Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Hari ini aku sudah bisa pulang dari rumah sakit.


Aku bersyukur setelah hampir 2 minggu aku dirawat, akhirnya aku bisa pulang. Keadaanku belum sehat benar, namun aku sudah tidak merasa sesak nafas lagi jadi kupikir sebaiknya aku berobat jalan saja.


" Pa...Kita tunggu Rahma selesai urus pembayaran baru kita bisa pulang." Kata Istriku.


"Iyaa Bu ... Gimana untuk pembayarannya, apakah uangnya cukup Bu?"


"Sudah beres semua Pa... Papa gak usah pikirkan itu. Semua sudah beres. Ibu senang, Papa sudah sehat. Anak-anak juga sangat bahagia dan bersyukur Pa."


Aku tersenyum dan mengecup kening istriku.


" Bu, Papa nanti jalan aja yaa .. Papa gak mau pakai kursi roda."


Istriku tersenyum. " Kenapa... Papa malu pakai kursi roda yaa?"


" Gak lah... Cuma Papa ngerasa sekarang Papa dah sehat, nafas Papa sudah stabil jadi yaa Papa gak butuh kursi roda."


"Iyaa Pa..."


Sabila dan Rahma masuk menyapa, menyalamiku dan istriku bergantian.


"Paa... Sekarang kita dah bisa pulang, semua sudah beres." Kata Rahma.


"Syukurlah Dek...Papa kangen rumah Dek." Kataku.


" Iyaa sekarang Papa harus nurut yaa Pa.... Pesan Pak Dokter kemarin, Papa boleh pulang dan berobat jalan dengan syarat Papa harus istirahat total di rumah sampai Papa bener-bener sehat " Kata Sabila.


"Iyaa Nak ...."


Rahma membantu ibunya beres-beresin barang-barang kami selama menginap di rumah sakit.


Sementara Sabila membantuku menyisir rambutku dan memakaikan aku baju.

__ADS_1


"Sudah, Papa dah sehat sekarang. Papa bisa pakai sendiri Nak." Kataku.


Sabila tersenyum dan memandangku.


" Pa... Sabila seneng dan bahagia banget Pa... sangat bersyukur Papa sudah sehat. Sabila sayang ma Papa ..."


Aku terharu mendengarnya, kemudian aku mengelus wajah anakku.


" Iya Nak... Papa bahagia dan Papa sayang ma kalian semua."


Setelah selesai beberes, kami pulang.


Rahma sudah memesan taxi untuk kepulanganku, aku ditemani istriku sementara Sabila dan Rahma naik motor.


Saat perjalanan kami menuju rumah, teleponku berdering. Istriku langsung mengangkatnya.


"Ara ..."


Istriku menghidupkan speakernya.


" Iyaa Ar... Ini kami lagi di taxi mau pulang." Kata istriku.


"Ooh syukurlah... Aku seneng dengernya mbak... Maaf mbak, urusan di rumah sakit sudah bereskah?" Tanya Ara.


Aku hanya mendengarkan percakapan mereka berdua.


"Iyaa semua sudah beres Ar... Sementara kami pakai dulu uang modal untuk selesaikan pembayarannya."


"Ooh syukurlah... Uang bisa dicari mbak, yang penting semua dah beres. Oke dah salam ma Pram yaa mbak, suruh istirahat yang bener yaa mbak."


" Iyaa, ini dah di denger langsung ma Pram, ini dah mbak speaker."


" Ooh iyaa mbak.... Udah dulu yaa mbak, aku dah ditunggu ma suamiku mau jalan ke toko."

__ADS_1


"Ooh iyaa Ar.... silahkan, nanti kita sambung lagi yaa..."


"Iya mbak ...."


Teleponpun berakhir.


Istriku menggenggam tanganku, kemudian bersandar di bahuku.


Aku memandangnya, kemudian kupeluk.


"I love you..." Kataku.


" Iyaa Pa ... Love you too..."


Sampai di rumah, Yusuf sudah menunggu kami.


Yusuf menyalamiku, kemudian memelukku.


"Pa .... Yusuf seneng sekali Papa dah sehat."


Aku memeluknya...


" Iyaa Nak... Sekarang bertambah ne tugas Yusuf, harus ladeni Papa." Kataku sambil tersenyum.


" Iya Pa.... Yusuf seneng dan siap kok ladeni Papa."


Aku tersenyum dan mengajak anakku masuk.


"Pa... Kok kelihatannya sekarang Papa tambah tinggi dan ganteng yaa..." Kata Yusuf.


" Iyaa lah... Papa kan memang ganteng. " Kataku menggoda Yusuf.


Istriku tertawa.... Dan kamipun tertawa.

__ADS_1


Aku merasa bahagia bisa kembali ke rumah. Aku rindu rumahku, walaupun rumahku tidak seperti istana namun ada kenyamanan yang kurasakan.


Apalagi sekarang keadaan rumah tanggaku sudah lebih baik dan harmonis. Aku bahagia.....


__ADS_2