Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Keikhlasan Cinta


__ADS_3

Sekarang kami membatasi diri untuk saling berkabar. Itulah kesepakatanku sengan Pram. Karena aku gak ingin keadaan semakin parah.


Pram ingin usahanya cepat berhasil dan Pram tak ingin aku merasa serba salah. Cuma kami membatasi waktu kami untuk saling telpon.


Sebelumnya Pram menelponku hampr setiap hari, namun sejak suamiku melarangku chatting maupun telponan dengan Pram, kami telponannya tak menentu. Tapi tidak sesering sebelumnya.


Hari ini genap seminggu Pram tak menlponku. Aku rindu padanya. Dan aku tak tahu bagaimana perkembangan usahanya. Aku hanya bisa berdoa semoga Pram sehat selalu dan Tuhan aelalu memberinya kesehatan, kemudahan dan rizki yabg lancar dan berkah.


Saat istirahat siang... Telponku berdering, dan kulihat tak ada nama si kontakku. Aku ragu untuk menerimanya. Dan tak lama berbunyi notifikasi pesan masuk. Kubuka.


"Ara...."


"Ini aku..."


Aku yakin ini Pram.


"Iyaa... Kenapa pakai nomor lain lagi?"


"Iyaa.... Besok kapan-kapan aku ceritain. Ini aku cuma mau tahu keadaanmu. Kamu sehat kan?"


"Iyaa Pram, aku sehat. Kamu gimana, sehat juga kan?"

__ADS_1


"Aku sehat, cuma keadaan di rumah lagi tidak baik-baik saja. Jaga diri baik-baik yaa sayang... Dan tolong jaga kesehatanmu untukku. I love you .. Udah dulu yaaa...Doain aku sayang..."


Aku menarik nafas panjang... Ada apa denganmu Pram? Apakah Mbak Pipin tahu tentang hubunganku lagi??...Oooh....


Aku memegang kepalaku, dan menarik nafas dalam-dalam. Aku menenangkan diriku. Aku sebaiknya tidak berfikir macam-macam. "Semoga kamu baik-baik saja Pram, dan kamu bisa ngelewati semua..." Bathinku.


Aku kemudian melanjutkan aktifitasku seperti biasa.


Hari berganti hari, aku selalu menunggu kabar dari Pram. Namun hingga hampir 1 minggu tak ada kabar satu pun dari Pram. Aku menarik nafas dalam-dalam... Tak terasa air mataku berlinang.... Aku kepikiran keadaan Pram di sana.


Aku berfikir lagi soal hubunganku dengan Pram ini. Aku tak tahu hubungan apa yang kami jalani, yang pasti Aku sangat menyayanginya dan begitupun Pram sangat menyayangiku dan mencintaiku.


Hubungan kamu sudah memasuki tahun ke 3. Kami terpisah oleh jarak dan laut, namun rasa yang kami punya sungguh indah dan kuat. Kami sama-sama saling menjaga dan mensupport. Dan kami tetep menjaga keutuhan rumah tangga kami masing-masing. Karena kami berdua sadar bahwa cinta itu suci.


"Tingkat tertinggi dalam mencintai adalah ikhlas"


Kata-kata itu sering dikatakan Pram saat masalah yang berhubungan dengan hubungan kami sedang dihadapinya. Pram tetpa kuat dan tegar, namun kadang aku sering merasa tak sanggup untuk melihatnya menderita.


Tepat jam istirahat, masuk telpon dari nomor yang sebwlumnya dipakai Pram untuk menghubungiku. Aku langsung menerimanya.


"Pram.... Aku khawatir ma keadaanmu..."

__ADS_1


"Iyaa Ara... Aku baik-baik saja. Kamu sehat kan sayang..." Tanya Pram.


"Iyaa Pram, aku sehat... Gimana keadaanmu Pram? Ada masalah apa? Hampir seminggu kamu gak hubungi aku. Aku gak tenang Pram. Aku kepikiran kamu terus."


" Masak kepikiran aku??? Bukannya banyak tuu yang audah hibur hati kamu Ar."


Aku langsung diam. Aku kesal dengan kata-kata Pram.


"Kok diam Ar? Marah yaaa..... Hmm jangan cepet marah dong sayang.... Aku cuma becanda kok." Kata Pram.


Aku tetap diam.


"Ara... Aku kangen Ar... please jangan marah sayang..."


"Aku gak suka denger kata-katamu yang tadi tu."


"Iyaa sayang... Maafin aku yaaa... i love you...."


"Iyaa jangan ngomong hitu lagi yaa..."


"Iyaa sayangku...,"

__ADS_1


"Pram... Ceritain aku, ada apa masalah apa?"


"Iyaa sayang..."


__ADS_2