
Malampun tiba...
Istriku minta ditemani ke warung untuk beli perlengkapan mandi.
"Pa... nanti habis belanja di warung kita pergi ke warung bakso, boleh Pa?" Pinta istriku.
" Emang duitnya masih ada Bu? Tadi Papa belum ambil uang ke ATM." Kataku.
"Masih kok Pa... Cukuplah buat beli bakso berdua. Tapi gak usah pesen minum yaa... Takutnya ntar gak cukup uangnya." Kata istriku.
"Iyaa... Ibu atur aja dah, Papa ngikut." Kataku.
Setelah selesai beli perlengkapan mandi, istriku mengajakku ke warung bakso di persimpangan.
Motor kuhidupkan, dan melaju pelan ke warung bakso. Istriku memelukku dari belakang.
Sampai di warung, istriku langsung memesan 2 mangkok bakso dan 2 gelas air hangat.
Setelah pesanan tiba, kulihat istriku menyantap baksonya dengan lahap sekali.
"Ibu lagi pingin banget yaa..." Kataku.
Istriku mrngangguk dan tersenyum.
Kemudian aku memberikan beberapa pentol bakso yang ada di mangkokku ke mangkok istriku.
Aku senang dan bahagia melihat istriku yang bersemangat menyantap baksonya. Namun aku juga sedih, karena aku belum mampu membahagiakannya secara materi.
"Kenapa Pa? Kok liatin ibu seperti itu sih?"
Aku tersenyum... "I love you ...Bu..." kataku.
"Love you Pa.... Ayo buruan baksonya dimakan, ntar keburu dingin gak enak lho Pa."
__ADS_1
Aku mengangguk dan menghabiskan baksoku.
Selesai ngebakso, aku mengajak istriku keliling Taman Kota dengan tetap mengendari motor bututku.
" Pa.... Ibu seneng sekali malam ini. Papa tahu alasannya kenapa?"
"Gak."
"Karena akhirnya Ara berhasil melalui masa kritisnya dan sekarang berangsung-angsur membaik."
"Iyaa Bu... Tapi sudahlah, jangan terlalu sering bicarain Ara. Yaa... Papa gak mau ibu sakit hati atau kecewa." kataku.
"Kok Papa ngomong begitu? Ibu sekarang gak seperti dulu, ibu sekarang sayang banget ke Ara. Ara sudah bener-bener seperti adik kandung ibu. Bahkan rasa sayang ibu ke Ara jauh lebih besar dari pada ke saudara kandung ibu. Yaah... Begitulah... Ibu bahagia Pa."
"Beneran ne...Iyaa syukurlah .." Kataku singkat.
Sebenarnya akupun sangat bahagia karena Ara sudah semakin membaik keadaannya. Aku sangat menyayanginya dan akupun sangat mencintainya.
Ternyata menyayangi dan mencintai seseorang dengan tulus tanpa harus memaksakan keinginan untuk bersama dan bahagia di atas penderitaan orang lain sungguh sangat membahagiakan.
Aku bahagia melihat orang yang kucintai bahagia dan akupun sedih saat melihat orang yang kusayangi bersedih atau terluka.
Aku berharap Araku selalu bahagia, selalu sehat. Begitu juga dengan istriku, aku berharap istriku selalu bahagia dan selalu sehat.
Aku menyayangi mereka berdua, itulah cintaku.
"Pa... Kita pulang yuk .. Kasian anak-anak di rumah. " Kata istriku membuyarkan semua pikiran dan lamunanku.
Aku mengangguk. Kemudian motorku melaju membawa kami pulang ke istana kami. Gubuk yang terasa seperti istana bagiku.
" Pa...."
"Hmmm..." Kataku.
__ADS_1
Namun tak ada jawaban dari istriku.
"Bu.... Kok diem? Mau ngomong apa barusan?" Aku memperlambat laju motorku.
Istriku mempererat pelukannya di perutku, kemudian merebahkan kepalanya di punggungku.
"Kenapa Bu... Papa sayang ma ibu... sayang banget...Kugenggam tangannya yang memelukku dengan tangan kiriku.
"Ibu sayang ma Papa...Sayang banget... Tetap sayangi ibu yaa...selamanya..."
" Iyaaa... Papa tahu kok kalau Papa tu ganteng... Ibu tu cinta mati ma Papa .. Iya kan ..." Aku menggoda istriku.
" Hmmm... Mulai dah GR.... Iih sebel..." Kata istriku melepas pelukannya di perutku dan mencubitku."
Aku tertawa....
" Awas lho.... kita di atas motor ni Bu... Masak Papa dicubit sih... Kalau mau tetep disayang tu yaaa dipeluklah..." Aku masih menggoda istriku.
Istriku kemudian tertawa dan memelukku. Kugenggam tangannya.
"I love you.... Forever...."
"Oh iyaa Pa... Mampir belikan Yusuf martabak yaa ..."
" Papa gak bawa duit Bu..."
" Ini ada sisa belanja tadi... "
Aku menghentikan motorku di penjual martabak, kemudian istriku memesan martabak untuk anakku.
Setelah dapat martabak pesanannya, kami langsung menuju rumah.
Sampai rumah, anak-anakku menyambut kami... Dan mereka sangat bahagia melihat oleh-oleh martabak yang kami bawa.
__ADS_1