Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pipin kenalan dengan Ara


__ADS_3

Tut...Tut...Tut... Aku mencoba menelpon Ara.


Dan Ara mengangkat telponku.


"Yaa... Hallo..." Kata Ara di seberang sana.


"Hallo Ar, maaf ne aku ganggu nelpon kamu."


"Gak apa-apa Pram, bagaimana keadaan istrimu? Sudah baikan kah?"


"Syukurlah Ar, sudah baikan. Begini Ara, istriku pingin kenalan ma kamu. Dia penasaran karena dulu waktu aku ajak ke rumahmu gak ketemu sama kamu."


"Ooh iyaa Pram, aku juga pingin kenalan."


Aku kemudian memberikan telponnya ke Pipin istriku.


"Halo Ara...Ini aku Pipin, istrinya Pram." istriku menyapa lebih dulu.


"Oh iyaa mbak Pipin... Salam kenal yaa..." kata Ara.


Aku mendengar suara Ara di seberang sana. Handphone ku sengaja aku hidupkan speakernya. Mendengar suara, aku teringat masa-masa waktu SMA dulu. "Ara... Aku rindu suara itu, suara lembut mu," bathinku


"Aku tadi minta ke Pram untuk telpon kamu, soalnya dulu Pram pernah ngajak aku ke rumahmu tapi kita gak ketemu."


"Oh iya mbak? Sayang sekali yaa mbak... "


"Iyaa waktu itu, aku ke tempatmu sebelum kami menikah."


"Iya mbk, seingat ku dulu bibi ada ngasi tahu kalo ada yang nyari aku, laki ma perempuan. Namanya Pram. Itu kata bibiku dulu, seingat ku." kata Ara.


Aku hanya mendengarkan percakapan istruku dengan Ara di telpon.


"Mbk Pipin, gimana keadaan mbak? Tadi Pram cerita klo mbak sakit kepala."


"Aku sudah baikan, kepalanya dah gak sakit lagi seperti tadi Ara. Oh manggil Pram pakai mas yaa?"Kata istriku.


"Gak mbak, maaf Ara masih terbiasa panggil nama aja mbak."

__ADS_1


"Ooh gitu, aku kira manggil Pram pakai mas. He he.."


"Ara, aku tu suka tiba-tiba pusing, muter-muter rasanya kepalaku ini. Gak tahu kenapa."


"Ooh... mungkin mbak vertigo, Ara juga sering vertigo mbak, tiba-tiba gitu dah datengnya. Tapi karena Ara sudah sering kena jadi yaa Ara dah tahu ciri-cirinya kalau mau kumat. Ara selalu bawa persediaan obat vertigo di dalam tas Ara, kemanapun Ar pergi."


" Ooh gitu toh... yaa yaa.. Aku pernah ke dokter juga dibilang begitu. Aku dibilang vertigo. Yaa mungkin karena kecapekan yaa Ara."


"Iya mbak, biasanya pemicunya karena kecapekan atau ada banyak yang dipikirkan." Kata Ara di seberang sana.


"Masak iya kamu banyak yang dipikirkan, kan hidupmu dah mapan Ara." Kata istriku.


Terdengar Ara tertawa kecil di seberang sana.


"Iya mbk, namanya hidup pasti ada aja yang kita pikirkan."


"Iya betul Ara."


"Maaf mbk, lain kali Ara telpon lagi yaa, ini baru datang pelanggan Ara."


"Gak ganggu kok mbak... Oh iyaa mbak, istirahat yaa...Ara doain mbak Pipin cepet sehat yaaa...Aamiin."


"Aamiin...Makasi yaa..."


"Sama-sama mbak, lain kali Ara telpon lagi yaah..."


Istriku memberikan handphone nya kepadaku. Dan Handphone aku taruh di atas teras.


"Pa .. ibu mau makan dulu yaa. Papa kalo mau balik ke kantor berangkat aja gak apa-apa, ibu dah baikan kok." Kata Istriku.


"Lho belum makan yaa... Sudah, ibu duduk aja di sini, ntar Papa yang ambilkan makan siangnya." Kataku sambil menuju dapur.


Aku mengambilkan makan siang istriku dan segelas air putih untuk minumnya. Aku memberikannya pada istriku.


"Bu...Kalo ibu masih pusing, makannya di kamar aja, yuk." Kataku menawarkan pada istriku.


"Gak, di sini aja dah Pa... Ibu dah bosen tiduran dari tadi."

__ADS_1


"Iya sudah. Sekarang ibu makan dulu yaa... Papa mau siap-siap balik ke kantor trus nanti dari kantor Papa jemput Yusuf."


Pipin hanya mengangguk sambil menikmati makan siang seadanya.


Aku balik ke teras, menemani istriku makan siang. Setelah istriku selesai makan siang, aku menyuruhnya istirahat aja dulu, gak usah beres-beres rumah.


"Sudah, sekarang ibu istirahat di kamar aja yaa... Papa mau balik ke kantor dulu."


"Iya Pa...Hati-hati di jalan Pa..."


Istriku mencium tanganku dan ku kecup keningnya.


Aku menghidupkan motorku, dan motorku melaju ke kantor.


Sesampai di kantor, pak Amin menyapaku.


"Lho... Kok dah balik Pak, gimana keadaan ibunya Yusuf?" Tanyanya.


"Sudah membaik Pak... biasa vertigonya kumat Pak."


"Ooh vertigo yaa... Tapi syukurlah kalau sudah membaik keadaannya."


Aku menuju meja kerjaku. Aku membuka laptop ku dan mulai berkerja.


Pak Amin menghampiri ku. Dan membawa berkas-berkas kerjaan.


"Pak... nanti tolong Pak Pram kerjakan berkas-berkas ini yaa.. Gak buru-buru sih... Yaa 3 hari bisa diberesin kan..."


Aku melihat berkas- berkas yang diberikan kepadaku, aku memperhatikan dan mempelajari nya secara singkat.


"Nanti kalo ada yang gak dipahami, bisa kita diskusikan ya Pak."


"Baik Pak. Aku selesaikan proyek X ini dulu, mungkin nanti malam atau besok pagi aku akan mulai menggarap berkas-berkas yang ini."


"Iya Pak Pram. Aku tinggal dulu yaa... Aku mau antar istriku pergi ke rumah orangtuanya. Mungkin nanti malam aku gak ke kantor."


" Ooh iyaa Pak. Hati-hati di jalan Pak." Kataku dan Pak Amin pun beranjak pergi.

__ADS_1


__ADS_2