Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pesanku dibaca Rahma


__ADS_3

PRAM


Seperti biasa aku menjemput Yusuf pulang sekolah. Sampai di rumah aku makan siang bersama Yusuf dan istriku.


"Bu...Aku kok ngantuk banget yaa. aku mau rebahan sebentar yaa. Kepalaku agak pening." Kataku pada istriku.


"Iya Pa, istirahat dulu dah nanti ibu bangunin jam 2 itu yaa." Kata istriku.


Sejak pagi aku merasa kepalaku sakit sekali. Biasanya aku minum obat dan 15 menitnya sudah enakan. Tapi ini sampai siang sakit kepalaku gak juga berhenti.


Aku mencoba istirahat. Sekitar 40 menit kemudian istriku membangunkan aku. Dan kulihat Rahma juga ada di rumah sedang tiduran sambil pegang handphone nya.


"Nak. kapan kamu pulang nak? Makan dulu sana?" Kataku sambil mengelus rambutnya.


Namun Rahma cuma diam saja, dari wajahnya tampak lagi kesal. Tapi karena lagi buru-buru balik ke kantor, aku abaikan sikap Rahma dan aku langsung berangkat balikke kantor.


Sesampainya di kantor ada pesan masuk dari anakku Rahma.


"Pa... Maafin adek Pa. Tadi adek buka handphone Papa. Ternyata adek lihat chatting Papa ma tante Ara."


"Pa...Apa bener Papa cinta ma tante Ara?"


"Kalau memang Papa ada hubungan ma tante Ara, adek mohon Papa hentikan. Adek gak mau kalau sampai ibu tahu Pa."


Aku kaget membaca pesan anakku Rahma. Kepalaku tambah sakit. Aku bingung harus menjawab apa. Akupun membalas peaan anakku.


"Maaf Nak. itu gak bener. Itu cuma becanda aja Nak."


"Lupakan yaa Nak. Fan maafin Papa."


Dan Rahma membalas pesanku.


"Iya Pa. Adek minta maaf karena dah lancang buka pesan Papa. Maafin adek Pa."


"Gak apa-apa Nak. Sekarang Papa lanjutin kerja dulu yaa."

__ADS_1


Aku kemudian melanjutkan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan pak Amin.


Namun aku gak bisa konsentrasi, aku merasa bersalah pada anakku.


Kemudian aku mengambil sebatang rokok dan kuhisap dalam-dalam.


Pikiranku kacau. Aku berusaha menenangkan diriku.


Seharian ini aku belum menelpon dan mengirim pesan pada Ara. Karena sakit kepalaku mengganggu sekali dan ada pekerjaan juga yang harus aku selesaikan.


Aku memikirkan Ara, aku gak mau Ara nanti khawatir. Jadi Aku kirim pesan padanya.


"Ara ... Maaf aku lagi sakit kepala, jadi belum sempat telpon. Nanti kalau sudah enakan aku telpon yaa... I Love you."


Setelah itu aku masuk ke kamar yang ada di kantor. Aku coba untuk tidur dan istirahat.


Aku tidurnya pules banget, dan aku bangun hari sudah mulai gelap. Aku lihat handphone ku, ada pesan masuk dari Ara.


"Pram, aku khawatir keadaanmu. Kamu kenapa? Sudah ke dokter Pram? Aku rindu ma kamu. I love you..."


Aku bahagia karena ternyata Ara benar-benar menyayangiku. "I love you Ara." bathinku.


Sesampainya di rumah aku disambut Yusuf yang sudah menyiapkan air hangat untukku. Aku melihat Rahma yang sikapnya agak berbeda. Mungkin karena masih kesal padaku.


Aku kemudian mandi.


Tak lama, Yusuf memanggilku.


"Pa... Ini baju Papa. Habis ini kita makan ya Pa. Yusuf dah sediakan makan untuk Papa." Kata Yusuf.


Aku tersenyum. " Iya Nak."


Istri dan anak-anakku sudah menungguku untuk makan malam. Kemudian kami makan malam seadanya.


"Pa, gimana sakit kepalanya? Sudah baikan Pa?" Tanya Istriku.

__ADS_1


"Iya Bu, sudah baikan. Tadi Papa tidur lagi di kantor." Kataku sambil menyantap makan malamku.


"Syukurlah Pa..."Kata Pipin.


Sabila ma Rahma kok tumben gak nambah nasi?" Tanya Pipin istriku.


"Iya Bu, aku tadi sudah makan roti. " Kata Rahma.


"Tadi aku ditraktir makan bakso ma temen Bu." Kata Sabila.


Selesai makan malam, aku menemani Yusuf mengerjakan PR matematikanya. Pipin duduk di sebelahku.


Tiba-tiba handphoneku berbunyi, notifikasi ada pesan masuk. Aku bangun menganmbilnya dan membuka pesan yang masuk. Ada pesan dari teman-teman dan salah satu ada pesan dari Ara.


Aku membuka pesan dari Ara.


"Nanti malam aku share foto-foto jualan di group yaa Pram."


Kemudian aku balik duduk dekat Pipin dan membalas pesan Ara.


"Ya ."


Istriku bertanya," Pesan dari siapa Pa?"


"Dari Ara,bu. Aku bantu promosi jualannya." Kataku.


" Oh iya? Bagaimana prospek bisnis Ara ke depannya Pram?"


"Aku optimis perkembangannya pesat Bu. Ini aja udah banyak yang jadi reseller Ara."


Kemudian aku menjelaskan bagaimana aku membantu mempromosikan jualan online Ara dna strategi-strategi yang aku ambil.


Saat aku menjelaskan ke istriku, tak sengaja aku melihat Rahma. Rahma aku lihat memanyunkan bibirnya.


Aku menghela nafas.

__ADS_1


Sekitar jam 10 aku bersiap-siap untuk balik ke kantor. Aku pamit ke istri dan anak-anakku. Aku kemudian menghidupkan motor bututku, dan mengendarainya dengan santai.


Pekat malam jangan membuatmu lemah untuk menjalani semua pembelajaran hidup.


__ADS_2