Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Kehendak Tuhan sungguh menakjubkan


__ADS_3

Aku lihat Pram chatting ku. dan kemudian aku lanjut menulis pesan.


"Maaf Pram, barusan suamiku nanyain aku chatting ma siapa."


Dan Pram membalas chatting ku.


"Ooh gitu... Maaf aku ganggu yaa Ar... Kalo ganggu yaa kita lanjutkan besok aja."


"Gak ganggu kok Pram...Aku sudah bilang ke suamiku, dan suamiku ngerti. Malah dia bilang awal-awal di group itu yaa memang rame, tapi ntr lama kelamaan jadi sepi."


"He he... begitulah Ar, biasanya seperti itu."


"Ara.."


"Aku tadi lihat postingan mu, ternyata jualan online mu lancar juga yaa.."


"Yaa begitulah Pram, ada saat rame dan ada kalanya saat sepi."


"Kamu ada toko offline nya juga yaa."


"Ya, ada tapi toko ku gak besar Pram. Cuma untuk mendukung toko online ku aja Pram. Karena kadang aku malas untuk berangkat ke toko."


"Eeeh gak boleh malas, gak boleh tolak rezeki lho."


"Iyaa... Ada saat aku ingin bersantai di rumah, eee ada yang janji mau datang ke toko. Jadi yaa terpaksa harus ke toko."


Aku penasaran dengan Media sosial X milik Pram. Aku membukanya. Dan aku melihat postingan terakhirnya 3 menit yang lalu.


"Kehendak Tuhan sungguh menakjubkan"


Aku langsung kembali chatting Pram, dan kulihat ada pesannya yang belum aku baca.


"Ara.. Kamu jualannya pakai promosi juga?"


Aku pun membalasnya.


"Gak.. Aku gak pakai promosi Pram, soalnya aku gak begitu paham."


"Oh iya Pram...Aku barusan buka postingan mu di medsos X


"Aku suka dengan postingan mu itu. Aku suka kata-kata yang kamu tulis"


"Yang mana Ar? Yang baru aku tulis yaa..."

__ADS_1


"Ya Pram."


"Ooh itu... Kamu tahu apa sebabnya aku menulis itu?"


"Persisnya aku gak tahu Pram."


"Aku menulis itu, karena kehendak Tuhan sungguh tidak bisa diduga dan benar-benar menakjubkan."


"Begini Ara...Aku sudah bertahun-tahun mencari keberadaan kamu tapi gak bisa aku temukan.'


"Aku sudah menanyakan mu di teman-teman sekelas yang kebetulan ada nomor telponnya di aku, tapi mereka semua gak tahu. Seperti kata teman-teman di group, kamu seperti ditelan bumi "


"Aku putus asa. Tapi Tuhan mendengar doaku. Sekarang


akhirnya aku menemukanmu atas ijinNya."


"Itu makna postinganku Ar..."


Aku membaca chatting Pram, namun entah mengapa air mataku manetes. "Mengapa sekarang kamu mencariku Pram.. Kamu kemana 20tahun lalu????" bathinku. Dan aku menangis.


Aku segera menghapus air mataku, karena aku gak mau suamiku melihatku menangis tanpa sebab karena itu akan menjadi pertanyaan besar baginya.


Aku menoleh ke tempat tidur, dan kulihat suamiku sudah tidur. Mungkin karena lelah. Aku kemudian mengbil selimut, dan menyelimuti tubuh suamiku.


" Ooh begitu...Emang sejak kapan kamu mencariku?"


Pram langsung menjawab pesannku.


"Aku pikir kamu dah tidur Ar..."


" Ara, aku mencarimu lagi sejak ada media sosial ,aku mencarimu tapi gak juga aku temukan."


"Oh iya Ara... Kamu kenal Edo gak? Teman sekampung denganmu yang kuliah di kota x."


Aku mencoba mengingat nama Edo yang disebut Pram dan Pram juga membantuku untuk mengingatnya.


"Ooh Edo yang itu... Yaa... yaa, aku ingat sekarang."


"Ada apa dengan Edo, Pram?"


"Aku mencari informasi tentang kamu di Edo, tapi ternyata Edo juga gak tahu"


"Iyaa wajar Edo gak tahu Pram. Karena sejak aku menikah, aku jarang pulang ke rumah orang tuaku."

__ADS_1


"Ooh gitu yaa... Pantas Edo gak tahu."


"Ara..." Pram memanggilku.


"Ya Pram..."


"Mama dan Papamu masih tinggal di tempatmu dulu Ar?"


"Papa sudah lama meninggal Pram. Papa meninggalkan aku 4 bulan setelah aku menikah. Waktu itu aku benar-benar terpukul, karena sebenarnya Papaku gak ngijinin aku menikah dulu, Papa minta aku temanin dulu 1 tahun ini dan tahun depan baru aku boleh menikah."


"Aku merasa sangat menyesal dan bersalah Pram."


"Ooh begitu yaa Ar.. Aku turut berduka cinta Ara....Semoga Papa mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya..aamiin...


"Makasi Pram..."


"Sekarang yang tinggal di sama cuma Mama."


"Mama tinggal sama siapa Ar?"


"Mama sendiri Pram."


"Ooh gitu.. sebaiknya Ara sering-sering kunjungin mama yaa... Kasian klo dibiarkan sendiri."


"Iya Pram... Makasi yaa..."


Ada yang ingin aku tanyakan pada Pram, tapi mungkin sifatnya pribadi. Jadi aku ragu-ragu untuk menanyakannya.


Sebaiknya aku tidak menanyakan.


"Araa... aku mau kirim video ke kamu, video acara UMKM kemarin. Kebetulan aku jadi motivatornya."


"Ooh iyaa... Kirim dah Pram, nanti aku tonton


"Iya Ara... Tapi habis itu kamu langsung istirahat yaa. Aku gak mau kamu sakit."


"Iya Pram."


Tak berpaa lama ada video masuk, rupanya ini yang dikirim Pram. Aku membuka videonya. Aku melihat bagaimana Pram bersemangat menyampaikan materi tentang " Trik jitu menaikkan omset penjualan dalam era Digitalisasi."


Aku tonton video itu berulang-ulang. Aku lihat bagaimana semangat Pram. Dan di situ tampak ciri khas Pram kalau sedang berbicara. Aku teringat waktu SMA dulu. Dan tak terasa air mataku menetes, aku menangis lagi.


Aku segera masuk ke kamar mandi dengan maksud mencuci mukaku yang tampak sembab, tapi air mataku gak juga bisa berhenti menetes.

__ADS_1


Sekitar 5 menit, akhirnya aku keluar dari kamar mandi. Aku memandang suamiku, kemudian aku mengecup keningnya. Aku berusaha memejamkan mataku.


__ADS_2