Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Doa Ara


__ADS_3

Aku mencoba untuk menenangkan diriku. Aku harus kuat supaya Pram juga kuat. Aku lanjut membaca pesan Pram.


"Ar... Di rumah yang bener-bener sehat cuma Sabila. Badanku panas, kepala sakit banget dan nafas susah."


Aku membalas pesan Pram.


"Iyaa Pram... I love you... Sabar yaa... Aku yakin kamu akan sembuh, aku yakin."


"Iyaa Ar... Pas diminumin obat sakitnya berkurang, beberapa jam kemudian sakit nya balik lagi."


" Iyaa... Tetap minum obatnya."


"Iya..."


" Dan tetap makan, paksa diri makan yaa. Aku sedih Pram, karena aku cuma bisa berdoa Pram." Aku mengirim emot sedih dan nangis.


"Sabar sayangku... Doamu sangat berarti bagiku. Jangan khawatir Ar... Aku baik-baik saja sayang... Jangan nangis dan sedih yaa... I love you..."


"Iya sayang ..."


"Ar... Ada yang menarik Ar... Aku ni sudah 3 hari gak mandi. He he..." Pram mengirim emot tertawa.


Aku sedikit terhibur...

__ADS_1


" Iiih bau..."


"Tapi ndk bau Ar..." Kata Pram.


" Jangan mandi dulu, sampe bener-bener sehat." Kataku.


" Iya sayang..."


"Pram... itu bukan gak bau, mungkin kamu gak mencium bau." Kataku.


"Iyaa..." Kata Pram dan mengirim emot tertawa.


"Gak mencium bau apapun? Itu Anosmia namanya sayang..."


"Ooh... itu artinya, kamu bakal sembuh Pram. Udah istirahat yang bener, minum obat teratur dan paksa perhatikan makannya yaa..."


Pram hanya membaca pesanku namun tak membalasnya. Aku khawatir lagi. Ini bukan kebiasaan Pram.


"Pram... Kamu mau ke mana? Kok tiba-tiba ngilang?" Kataku. Namun pesanku ini tak dibaca.


Aku menunggu balasan Pram, namun 1 jam kemudian Pram mbalas pesanku.


" Tadi aku mau menghadap Tuhan Ar... Menghadap Tuhan harus bersih dong..." Kata Pram.

__ADS_1


" Kok ngomong gitu Pram????" Aku mengirimkan juga emot sedih dan nangis.


" Iyaa Ar... Kalau mau beribadah menghadap Tuhan harus bersih."


Aku hanya mengirimkan emot nangis saja. Aku tak sanggup menulis kata-kata balasan. Aku menangis.


"Ara sayang... Jamgan nangis.... Dengerin yaaa...Aku punya penyakit ginjal Ar... Namun seberat-beratnya sakit ginjal, masih bisa diprediksi. Sementara sakitku yang sekarang ini tak bisa diprediksi. Aku minum obat hanya bertahan beberapa jam, terus balik lagi sakitnya. Doain aku yaa Ar..."


"Pram...Aku yakin kamu akan sembuh. Aku yakin itu. Doa Pram...Aku akan minta dalam doaku agar Tuhan memberikanmu kesembuhan..."


"Iyaa sayang..."


" Pram...Kata-katamu ini buat aku sesak nafas Pram... "


" Sayang... I love you...Aku sayang kamu selamanya Ar... Selamanya... Udah dulu yaa... Aku dah mulai mengantuk..."


"Iyaa... Istirahat sayang... Doaku selalu untuk kesembuhanmu..."


Selesai berbalas pesan dengan Pram, aku berusaha menenangkan diriku. Aku takut, benar-benar takut. Perasaanku kacau .. Aku takut Tuhan...


Kemudian aku duduk bersimpuh menangis dan berdoa..." Yaa Tuhanku ...Ampuni kami Tuhanku... Ampuni rasa yang kami punya, ampuni kami Tuhan... Sembuhkan Pram, Tuhan... Aku mohon... Aku manusia yang penuh dosa, aku manusia berdosa, namun tolong sembuhkanlah orang yang kusayangi. Begitu banyak kesedihan dan kepedihan yang sudah dilalui Pram, namun dia selalu kuat Tuhan. Itu berkat kekuatan yang Engkau berikan. Tolong berikan kekuatan pada Pram untuk menghadapi sakitnya kali ini demi anak-anak dan istrinya, karena mereka sangat bergantung padanya dan sangat membutuhkannya...Begitu banyak mimpi dan keinginannya yang belum dia wujudkan. Begitu banyak keinginan untuk kebaikan sesama yang ingin dia wujudkan... Tolong berikan kesembuhan untuknya Tuhan.... Hanya kepadaMu lah kami memohon, kabulkan doaku Tuhan... Dan ampuni kami."


Aku menangis...Aku paarah pada ketentuan Tuhan... Karena kita hanya bisa berdoa...

__ADS_1


__ADS_2