ADS_1


__ADS_2