Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Yaa Sayang.......


__ADS_3

ARA


"Ma ...Bangun Ma... Sudah siang ne Ma..." Kata suamiku membangunkan aku.


"Hmmm... Jam berapa ne Pa?" Tanyaku sambil mengucek-ngucek mataku yang masih terasa berat untuk dibuka.


" Jam setengah 6 pagi Ma. Mama kenapa? Pusing yaa? "


Aku hanya memggeleng.


"Kalo Mama pusing, yaa tidur dulu dah, nanti jam 6 Papa bangunin lagi." Kata suamiku sambil memijit kepalaku setelah diolesi minyak kayu putih.


Aku diam sejenak, dan kemudian mencoba untuk duduk.


"Mama gak apa-apa Pa... Mama mandi dulu biar badan seger," kataku sambil beranjak masuk ke kamar mandi.


Aku mandi pakai air hangat, dan sekitar 10 menit aku sudah selesai mandi.


Aku keluar dari kamar mandi, dan meminta tolong ke suamiku agar membangunkan anak-anak. Namun ternyata anak-anakku semua sudah bangun.


Kemudian aku meyiapkan sarapan untuk keluarga kecilku. Setelah sarapan siap, kami makan bersama.


"Pa... bisa tolong Papa yang antar anak-anak ke sekolah hari ini? Soalnya Mama lagi gak enak badan Pa." Kataku minta tolong ke suamiku.


Suamiku mengangguk dan melanjutkan sarapannya. Aku gak ada nafsu untuk sarapan.


Setelah semua selesai sarapan, anak-anak siap-siap berangkat ke sekolah. Anak-anakku berpamitan dan menyalamiku, dan aku mencium tangan suamiku.


Tinggallah aku sendiri di kamarku. Aku merasa kepalaku agak pusing, jadi aku ambil obatku kemudian aku duduk sandaran di tempat tidurku.


Aku berniat untuk tidak ke toko karena kepalaku masih belum nyaman. Aku mengambil handphone ku dan aku menelpon Siti. Aku meminta Siti untuk membuka toko dan menyiapkan orderan-orderan yang harus dikirim hari ini. Syukurlah Siti menyanggupi.


Tak berapa lama Siti datang ke rumah dan mengambil kunci toko. Aku memberikan arahan ke Siti. Setelah Siti memgerti, barulah Siti menuju toko.


Aku kembali baring-baring di tempat tidur. Aku mengambil handphone ku. Tadi saat aku menelpon Siti aku melihat ada notifikasi pesan masuk dari Pram, seperti nya Pram mengirimnya dini hari.


Aku membuka pesan Pram, yang kupikir sebuah puisi


 


Kemana kau selama ini?


Bidadari yang 'ku nanti

__ADS_1


Kenapa baru sekarang kita dipertemukan?


Sesal takkan ada arti


Karena semua telah terjadi


Kini kau telah menjalani


Sisa hidup dengannya


Mungkin salahku melewatkanmu


'Tak mencarimu sepenuh hati, maafkan aku


Kesalahanku melewatkanmu


Hingga kau kini dengan yang lain, maafkan aku


Jika berulang kembali


Kau 'tak akan terlewati


Segenap hati 'ku cari


Walau 'ku terlambat


Kau tetap yang terhebat


Melihatmu , mendengarmu


Kaulah yang terhebat


Aku membaca pesan itu berulang-ulang, dan air mataku tak henti-hentinya jatuh menetes.


Sekarang aku tahu bahwa ternyata perasaanku dulu pada Pram tidak bertepuk sebelah tangan. Ternyata Pram juga mencintaiku. Namun mengapa semua harus terungkap sekarang. Setelah sekian puluh tahun dan setelah kami masing-masing sudah berkeluarga.


Aku tidak menjawab pesan Pram itu, dan kemudian aku memilih untuk beristirahat. Menenangkan pikiranku.


Baru aku akan memejamkan mataku, handphone ku berbunyi ada notifikasi pesan masuk, 2kali. Namun aku mengabaikannya.


Dan aku mencoba untuk beristirahat tidur. Namun tetap gak bisa. Akhirnya aku bangun, dan membuat secangkir teh hangat manis. Kemudian aku balik ke kamar.


Handphone ku berdering ada panggilan masuk. Aku mengabaikannya. Namun handphone ku berdering lagi, akhirnya aku mengambil handphone ku. Kulihat ada 4 pesan masuk dari Pram dan 3kali panggilan dari Pram.

__ADS_1


Aku menghela nafas dan membuka pesan Pram.


"Pagi Ara..."


"Ara sehatkan?"


"Ar.. Kamu buat aku cemas khawatir. Kamu kenapa Ar."


"Kalau ada kata-kataku yang tidak kamu sukai aku mohon tolong maafin aku."


Pram posisinya aku lihat lagi online. Dan Pram langsung menelpon lagi. Dan akupun menerimanya.


"Ara... Kamu kenapa? Tadi aku kirim pesan tapi gak juga kamu buka. Aku jadi khawatir. Kamu sehatkan??"


Aku masih diam, karena memang kepalaku masih belum nyaman. Aku membaca pesan Pram, namun aku tak membalasnya karena kepalaku yang masih terasa pusing.


Handphone ku berdering, dan kulihat Pram yang menelpon.


Aku menerima panggilan telpon nya.


"Ara... Kamu kenapa Ar?"


"Aku gak apa-apa Pram, cuma kayaknya vertigo ku kumat. "


"Sudah sarapan Ar?"


"Sudah Pram, tadi aku paksa sarapan sedikit."


"Kenapa, ada apa kok vertigonya kumat?" Tanya Pram lagi di telpon.


"Gak tahu Pram... " Kataku di telpon sambil menghela nafas.


"Ar... sudah minum obat?" Kata Pram di telpon dengan suara yang nadanya cemas.


"Aku gak apa-apa Pram. Kamu gak perlu khawatir. Aku tidur dulu yaa....Ya Pram..."


"Yaa sayang..."


Aku kaget mendengar Pram memanggilku dengan kata sayang.


"Ooh maaf Ara.. Maafin aku... Kamu istirahat dulu dah yaa."


Pram kemudian mematikan telpon.

__ADS_1


Aku masih kaget dengan kata-kata Pram yang bilang sayang padaku. Sejujurnya, hatiku bergetar, ada getaran lembut dan indah yang tiba-tiba merasuki jiwa dan hatiku.


__ADS_2