
Keesokan harinya aku bangun kesiangan. Aku bangun karena Pipin menelpon berkali-kali. Sudah pasti Pipin marah-marah dan ngomel. Tapi aku malas ribut, jadi aku minta maaf dan bergegas pulang.
Sampai rumah, aku langsung memanggil Yusuf untuk berangkat ke sekolah. Dan seperti biasa aku mengantar istriku ke sekolah aepulangku dari mengantar Yusuf
Lanjut ke kantor.
Sampai di kantor aku melihat ruang kerja yang aku atur sebelumnya sudah berubah. Aku menghela nafas.
Aku menuju tempat dudukku, dan aku melihat wajah tidak mengenakkan dari bosku. "Hmmm ada apa yaa, dah beberapa hari ini sikapnya dingin padaku." Pikirku.
"Pagi Pak...." Sapaku. Dan Pak Amin hanya mengangguk dan langsung menghadap komputernya lagi. Aku menarik nafas panjang.
Aku membuka laptopku dan memulai pekerjaanku. Aku fokus pada pekerjaanku.
" Ndre... Kamu ikut aku ke kantor perusahaan X. " Kata Pak Amin.
Andre mengangguk. Aku merasa tidak nyaman, karena biasanya selalu aku yang menemani Pak Amin kunjungan ke kantor perusahaan yang bekerja sama dengan kantor kami. Sudah beberapa hari ini setiap ada kunjungan aku tak pernah diikutsertakan.
Aku berusaha fokus pada kerjaanku. Namun sungguh pikiranku terganggu dengan sikap bosku ini.
__ADS_1
Akhirnya aku keluar dari kantor dan duduk di warung dekat kantor. Aku memesan kopi.
Kemudian aku menyalakan sebatang rokok. Aku menikmati setiap kepulan asap rokokku.
Pikiranku kacau. Aku merasa tidak nyaman dengan sikap Pak Amin. Dulu Pak Aminlah yang mengajakku bergabung di kantornya. Namun sebelum aku menerima tawarannya, aku sudah mempermaklumkan keadaanku yang sibuk wara wiri antar anak sekolah. Dan dia memaklumi keadaanku.
Sekarang, tiba-tiba sikapnya berubah dingin jadi aku merasa tidak betah lagi kerja di kantornya.
"Hufff..." Aku menghela nafas panjang. Kuambil handphone ku, kemudian aku menelpon mamak.
Dua kali ku telpon tapi Mamak tidak menerimanya. Mungkin lagi sibuk atau istirahat, pikirku.
Kemudian aku keluar dari warung, dan aku mencari tempat yang sejuk dan sepi. Aku ingin sendiri.
"Mak.... Gimana kabar mamak? Sehat kah?"Tanyaku.
"Iyaa Nak.. Mama sehat. Papamu juga sehat. Kamu ma anak-anak dan istrimu gimana, sehat-sehat semua?" Tanya Mamak.
"Iya Mak, semua sehat Mak. Pram seneng denger Mamak ma Papa sehat. Maaf lama sekali Pram gak berkabar."
__ADS_1
" Iyaa gak apa-apa anakku. Mamak pikir kamu mungkin lagi sibuk. Jadi Mamak ma Papamu cuma bisa berdoa untuk kamu Pram."
"Mak... Pram pingin liat Mamak. Pram video call yaa..." Kataku dan langsung mengalihkan ke panggilan video.
Mamak menerima panggilan videoku.
Aku melihat senyum Mamak, aku bahagia sekali. Jarak yang jauh memisahkan aku dan ibuku. Lama sekali aku tak mengunjunginya.
"Kamu kenapa Pram?" Tanya Mamak.
"Pram baik-baik saja Mak. Cuma Pram lagi kangen aja ma Mamak. Sayang Papa gak ada Mak. Papa lagi ke mana Mak?"
" Ooh Papamu lagi berkunjung ke rumah sahabatnya. Paling sore baru balik. "
"Ooh gitu yaa.... Yaa gak apa-apa Mak, biar Papa gak bosen di rumah. Itung-itung Papa menyambung silaturahmi Mak."
"Iyaa Pram. Cuma kadang Mamak kesel ma Papamu, kerjaannya jalan-jalan terus, Papamu sekarang malas ke sawah. " Kata Mamak kesal.
Aku tersenyum melihat Mamakku menceritakan Papa yang jarang diam di rumah.
__ADS_1
"Sudahlah Mak... Yang penting Mamak ma Papa sehat. Iya Mak... Jangan Mamak marah-marah terus yaa..."Kataku.
Mamakku hanya mengangguk. Sekarang, hatiku lebih lega dan longgar.