Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Mengulang lagi


__ADS_3

Esok harinya aku sudah mulai disibukkan dengan kegiatan sebagai istri Muhlas.


Pagi-pagi buta aku sudah ke dapur membantu adik iparku menyiapkan sarapan pagi. Maklum, aku masih tinggal satu atap dengan keluarga suami.


"Kak Ara.. Tolong kakak yang goreng tempe sama telur ini yaa. Ana mau bangunin amar sama Rina."


"Ooh iyaa Na.."


Setelah semua masakan selesai kami sarapan bersama ala kadarnya.


Aku melihat Muhlas suamiku lahap sekali menyantap sarapannya.


"Muhlas anakku... Hari ini kamu jangan masuk kerja dulu ." Kata bapak mertuaku. Muhlas mengangguk.


"Nanti siang katanya keluarga bapak dari desa S akan datang. Jadi kita bisa siap-siap menyambutnya "


"Ya pak."


Setelah selesai sarapan, aku akan membantu cuci piring tapi dilarang sama ibu mertua.


"Sudah biarkan adikmu Ana yang kerjakan, kamu istirahat aja sana. Siap-siap nanti sambut keluarga bapak datang." Kata ibu mertuaku sambil tersenyum. Dan aku mengangguk.

__ADS_1


Muhlas mengajakku masuk kamar. Aku mengambil air minum dulu di dapur dan kubawa ke kamar. Sebenarnya aku takut masuk kamar, karena aku membayangkan sakit di malam pertamaku membuatku jadi takut untuk berhubungan lagi. Hmmm..


Saat kubuka pintu kamarku, aku melihat Muhlas suamiku sudah tiduran di ranjang sambil membaca majalah. Aku merapikan pakaian-pakaian yang berserakan di tempat tidur.


"Araaa... duduk sini," kata Muhlas memanggilku fan mengistaratkan agar aku duduk di sebelahnya.


Aku duduk di dekatnya. Dan Muhlas meraih tanganku, dan menciumnya.


"Sayaang... Aku mencintaimu, sangat mencintaimu..."Muhlas membelai rambutku.


Aku tersenyum dan menatapnya mencari kebenaran kata-kata yang baru diucapkan Muhlas


"Sungguh kamu mencintaiku?? ?" Tanyaku dan masih mencari kebenaran kata-katanya.


"Makasi.." ucapku dan menunduk.


Sebenarnya Muhlas tahu trauma yang aku rasakan yang membuatku takut akankah dia benar-benar mencintaiku.


Muhlas mencium keningku..Ciumannya turun ke mataku, trus bibirku. Bibir bawahku digigit kecil olehnya, kemudian aku merasakan hembusan nafas Muhlas di hidung ku, seakan-akan kita bertukar oksigen.


Muhlas mulai meraba daging kenyalku, dan ciumannya mulai turun ke kedua daging kenyalku.

__ADS_1


Ehmmmm ... aku merasakan seperti ada sengatan listrik yang menyengat tubuhku. Aku merasakan ada aliran kebahagian dan kenikmatan yang mulai menyelimuti hatiku.


Muhlas mulai bermain-main di sekitar kedua daging kenyalku. Sementara tangannya mulai mengusap daerah sensitifku.


Ooooh.... Aku semakin merasa melayang-layang. Dan tiba-tiba Muhlas sudah ada di atas tubuhku. Rasa takut kembali datang, namun Muhlas langsung mencium keningku...


"Kita pelan-pelan melakukannya yaa..." Muhlas membujukku seolah-olah dia tahu ketakutankum. Aku mengangguk. Kudian aku mulai mencoba menghilangkan rasa takutku itu, dan mencoba menikmati sentuhan-sentuhan Muhlas yang semakin membuatku melayang.


Setalah melakukan pemanasan yang cukup lama dan aku semakin bisa merasakan nikmat sentuhan-sentuhan Muhlas. Suasana di kamarku semakin terasa panas walaupun hari masih pagi


Aku mencoba rileks untuk mengimbangi sentuhan demi sentuhan Muhlas hingga aku tak sadar mulai mengeluarkan suara *******-******* kenikmatan. Muhlas semakin bernafsu dan gencar mencium, menjilat dan meraba seluruh tubuhku.


Muhlas semakin rakus mencium bibirku dan kemudian Muhlas mencoba melakukan penyatuan. Suara *******-******* nikmat dari mulut Muhlas semakin membuatku lupa akan sakit yang kurasakan di malam pengantinku. Dan akhirnya penyatuan kami berhasil.


Muhlas puas karena sudah berhasil melakukannya tanpa membuatku merasa kesakitan.


Setelah penyatuan selesai, Muhlas merebahkan tubuhnya di samping tubuhku dengan keringat bercucuran. Muhlas mengusap keringatku, kemudian mencium keningku.


"Makasi istriku sayang..." Kata Muhlas. Aku menangis kemudian memeluk Muhlas suamiku...


"Ara sayang...Aku akan selalu mencintaimu, selamanya..." Muhlas memelukku dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Aku menangis, entah tangis apa aku tak tahu persis, semua perasaan bercampur menjadi satu.


Setelah istirahat sekitar setengah jam, aku dan suami mandi membersihkan diri untuk bersiap-siap menerima tamu bapak yang akan datang.


__ADS_2