Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Mimpi yang membuatku bersemangat


__ADS_3

Sudah 2 hari aku dirawat di rumah sakit. Keadaanku semakin lemah. Alat bantu pernafasan masih terpasang.


"Pa... Ibu suapin buburnya yaa..." Kata istriku.


Aku menatapnya sendu. Istriku tak henti-hentinya menangis. Aku ingin sekali menghapus air matanya. Namun aku benar-benar lemah tak berdaya.


Istriku menyuapi aku bubur, perlahan-lahan. Aku mencoba untuk menelannya walaupun terasa hambar.


Aku ingin sembuh, itu yang ada dalam anganku. Aku ingin membahagiakan istriku, aku ingin membahagiakan anak-anakku.


Hanya 3 suap yang berhasil kutelan.


" Bu... maafin Papa yaa belum bisa membahagiakan ibu. Papa ingin sembuh Bu. "


Istriku memelukku.


"Ibu sayang Papa... Ibu butuhin Papa...Papa akan sembuh. Ibu selalu mendoakan Papa. Jalani semua ini dengan ikhlas Pa, yang penting Papa harus semangat untuk aembuh. Papa harus paksa diri makan yaa..."


"Iyaa Bu..."


"Oh iyaa Pa... tadi pagi Ara telepon cuma Papa lagi tidur. Ara tanyain kabar Papa... Ibu bilang Papa masih lemah. Tadi ibu mau bangunin tapi Ara bilang jangan. Nanti siang Ara akan telepon lagi katanya. "


Aku mendengarkan cerita istriku.


"Pa.. Ara berpesan, Papa harus paksa makan buburnya dan harus minum obat teratur supaya Papa cepet sembuh katanya. "


Aku mengangguk lemah.


Pintu kamar diketok. Ternyata dokter yang datang.


Dokter memeriksa keadaanku. Dokter menyapaku.


"Selamat pagi Pak Pram." Kata pak dokter.


" Pagi Pak Dokter..." Aku tersenyum.

__ADS_1


"Keadaan bapak sudah ada kemajuan. Nanti saya resepkan tambahan obat untuk mengurangi sesaknya yaa Pak. Yang penting bapak harus tetap semangat yaa." Pak dokter tersenyum menyemangatiku.


Aku mengangguk. " Makasih Pak Dokter."


" Sama-sama Pak... Lho ini obatnya belum diminum yaa.." Kata Pak Dokter.


" Pak Pram baru saja habis sarapan pak Dekter. Sebentar lagi obatnya akan diminum." Kata istriku.


"Oh iyaaa... Ibu harus selalu menyemangati Pak Pram yaa... Dan yang penting doa Bu. Dan Pak Pram harus tetap rutin minum obat yang sudah saya berikan yaa... Okey... Sekarang saya lanjut periksa pasien yang lain yaah..." Kata pak Dokter kepada istriku.


"Iyaa Pak Dokter... Terima kasih pak Dokter.." Kata istriku mengangguk dan menundukkan sedikit kepalanya.


Pak dokter tersenyum," Sama-sama..."


Pak dokter dan perawat yang mendampingi berlalu keluar dari kamar rawatku.


"Tuh Pa... Pak dokter bilang kalau keadaan Papa sekarang sudah membaik. Jadi Papa harus tetap semangat yaa..."


"Yaa Bu...." Aku mengangguk lemah.


Namun begitulah kalau kita sedang ditimpa musibah sakit. Sakitnya datang seperti air bah, namun sembuhnya perlahan-lahan sekali. Seperti tetesan air. Aku harus bersabar.


Aku mencoba untuk selalu bersyukur dengan apapun keadaanku saat ini.


"Bu... Papa ngantuk... Papa mau tidur dulu yaa..."


"Iyaa Pa... Tapi ini obatnya harus diminum dulu yaa..."


Istriku mengambilkan obat yang sudah disediakan tadi pagi oleh perawat.


Alu kemudian minum obat, dan tidur lagi.


Aku tertidur.


Dalam tidur aku bermimpi, Ara menangis dan menggenggam tanganku.

__ADS_1


Ara menangis mencium tanganku.


"Aku ingin kamu sembuh Pram. Kamu sudah janji akan selalu menemaniku. Kamu janji akan selalu ada untukku. Kamu kuat Pram. Kamu harus sembuh. Walaupun aku tak memilikimu, melihatmu selalu ada untukku, itu sudah sangat membahagiakanku Pram. Kamu bilang ingin melihatku bahagia. Aku behagia melihatku sehat dan selalu ada untukku. Semangat Pram....Aku mohon Pram." Ara terisak-isak menangis.


Aku hanya memandangnya, ingin kuhapus air matanya namun aku tak sanggup.


Kemudian istriku datang, dan menggenggam tanganku yang satunya. Istriku menangis.


"Pa...Ibu butuh Papa...Papa harus sembuh. Ibu gak sanggup jalani ini semua sendiri tanpa Papa... Pa... ibu sayang Papa... Ibu gak sanggup Pa...Ibu mohon Pa ..."Istriku menangis.


Aku hanya bisa membalas genggaman tangan dua orang wanita yang aku sayangi. Aku menangis.


Kutatap Ara yang sedang menangis, dan kutatap istriku yang juga sedang menangis.


Aku harus sembuh. Berikan aku kesembuhan Tuhanku, pintaku. Aku menangis. Aku ingin sembuh.


Tiba-tiba aku merasa ada yang menggerak-gerakkan bahuku membangunkanku.


" Pa...Pa... "


Aku terbangun melihat Rahma di depanku.


Ternyata tadi aku bermimpi.


"Papa mimpi dan mengigau ..." Kata Rahma.


Yaah ternyata aku bermimpi.


Aku mengangguk.


" Ibu lagi mandi Pa, jadi adek yang nungguin Papa."


"Iyaa Dek... "


Aku teringat mimpiku barusan. Aku bersemangat untuk sembuh. Aku harus sembuh. Aku ingin membahagiakan orang-orang yang aku sayangi.

__ADS_1


__ADS_2