Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara menenangkan diri


__ADS_3

Aku menenangkan hatiku. Aku mengatur perasaanku. Ada rasa kecewa, rasa sedih, rasa tidak berarti yang menyelimuti hatiku Pikiranku kacau, namun aku sadar inilah kenyataannya.


Sebelumnya aku berfikir suamiku sangat menyayangiku dan sangat mencintaiku namun ternyata kini suamiku minta ijin untuk menikah lagi.


" Ma... Aku akan menikah 5 hari lagi. Aku berharap semua berjalan lancar. "


"Iya Pa. Trus Lily akan tinggal di mana?" Tanyaku.


"Aku sudah mengontrak rumah untuk Lily di BTN Setia Kencana. Jadi gak jauh dari rumah kita." Kata suamiku.


Aku mengangguk.


" Kamu ijinkan kan Ma... Ini sudah pernah kita bahas kan, dan mama juga sudah menyetujuinya."


"Iya Pa. Nanti masalah anak-anak biar mama yang menjelaskan." Kataku dan belajar untuk tegar menerima kenyataan.


" Iya Ma... Makasi." Kata suamiku dan mencium keningku.

__ADS_1


Aku tak merasa ada rasa sayang di kecupan suamiku di keningku. Aku merasa, ini hanya untuk mendinginkan hati dan perasaanku saja. Yaa inilah hidupku.


"Oh iya Ma, Aldi ma Arjun akan pulang 3 hari lagi. Karena mereka libur semesteran mulai besok. Menurut Papa, besok jangan kabari anak-anak kalau papa akan menikah lagi Mungkin sebaiknya tunggu beberapa hari setelah pernikahan Papa.


Aku mengangguk. Ada bulir-bulir air mata yang siap menetes dari mataku. Namun aku tahan, aku tak ingin suamiku melihatku menangis.


Kami tak lama di pantai, karena hari juga sudah mulai gelap. Kamipun pulang, dan di tengah perjalanan aku lebih memilih diam. Yang terdengar hanya suara Letto yang sedang menyanyikan lagu "Sandaran hati".


Malam harinya, aku mencoba menyiapkan makan malam seadanya. Namun aku memasak dengan perasaan yang tak enak, jadi mungkin masakan yang aku buatpun rasanya tidak sedap.


Saat makan malam, aku bersyukur Arini dan Azka tak protes dengan rasa masakanku, mungkin mereka memaklumi keadaanku yang baru sembuh. Aku melihat mereka makan dengan lahap. Begitu juga suamiku.


"Ya Ma..." Jawab mereka aerempak..


Selesai makan , anak-anak kembali ke kamar mereka masing-masing. Akupun kembali ke kamarku. Sedang suamiku masuk ke ruang kerjanya.


Aku baring-baring di tempat tidurku. Dan kulihat handphone. Ternyata ada pesan dari Pram.

__ADS_1


"Ara... kenapa kok kamu gak aktif dari tadi selesai kita telponan. Kamu sehat kan sayang..."


"Aku khawatir Ar."


"Jangan paksa diri untuk kerjakan pekerjaan rumah. Kalau belum bisa masak, sebaiknya beli aja! "


"Tolong ikuti apa kata-kataku Ar."


" Aku janji gak akan jadi raja Zolim, aku akan menjagamu dengan baik "


" I love you ..."


Air mataku berlinang." Makasi Pram akan cinta dan perhatianmu. Kenapa dulu kamu gak menjemputku Pram, kenapa????" bathinku.


Kupandangi foto profil Pram ." I love you Pram... "


Aku tak menjawab pesan Pram, pikiranku masih kacau. Aku bingung dengan rencana pernikahan suamiku. " Bagaimana kamu bilang kamu menyayangiku Muhlas, kalau kamu akan memperistri Lily. Apa mungkin kamu akan mengingatku saat nanti kamu bersama Lily.

__ADS_1


Aku semakin kacau dengan pikiran-pikiranku sendiri. Aku membayangkan nanti kalau suamiku sudah menikah dengan Lily, berarti aiu harus membagi suamiku dengan Lily. Sanggupkah aku??? Sanggupkah aku, membayangkan suamiku akan tidur ditemani Lily. " Aku gak sanggup Tuhan." Teriakku dalam hati.


Aku menghapus air mataku. Kemudian aku menenangkan diriku, perasaan dan hatiku dengan berdoa pada Tuhan. Karena Tuhanlah yang maha berkehendak. Kalau memang sudah takdir, aku akan berusaha menerimanya dengan sabar walaupun itu sulit.


__ADS_2