Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
l love you


__ADS_3

"Ar... Kenapa kamu diam aja?"


" Aku gak tahu mau ngomong apa Pram." Kataku sambil menenangkan hatiku yang mulai deg-degan dan terbuai kata-kata Pram.


Sejak kehadiran Pram kembali setelah 20 tahun lamanya, aku merasa hidupku semakin indah, bersemangat dan berwarna.


"Ara...Aku sayang ma kamu, kamu bisa rasakan itu?"


Aku mengangguk dan menatap kesungguhan di matanya.


"Kamu sendiri gimana Ar?"


Aku menghela nafas dalam-dalam.


"Pram... Aku gak tahu harus bilang apa. Karena aku gak tahu apa artinya perasaanku saat ini."


"Maksudmu?" Tanya Pram.


"Maksudku... Tadi kamu tanya bagaimana perasaanku padamu, apakah ada artinya aku mengatakan perasaanku padamu saat ini. Sementara kita berdua tahu keadaan kita sekarang, sama-sama mempunyai keluarga. Apakah perasaanku bisa mengubah keadaan Pram?" Kataku sambil menahan air mataku.


"Ara... Aku menyayangi, mencintaimu sepenuh hatiku dari dulu sampai sekarang. Aku berharap Tuhan memberikan aku kesempatan membahagiakanmu suatu saat nanti. Semoga Tuhan mengabulkan keinginan ku ini."


Tak kuasa aku menahan air mataku, akhirnya aku menangis.


Dan tiba-tiba Pram mendekatkan layar handphone nya ke bibirnya seperti layaknya seorang Pria mencium kening kekasihnya.


"Ara... Udah jangan menangis Ara... Kamu gak perlu katakan apa-apa tentang perasaanmu... Aku paham dan sangat mengerti bagaimana perasaanmu padaku. I love you..."


Aku menatap wajah Pram yang tersenyum.


Kemudian Pram berkata, "Sini aku peluk..."


Dan akupun bersandar di tembok, merasakan aku benar-benar dipeluk oleh Pram...

__ADS_1


"Pram... Aku sayang ma kamu... Jangan pergi lagi yaa.." Pintaku.


"Yaaa sayang... Aku gak akan pergi lagi. Aku akan selalu di dekatmu.Mendampingimu sampai akhir hayatku. I love you, forever...."


****


Hari demi hari hubunganku semakin dekat dan kami semakin sering telponan. Pram menunjukkan perhatiannya hampir di setiap waktu.


Group reseller yang dibuat Pram juga sudah membuahkan hasil. Aku memiliki tambahan reseller baru. Dan penjualanku juga meningkat.


Suatu saat di dalam group reseller online. Pembicaraan saat Pram memulai promosi dalam group. Aku memberikan saran kepada semua peserta group reseller.


"Oh iyaa untuk semua peserta group, aku sarankan untuk tidak menawarkan produk dengan harga terlalu tinggi. Jadi kita bisa menarik minat pembeli melalui harga yang bersaing."


Kemudian salah satu anggota group bernama Reza menanggapi chatting ku.


"Untuk yang awal-awal promo, dari tiap item bisa di up berapa yaa bu Ara yang cantik dan menarik?"


"Yaa Pramm" Aku mengurungkan niatku untuk menjawab pertanyaan peserta group.


Pram menjawab pertanyaan Reza.


"Mas Reza bisa Up harga 10-15% , harga masih lebih murah dibandingkan dengan harga pasar karena kami memberikan harga yang sangat murah."


" Maaf aku yang jawab karena Bu Ara merasa risih dengan bahasa akrab mas Reza."


Reza membalas chatting Pram.


" Ooh maaf bu Ara,dan makasi penjelasannya pak Pram."


Kemudian Pram memberikan trik-trik jitu intuk promosi dan memintaku untuk mengirim beberapa foto produk yang bisa akan dijual dan dipromosikan. Akupun mengirimkan beberapa produk baru ke group.


Syukurlah Siti sudah cekatan dalam menghandle jualan offline. Namun sesekali baru aku membantu kalau sekiranya calon pembelinya agak ribet.

__ADS_1


Siang saat jam istirahat, Pram menelpon ku dan akupun langsung mengangkatnya.


"Ara... Sudah makan siang? " Tanya Pram.


" Belum Pram... Siti masih pergi beli." Kataku.


"Ooh yaa yaa. Ne aku lagi mau makan Aku tunggu kamu, kita makan bareng yaa..."


"Gak apa-apa kamu makan duluan aja Pram."


"Gak, nanti kita makan samaan aja." Kata Pram.


"Pram... aku optimis dengan group kita ini."


" Iya Ar... Aku juga optimis melihat perkembangannya. Cuma pesan-pesan seperti Reza itu aku tidak suka, apa itu pakai bahasa-bahasa akrab seperti itu. Aku sangat tidak suka."


"Tapi Pram, gak perlu seperti itu lah jawabnya, aku jadi gak enak dengan Reza."


"Kenapa harus merasa gak enak Ara??? Itu memang harus dilakukan, aku gak suka ada yang coba-coba merayu kamu. Na jadi memang harus seperti itu menghadapinya. Supaya gak keterusan ntar macem-macem ngomongnya."


Aku melihat Pram benar-benar tegas, dalam jualanpun aku gak bisa diganggu oleh laki-laki lain.


"Ara... Kamu paham maksudku kan..."


"Iyaa Pram, aku paham maksudmu.. Aku akan mencoba untuk lebih baik lagi dalam melayani pembeli.


Pram tersenyum dan berkata," I Love you..."


"I love you, Pram..." Jawabku.


"Sekarang aku mau jemput Yusuf dulu... Udah dulu yaa...Inget jaga diri baik-baik yaa sayang..."


Aku tersenyum dan menjawab," Yaa sayangku..."

__ADS_1


__ADS_2