Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Gagal jalan-jalan


__ADS_3

Sore pun tiba..Suamiku sudah pulang dari kantor.


"Ara... kamu sudah siap-siap kan?" Tanya Muhlas suamiku.


"Oh iya bang, sudah, tapi sebaiknya Abang istirahat dulu bentar ... Kan baru pulang kantor, masak kita mau langsung pergi." Kataku dan duduk di sebelah suamiku sambil aku suguhkan teh hangat.


"Iyaa Ar... Aku istirahat sebentar aja yaa, terus kita jalan yaa." Kemudian suamiku meminum teh hangatnya.


Aku memperhatikan suamiku yang tampak lelah.


"Tapi kalo memang abang lelah sekali, gak apa-apa besok aja kita perginya..."


"Gak kok, aku gak lelah... Aku juga pingin jalan-jalan. Lama kita gak pergi jalan-jalan liat keadaan kota."


Aku tersenyum mengangguk senang, karena aku juga sudah pingin sekali keluar jalan-jalan.


Kemudian aku bersiap-siap, mengganti pakaianku.


Tak berapa lama, kudengar ada yang memberi salam di depan pintu. Suamiku membukakan pintu, ternyata dua adiknya yang datang.


"Hmmm... batal deh perginya " kataku dalam hati. Aku kecewa, karena ini sudah ke tiga kalinya aku dan suamiku batal pergi karena kedatangan keluarganya. Ada saja yang datang, kadang ibu ma bapaknya, kadang pamannya dan yang paling sering adik-adiknya.


Aku duduk lemas di pinggir ranjang.

__ADS_1


Tak berapa lama suamiku masuk kamar, dan duduk di sampingku.


"Dek... maaf yaa... Kita perginya besok aja yaa, ini ada Afif ma Ria adikku di luar. Mereka tiba-tiba datang. " Aku diam mendengar kata-kata suamiku.


Aku pingin nangis, tapi aku tahan.


"Gak apa-apa yaa Dek... Kita perginya besok aja. Jadi besok kita pergi dari pagi aja. Besok kan aku libur kerja, jadi kita bisa pergi rekreasi ke mana gitu. Kita pergi seharian." Suamiku membujukku.


Aku mengangguk. Kemudian aku keluar kamar dan menemui adik-adik suamiku.


Tak berapa lama kedua orang tua suami datang. Aku kaget karena mereka datang gak kasi kabar dulu, sementara aku gak punya stock untuk makan malam. Yang tersisa di dapurku hanya 2 butir telur saja.


Akhirnya malam pun tiba. Aku memberitahu suamiku kalau aku tidak punya stock untuk makan malam.


Setelah makan malam selesai, kedua mertuaku pamit akan pulang demikian juga adik-adiknya. Karena hari sudah malam jadi angkutan agak sulit didapat, yaaa akhirnya Suamiku yang mengantar mereka bolak balik.


Jarak umah mertuaku dengan tempat kosku skitar setengah kilo jadi lumayan juga waktu untuk bolak balik antar semuanya.


Setelah semua pulang, kulihat suamiku duduk bersandar lelah di ruang tamu. Aku kasihan melihatnya. Aku menghampirinya sambil membawa segelas air putih.


"Bang... ini minumnya... " Kataku kemudian aku balik ke kamar.


Tak berapa lama suamiku masuk kamar, namun mungkin karena lelah akhirnya dia tertidur. Demikian juga denganku, aku pun tertidur.

__ADS_1


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku dan suamiku sudah bersiap-siap akan pergi rekreasi seperti yang semalam dijanjikan oleh suamiku.


Saat kami akan keluar, tiba-tiba kulihat kedua adik suamiku Ria dan Afif datang dan berdiri di pintu gerbang. Aku benar-benar kaget, karena sungguh kali ini aku tidak mengharapkan kedatangan siapapun.


"Bakal gagal lagi nih aku keluar..." bathinku.


"Oooh kamu Afif, ajak kakakmu Ria masuk." Kata suamiku.


Kemudian kedua adiknya masuk.


"Dek, kita perginya ntr siangan aja yaa...kasian Afif ma Ria baru aja datang." kata suamiku.


Aku mengangguk.


waktu terus berjalan, hingga jam menunjukkn pukul 12 siang, kedua adik suamiku belum juga beranjak pulang, akhirnya aku masuk ke kamar dan tertidur.


Skitar pukul 2 siang aku dibangunkan suamiku, karena aku belum menyiapkan makan siang.


"Maaf bang, kemarin aku gak ke pasar karena kita janjiian akan pergi makan malam di luar. Dan barusan aku juga gak ke pasar kan, jadi maaf aku gak punya bahan makanan untuk aku masak. Aku hanya punya beras saja."


"Ooh begitu... Iya sudah, gak pa-pa Dek, biar aku suruh Afif beli makanan di warung aja." Suamiku keluar dan menyuruh adiknya Afif untuk membeli lauk di warung.


Oh iyaa, aku kalau ke pasar gak belanja banyak-banyak karena aku belum punya kulkas. Jadi aku gak punya stok makanan untuk beberapa hari, cukup untuk 2 hari saja. Maklum aku baru menikah, tinggal di kos-kosan dengan gaji suami yang hanya cukup untuk 1 bulan.

__ADS_1


Lagi-lagi aku kecewa, karena apa yang aku rencanakan gagal lagi. Hmmm tapi aku berusaha untuk tetap tersenyum.


__ADS_2