
Sejak peristiwa di vila Sari, kak Joko mulai menjauhiku. Di setiap acara kampus yang melibatkan aku dan kak Joko, kak Joko tampak menghindar dariku. Semua butuh waktu. Aku tahu kekecewaan yang kak Joko rasakan, tapi cinta tidak bisa dipaksakan.
Sekarang aku sudah kuliah semester 7. Aku harus menyelesaikan tugas KKN(Kuliah Kerja Nyata), yang sekarang dikenal dengan Kerja Praktek(KP).
Aku dapat tugas KKN di desa B. Daerahnya terpencil banget, pedesaan yang masih asri dan udaranya sangat dingin sekali. Aku sampai menggigil saking dinginnya.
Anggota KKN ada 8 orang, 5 orang cowok dan 3 orang cewek. Dan Rifki ditunjuk sebagai Pak ketua KKN karena orangnya tampak berwibawa dan tegas. Kemudian kami saling berkenalan satu sama lain.
Disinilah aku berkenalan dengan Bagus, salah satu anggota KKN yang berperawakan tinggi besar dengan postur tubuh yang bagus.
"Kalo gak salah tadi namamu Ara yaa, "tanya Bagus sambil mengernyitkan dahinya.
Bagus menyapaku saat aku sedang membuat denah program kerja.
"Yaa, Ara," jawabku.
"Aku Bagus." Bagus menyodorkan tangannya kepadaku.
Setelah berjabat tangan, aku melanjutkan pekerjaanku.
"Tulisanmu bagus Ara..."
Aku tersenyum sekilas saja dan tetap mengerjakan membuat denah.
Kemudian datang teman-teman yang lain, akhirnya kita ngobrol-ngobrol membaur agar bisa saling mengenal.
__ADS_1
***
Sore harinya saat aku akan pergi mandi, Bagus memanggilku. Aku ditemani Dewi.
"Ara, tunggu!"
Aku menoleh ke belakang, kemudian Aku dan Dewi menghentikan langkah menunggu Bagus.
"Kamu mau mandi kan? " tanyanya.
Aku mengangguk.
"Aku disuruh Pak Ketua ke sini temenin kamu berdua mandi."
Letak kamar mandi memang agak jauh dari Posko, dan kebetulan sudah hampir gelap jadi suasananya agak serem dan hening. Syukurlah ada Bagus yang menemani.
***
"Ara... lagi masak apa, bau sedap . masakanmu sampai ke depan lho." Bagus masuk ke dapur melihat aku dan Dewi yang lagi masak. Aku dapat giliran masak hari ini.
"Aku masak balado Ikan asin ma tempe bacem. Masak si baunya sampe ke depan??" Aku tersanjung.
Dewi menyela," bilang aja kalo perut kamu dah lapar Gus, pura-pura bilang masakan sedap segala..Hmm alasan.' Dewi mencibirkan bibirnya.
Aku tersenyum melihat bibir Dewi yang mencibir.
__ADS_1
Bagus tertawa dan menggelengkan kepalanya.
" Kamu tu Wik, tahu aja kalo perutku dah lapar. Beneran, dari tadii aku sudah lapar. Tadi aku sudah beli pisang goreng tapi perutku isi tampungnya banyak, jadi diisi pakai pisang goreng gak bakal cukup untuk memgenyangkan perutku." Bagus membela diri.
Kemudian Bagus mencicip tempe goreng.
"Sebentar lagi semua sudah bisa disantap, tenang aja Bagus. Nanti kamu dah yang banyak makannya, " candaku ke Bagus.
Bagus melirik padaku," Bener yaa Ar... makasi." Bagus mengacungkan jempolnya.
Dewi tertawa melihat sikap Bagus.
Saat makan siang tiba, aku makan bersama teman-teman KKN ku..Kami semua makan lahap sekali, walaupun lauknya sederhana. Mungkin karena udara pedesaan yang dingin membuat kami semua merasa sering lapar. Dan kebersamaan saat makan itu juga membuat selera makan bertambah.
Hampir 1 bulan sudah kami di desa KKN, tapi kami semua merasa betah. Karena rasa persaudaraan di antara kami semakin kuat.
Aku dan Bagus semakin hari semakin akrab. Saat pergi ke rumah-rumah warga, Bagus selalu menemaniku. Di setiap ada kegiatan beregu, Bagus selalu meminta 1 regu denganku. Teman-teman sudah ada yang mulai curiga kalo aku dan Bagus Cilok(cinta lokasi).
Malam harinya kami kumpul lagi di posko KKN. Semua berkumpul, ada yang lagi asyik maen catur, ada yang melanjutkan kerja dan ada pula yang maen kartu.
Suasana di posko KKn tampak ramai dan menyenangkan.
Tak lama Kemudian pak Ketua mengajak teman-teman yang pria untuk balik ke posko Pria.
" Sudah selesai waktunya di sini teman2, Sekarang kita kembali ke posko cowok yuks..... Biar yang cewek-cewek ini bisa istirahat. Pak Ketua langsung beranjak hendak pergi. Kemudian teman-teman yang cowok pamit dan mengikuti langkah pak Ketua menuju posko cowok.
__ADS_1