
Aku mengambil handphone ku mengecek pesan-pesan yang sudah masuk. Dan kulihat ada pesan dari Pram.
"I love you cintaku ... Cepet pulih yaaa ... Aku menunggumu."
Aku tersenyum membacanya, dan langsung kubalas.
"I love you too ... Semangat yaa cari duitnya."
Pesanku langsung dibaca Pram
"Iya sayangku."
" Ar... Nanti sore aku telpon yaa... Siang ini banyak yang aku urus dulu, lagi ribet."
"Love you..."
Aku bahagia melihat Pram semangat.
Sekitar jam 2 siang, suamiku menelpon.
"Maa... Anak-anak sudah Papa jemput. Mama dah makan siang?" Tanya suamiku.
"Sudah Pa. Anak-anak sudah makan siang juga kan..."Tanyaku.
"Iyaa sudah Ma. Ini anak-anak lagi makan." Kata suamiku.
Oh iyaa, Arjun juga sekarang sudah kuliah di universitas yang sama dengan Aldi. Jadi di rumah sekarang aku hanya ditemani dengan 2 orang anakku, Azka dan Arini.
"Ma... Nanti sore Papa jemput yaa, sekitar jam 5 yaa." Kata suamiku.
"Iya Pa, mama tunggu." telponpun diakhiri.
__ADS_1
Sekitar jam 4 Pram menelponku.
" Ara, gimana keadaanmu. Dah bener-bener sehat kan?" Tanya Pram.
" Yaa aku dah sehat. Udah kamu dah usah khawatir Pram, aku dah sehat. Juga aku gak sakit parah kok, cuma demam biasa. Mungkin aku kecapekn aja, kyrang istirahat. Ini 5 harian aku tidur aja di rumah, nah sekarnag dah sehat."
"Yaa itu artinya kamu harus bagi waktumu untuk istirahat juga, jangan cari duit terus. Inget itu yaa. Ini titahKu." Kata Pram tegas.
"Iiih takut.. Kok ngomong kayak gitu sih. Aku gak suka dengernya!" Kataku.
"Ara... Maafin aku, aku cuma becanda...Maksudku, mulai sekarang kamu harus inget untuk istirahat jangan paksa diri untuk kerja terus. Gitu. Paham..."
"Iya yaa... Titah raja akan dilaksankan dengan 1 syarat."
"Apa syaratnya sayang..."
"Syaratnya, Kamu kalau kerja juga harus tahu waktu jangan kerja sampe pagi!"
"Iiih kamu tu... Suka gitu, ngeles trus! Hmmm pinter bersilat lidah!" Kataku ngambek.
Pram tertawa... " He he... Gak sayangku, aku becanda... Iyaa sudah hampir sebulan ini aku dah gak kerja sampe pagi. Jam 12 aku dah siap-siap tidur."
"Iyaa bener yaa Pram. Jangan begadang lagi yaa..."
"Iyaa siap sayangku..."
"Pram, aku gak bisa lama-lama, maaf yaa... Ini aku belum dikasi bawa kendaraan sendiri ma suamiku. Sebentar lagi suamiku datang jemput. Udah dulu yaa..."
"Iyaa Ar... Aku juga mau kirim barang orderan orang nih. "
Panggilan kuakhiri. Dan tak berapa lama suamiku datang menjemputku.
__ADS_1
"Ma... Aku mau ngajak mama jalan-jalan bentar. Kita ke pantai yaa..." Kata suamiku.
"Iya Pa... Tapi yang deket-deket aja yaa Pa... Mama masih lemas nih." Kataku.
Iya Ma... "
Kemudian suamiku mengajakku ke pantai yang letaknya gak terlalu jauh dengan rumah.
Sampai di pantai, suami ku mengajakku ke bawah pohon.
" Ma... Papa ada mau ngomong sesuatu. Mama dengerin baik-baik yaa..." Kata suamiku.
"Iya Pa, mau ngomong apa? "Tanyaku.
"Sebelumnya Papa minta maaf, tolong mama jangan berfikir macam-macam."
Aku memperhatikan suamiku baik-baik.
" Mau ngomong apa Pa? Sepertinya serius." Kataku.
"Hmmm... Gini Ma... Papa mau minta ijin ma Mama."
Aku menyimak kata-kata suamiku.
"Mau minta ijin apa Pa?" Tanyaku. Aku menarik nafar dalam, bermacam-macam perasaan bergejolak dalam hatiku.
"Papa akan menikahi Lily, teman kuliah Papa tu." Kata suamiku.
Aku langsung lemas, dan tiba-tiba pikiranku blank. Aku diam sesaat dan menatap suamiku.
"Persiapan pernikahan sudah diurus ma Ali. Kemungkinan aku akan menikah di desanya. Kamu ijinin Papa kan..." Kata suamiku
__ADS_1
Aku menarik nafas dalam. Aku tak menduga kalau keinginan suamiku untuk menikah lagi masih ada.