Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pram gak tenang


__ADS_3

PRAM


Mendengar Ara sakit, entah semangatku menjadi kendor. Aku tak bersemangat. Aku duduk di emperan sebuah toko.


Aku tahu Ara orangnya bersemangat dan tidak mudah menyerah. Sejak pertemuan kami kembali, aku tak pernah melihat Ara mengeluh. Entah karena sakit atau karena bisnisnya yang lagi turun omzetnya. Ara selalu tegar dan tersenyum.


Hanya satu yang sering membuat Ara sedih kadang sampai menangis yaitu konfliknya dengan keluarga suaminya yang tak juga selesai sejak awal pernikahan sampai pernikahannya berumur hampir 20 tahun.


Anakku Rahma menelponku.


"Pa... Papa di mana? Ini ada pelanggan yang ke kantor nyari Papa. Adek dah bilang Papa masih antar orderan mungkin nanti sore baru ada di kantor."


"Siapa namanya Dek?"


"Adek gak tahu Pa. Tadi Adek tanya tapi si bapak malah marah-marah. Adek jadi bingung. Ini si bapak lagi nungguin Papa. Papa cepet balik ke kantor yaa..." Kata Rahma.


"Iya Dek. Ne Papa jalan balik ke kantor." Aku mengakhiri panggilan.


Aku kemudian menuju kantor. Dan sekitar 20 menit aku sudah sampai di kantor.


Aku melihat ada motor parkir di depan kantorku. "Hmmm siapa yaa... Kok ngebet banget ketemu." Pikirku.


Lalu aku masuk dan memberi salam. Bapak itu berdiri dan menyalamiku. Bapak itu memperkenalkan diri, dan mengatakan alasannya harus ketemu langsung denganku.


Setelah 15 menitan kami ngobrol, akhrinya kami sepakat. Bapak ini memberikan orderan besar dari kantornya. Aku bersyukur sekali.

__ADS_1


Setelah semua urusa selesai, aku membicarakan orderan itu ke Rahma.


"Dek... Besok lain kali kalau ada orang yang ngotot seperti tadi pingin ketemu Papa, Adek harus tetap sabar menghadapinya dan sikapi dengan sopan yaa... Jadi adek suruh aja untuk menunggu dan suguhkan minunan air putih." Kataku.


"Iya Pa... Tadi Adek kesel ma bapak tu, habis maksa banget harus ketemu dengan yang punya usaha ini. Masak bapak tu gak mau berurusan ma Adek. Kan Adek jadi kesel Pa." Kata Rahma sambil memonyongkan mulutnya.


Aku tersenyum melihat tingkah Rahma. Anakku masih tingkahnya seperti anak kecil. Aku berdiri dan mencium rambut Rahma.


"Iyaa Dek, belajar sabar yaa... Jangan seperti Papa gak sabaran." Kataku sambil memainkan alisku naik turun dan tersenyum.


"Hmmm Papa..."Rahma manyun dan melotot.


Aku tertawa.


Aku mencoba menggambar desain, namun pikiranku ke Ara. "Bagaimana keadaan Ara?" Pikirku.


Aku menarik nafas panjang. Aku tak tahu kalau Rahma anakku sedang memperhatikan aku. Tangan dan pandanganku ke laptop tapi pikiranku ke Ara.


"Pa... Papa kenapa? Kok dari tadi Adek perhatiin Papa seperti lagi ada masalah. Papa tarik nafas panjang terus." Kata Rahma.


Aku kaget kemudian aku berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Ini Papa lagi gambar Dek. Cuma Papa lagi belum mood aja. Ini rasanya Papa mau beli aja Mood nya. Kira-kira kita bisa beli di mana yaaa Dek?" Tanyaku sambil pasang muka serius.


"Maksud Papa, Mood apa Pa yang Papa mau beli.?" Kata Rahma asal jawab, karena lagi sibuk gambar juga.

__ADS_1


Aku tertawa terbahak-bahak. Dan Rahma menoleh ke arahku sambil menaikkan alisnya.


"Papa kenapa ketawa sih? Ketawain adek yaa?" Tanya Rahma cemberut.


Aku beranjak dari kursiku, kemudian kuhampiri anakku.


"Adek sayang... Papa tadi bilang Papa tu lagi gambar tapi Papa lagi gak Mood, trus Papa bilang Papa mau beli Mood, cuma Papa bingung mau beli di mana?" Kuelus rambut anakku.


Adek langsung melotot.


"Iiih Papa ini nyebelin, Adek pikir apa gitu eee tahunya Papa yang lagi gak mood. Hmmm."


Aku tersenyum.


"Dek... lagi gambar apa ni?"


"Ini lho Pa, adek mau gambar untuk orderan pak Budi. Tapi Adek gak bisa paskan garisnya. Adek kesel." Kata Rahma.


"Ooh itu to.... Sini Papa ajari."


Aku kemudian mengajari Rahma menggambar. Aku bahagia melihat Rahma semangat membantuku di kantor.


Aku mengambil handphone ku, aku berharap ada pesan masuk dari Ara. Tapi ternayta tidak ada. Aku duduk lemes dan keluar daru kantor. Aku duduk di pojokan sambil membakar rokokku sebatang.


"Ara... I love you... Aku kangen Ar. Aku kepikiran kamu terus." Bathinku.

__ADS_1


__ADS_2