Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Janjiku pada istriku


__ADS_3

PRAM


Aku merasa bahagia karena hari ini aku akan bertemu dengan Ara. Wanita yang aku kagumi, aku sayangi dan aku cintai dari kelas 2 SMA dulu. Bahkan sampai sekarang rasa itu gak berubah.


Ini semua seperti mimpi. Dari pertemuan yang tak terduga di group hingga terus berlanjut sampai akhirnya aku tahu ternyata Ara juga sayang dan mencintaiku. Dan sekarang kami akan bertemu.


Aku berfikir pasti Tuhan punya rencana untuk kami. Aku bahagia Tuhanku...Terima kasih Tuhanku.


Kemarin aku menunggu Ara dan keluarganya namun karena sampai jam 5 lebih Ara belum juga datang. Jadi aku putuskan aku pulang saja, daripada nanti ribut dengan istriku.


Istriku tahu kalau Ara akan datang ke kotaku bersama anak-anak dan suaminya. Istriku membaca pesan yang dikirim suami Ara ke nomor telponku. Karena sekarang nomor handphone ku digandakan.


Saat tahu Ara akan datang, aku dan istriku ribut lagi. Istriku ngamuk. Aku bingung tidak tahu berkata apa. Aku hanya diam, menunduk dan mendengar omelan dan marah istriku.


Walaupun yang mengirim pesan dan menelponku bukan Ara tapi suaminya, istriku tetap marah dan mengamuk.


Dan kemarin, Pipin mengijinku bertemu Ara dan keluarganya dengan syarat aku harus memberitahu suami Ara tentang hubungan kami dan berjanji di suami Ara kalau semua hubungan akan dihentikan. Baik hubungan kerja maupun hubungan cinta.


Aku menuruti semua permintaan dan syarat yang diberikan istriku, karena aku sudah lelah ribut terus dan kasian anak-anakku.


Aku mengirim pesan ke Ara dengan memakai nomor lain. Aku memberitahu Ara kalau aku sudah menunggunya di hotel dan Ara mengatakan kalau dia dan rombongan sebentar lagi sampai di hotel.

__ADS_1


Hatiku deg-degan, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan Ara. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hatiku, sedih, senang, bahagia, dan rasa bingung juga menyelimutimu.


Aku mendengar suara mobil datang dan parkir di halaman hotel. Aku langsung menoleh ke belakangku.


Aku melihat seorang wanita ditemani 2 orang gadis kecil. Jantungku berdegup kencang, hatiku deg-degan.


"Itu Araku..." Aku berkata dalam hati.


Ara masuk lebih dahulu ke lobby hotel. Dan Aku langsung berdiri menyambutnya.


Ternyata jauh berbeda Ara yang aku lihat di handphone saat kami melakukan panggilan video dengan Ara yang sejatinya sekarang ada di depanku. Wanita yang ada di depanku saat ini, putih, bersih, cantik, tinggi, tampil anggun dan wajah keibuannya yang membuatku terpesona sejak dulu.


Aku ingin mendekati Ara, dan memeluknya. Lalu aku menghela nafas dan menenangkan perasaanku yang sedang berkecamuk. Kami hanya saling menatap. Kami tahu batasan kami.


Aku menyapa Azka dan Arini, dan kemudian mereka menyalamiku. Sedang Ara hanya mengangguk sedikit tanda salam darinya. Aku mengagumi semua sikapnya.


Sikap dan tata kramanya sungguh anggun dan elegan untuk seorang wanita. I love you Ara...


Tak berapa lama suami Ara dan kedua anak bujangnya masuk ke lobby tamu. Kemudian kami bercakap-cakap. Aku asyik ngobrol dengan anak-anak Ara, sementara Aku dan Ara tidak pernah ngobrol. Ara hanya menjadi pendengar yang baik.


Setelah cukup lama ngobrol, anak bujangku mohon diri balik ke kamar. Kemudian Arini juga pamit ke kamar karena kedua putrinya ingin balik ke kamar.

__ADS_1


Tinggallah aku dan suami Ara. Aku menarik nafas dalam.


Aku ragu untuk memenuhi janjiku pada istriku yang memintaku untuk mengatakan hubunganku dengan Ara. Aku bingung...


Sementara aku lagi bingung, aku membiarkan Pak Muhlas suami Ara bercerita. Aku mendengarkan.


Kemudian aku menawarkan mengajaknya ngopi ke suatu tempat di dekat hotel.


"Pak, ada yang mau aku bicarakan. Bagaimana kalau kita pergi ngopi di warung sebelah dekat hotel ini Pak." Kataku.


"Oh iyaa... Masalah apa Pak Pram? " Tanya Muhlas.


"Nanti kita bicarakan di sana, gak enak di sini Pak..


Biar bisa lebih santai." Kataku.


" Hmmm.... menurutku gak apa-apa di sini Pak Pram... Mungkin kita bisa pindah duduk ke pojok itu Pak. Gimana?"


"Ooh gitu... Iya Pak, bisa. Kita pindah ke sana aja." Kataku.


Kemudian kami pindah duduk ke sofa kayu yang ada di pojok lobby hotel.

__ADS_1


__ADS_2