Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Kak Joko deketin Ara


__ADS_3

Enam bulan berlalu....


Aku duduk di bangku taman ditemani Amir, menunggu jam kuliah ke 4. Aku membaca buka dan Amir sedang memeriksa tugas paper nya sebelum dijilid.


" Ara.. kamu ditunjuk sebagai bendahara di acara seminar Itu yaa? " Kata Amir sambil tetap merapikan berkas-berkas paper nya.


"Oh iyaa Mir, begitulah. Aku si maunya cuma ikut jadi panitia konsumsi aja, tapi kak Joko minta aku yang membantunya mengurus keuangan. Jadi yaa aku terpaksa terima."


" Hmm bang Joko tu modus, sengaja pilih kamu jadi bendaharanya supaya bisa deketin kamu. Masak kamu gak paham sih." Amir menggodaku sambil tertawa.


Aku hanya tersenyum kecil dan tetap melanjutkan bacaanku.


Aku diikut sertakan dalam kepanitiaan Seminar Regional X olek kak Joko, yang kebetulan kak Joko ditunjuk sebagai ketua panitia oleh bapak dekan.


Joko adalah kakak tingkat aku. Aku kenal kak Joko waktu akan mengambil beasiswa di bagian kemahasiswaan. Amir yang mengenalkan aku. Sejak perkenalan itu, Kak Joko yang waktu itu menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa sering menanyakan aku di Amir.


Memang kak Joko sering mencari perhatian ku. Sering berusaha mendekatiku di saat ada rapat-rapat kepanitian. Bahkan Joko kadang gak segan-segan mengungkapkan perasaannya di depan teman-teman.


Cuma aku gak respek dengan kata-kata dan perhatian Joko, jadi aku cuma tersenyum saja dan kadang aku menghindarinya.

__ADS_1


Joko tidak patah semangat dengan sikapku yang dingin-dingin saja. Di setiap kesempatan Joko memberikan perhatian lebihnya kepadaku.


"Ar, beneran nih kamu gak ada rasa ma Joko? Joko itu cakep lho, banyak adik-adik mahasiswi suka ma dia, masak kamu gak tertarik?" Amir menoleh kepadaku.


Aku tersenyum lagi dan menggeleng.


"Ara... Kamu ini gimana si.. Dari tadi aku tanya jawabannya cuma senyum aja. Jawab apa kek..hmm." Amir mulai kesal.


Ku tutup bukuku dan menoleh ke Amir.


"Trus aku harus jawab apa Mir? Kan kamu tahu aku belum mikir ke arah itu, aku lagi fokus belajar biar kuliahku cepet kelar."


Amir memandangku.


"Hai Ara.. ternyata kamu di sini sama Amir. Tadi aku mencari kamu ke ke ruangan kuliahmu tapi kamu gak ada. Trus Icha bilang kalo kamu di sini, jadi aku langsung susul ke sini." Kak Joko menatapku.


Aku tersenyum dan langsung menunduk.


"Kamu dah sarapan Ara? " Kak Joko bertanya kemudian duduk di depanku.

__ADS_1


"Sudah kak, " jawabku singkat dan tersenyum.


"Kalau aku belum bang," Amir nyeletuk.


Kak Johan langsung tertawa. "Kalo kamu si gak perlu sarapan Mir, kamu cukup minum air putih aja, tu liat perutmu sudah buncit jadi gak perlu sarapan."


Amir langsung memanyunkan mulutnya.


"Yaaa kalo ke aku begitu yaa, tapi kalo ke Ara maniiis yaa, hmmm..." Amir kesal.


Kak Joko tertawa terkekeh-kekeh. Kemudian kak Joko menyuruh Amir pergi, "Mir, tadi pak dekan nyariin kamu. cepet menghadap sana, katanya penting!"


"Kira-kira a apa bang ? "


"Gak tahu Mir, pokoknya tadi pak Dekan nyari kamu..Oh iya tadi aku lihat pak dekan di kantin, kamu susul aja ke sana Mir. Buruan... Sebelum beliau nya pergi."


Amir segera memasukkan semua berkas-berkas miliknya ke dalam tas. "Hmm.. modus kayaknya ne bang Joko, paling mau deketin Ara," batin Amir.


"Ya udah... Ara, kamu aku tinggal dulu yaa,hati-hati ma bang Joko," kata Amir sambil berlalu.

__ADS_1


Kak Joko senyum-senyum," Udah,, Ara aman bersamaku."


Tinggallah aku berdua dengan kak Joko. Aku lanjutkan membaca bukuku yang tadi terhenti.


__ADS_2