Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
pertemuan tak terduga


__ADS_3

Aku sudah mendaftar kursus di Lembaga G. Waktu kursusnya 3 kali seminggu . Dan nanti malam aku sudah mulai kursus.


Aku kursus dengan mengendarai motor. Aku gak berani pakai mobil angkot karena kalau malam sulit dapat angkotnya pas pulangnya nanti.


Aku memarkir motorku di dekat pintu masuk lembaga kursus.


" Malam mbk, kataku kepada mbk Susi tempat aku mendaftar kemarin.


"Malam.. hmmm maaf saya lupa nama mbak, baru daftar kemarin yaa kalau gak salah." kata mbk Siti.


Aku mengangguk. "Iya mbk... Saya Ara mbk." jawabku.


"Ooh iyaa yaa bener Ara.. mbak Ara yaa... Saya liatin ruangan kursusnya dulu yaa,." Mbak Siti sibuk membuka berkas dan kemudian menemukan ruangan kursusku.


"Na ini dia... mbak Ara nai ke lantai 2 yaa nanti ada ruangan kelas 4 yaa... Di situ ruangannya mbk."


" Ooh baik mbk Siti, makasi yaa,"


"Yang ngisi sekarang adalah pak Muhlas."


"Ooh iya mbk .." Aku kemudian hendak berlalu, naik ke lantai 2. Namun langkahku terhenti karena ada yang menyapaku.


"Hai.. Hmm kalau gak salah kita pernah bertemu yaa." kata seorang laki-laki kurus dengan rambut ikalnya.


"Maaf aku lupa, tapi sepertinya kita mang pernah bertemu," kataku.


"Kenalkan aku Muhlas..."


"Aku Ara... jawabku singkat.


" Kita pernah bertemu di acara Seminar Regional x kalau gak salah dan kita sama-sama mendapat beasiswa yang sama di universitas."


Aku mencoba mengingat.

__ADS_1


"Oh iyaa benar, Kak Muhlas yaa... Maafin, Ara lupa kak" Kataku sambil tersenyum.


Kak Muhlas tersenyum.


" Ara kursus di sini yaa?" tanya kak Muhlas.


Aku mengangguk


"Kursus bahasa Inggris kah?"


"Iya kak..."


"Ooh kalau begitu, kayaknya Ara ini muridnya kakak sekarang." katanya sambil tersenyum.


" Oh iyaa?? syukurlah... Jangan galak-galak yaa kak," kataku sambil tertawa.


Kak Muhlas tertawa. ," Masak harus galak sih, gak lah Ara. Nanti kalau instruktur nya galak, murid-muridnya kabur semua."


"Oke kalau begitu, kita naik ke atas, lantai 2 yaa kata mbk Siti tadi." Kak Muhlas mengajak aku naik bersama.


Kemudian pelajaran dimulai. Ada sekitar 10 orang murid per kelas, jadi jalannya proses belajar mengajar menjadi lancar.


Kurang lebih sekitar 1,5 jam, kursus berakhir.


"Ara, kamu pulang sama siapa?" tanya kak Muhlas.


"Aku bawa motor sendiri kak. Ara jalan duluan yaa, soalnya Ara baru kali ini pulang bawa motor sendirian di malam hari. Permisi kak." kata ku.


Kak Muhlas mengangguk."Hati-hati di jalan yaa..." Kak Muhlas Melambaikan tangannya kepadaku.


***


Sejak tamat kuliah, aku mengisi kesibukanku dengan membuat kue dan es mambo. Aku titip di sebuah sekolah, pagi hari aku membawa kuenya ke sekolah, dan sore harinya aku mengambil sisanya.

__ADS_1


Aku juga sudah memasukkan beberapa lamaran pekerjaan ke perusahaan di sekitar daerahku. Namun mungkin karena daerahku bukan termasuk kota besar, jadi perusahaan tidak banyak di daerahku.


Aku juga memasukkan lamaran pekerjaan ke beberapa bank yang membuka lowongan pekerjaan.


Saat aku sedang membuat kue, tiba-tiba bibi pembantu rumahku berkata, "Ara, Kemarin ada yang cari kamu, katanya dia temanmu SMA."


"Siapa namanya bik?" tanyaku.


"Bibi lupa-lupa ingat namanya.. Siapa yaa.. Hmmm kalau gak salah Pram atau jaya, maaf bibi lupa."


Aku langsung kaget. " Siapa bik? Mungkin yang bibi maksud itu Pramuji Wijaya yaa..Orangnya tinggi, putih dan kurus yaa?"


"Iyaa kayaknya itu dah namanya. Benar orangnya tinggi dan kurus. Dia ke sini sama seorang gadis." Kata bibiku lagi.


"Ooh.. iya bik."


Tiba-tiba aku berdebar-debar, " Pramuji mencariku? Tapi kok sama seorang gadis?" Aku bertanya-tanya dalam hati.


Kemarin sore aku pergi ke toko kue, membeli bahan-bahan kue.


"Kenapa gak bibi suruh tunggu aku?"


"Dia tungguin Ara sebentar, cuma karena bibi lagi sibuk, kayaknya temennya Ara tu gak enak, jadi langsung buru-buru pulang."


"Ooh gitu, yaa sudahlah.. Makasi yaa bik."


Bibi mengangguk.


"Kemarin juga kebetulan mamanya Ara pergi ke rumah temannya, jadi bibi sendirian di rumah.


Aku mengangguk dan tersenyum.


Kemudian aku melanjutkan membuat kue.

__ADS_1


Aku berharap Pram akan datang lagi, semoga.


__ADS_2