
...Jangan lupa ramaikan part ini ya...
...Happy reading...
****
Fiona menatap suaminya dengan pandangan memuja. Lelaki itu masih tertidur dengan nyenyak tanpa memakai bajunya dan hanya menggunakan boxer memperlihatkan perut sixpack yang menjadi favorit Fiona.
Tangan Fiona menyentuh bibir Akbar dan turun ke jakun pria itu. "Ganteng banget suami Fio!" gumam Fiona dengan terkekeh.
Dengan perlahan Fiona menaiki tubuh Akbar yang membuat Akbar mengeryit dan perlahan membuka matanya. "Mami tidur lagi!" ucap Akbar dengan suara yang serak karena masih mengantuk.
Fiona menggelengkan kepalanya, ia semakin memainkan alis tebal suaminya dan menariknya dengan perlahan.
"Mami mau apa?" tanya Akbar memeluk pinggang Fiona dan membalikkan keadaan menjadi dirinya yang di atas Fiona.
Akbar tahu jika sudah begini pasti Fiona mau meminta sesuatu kepadanya. Dan dengan senang hati Akbar akan menuruti kemauan istrinya.
Fiona mengalungkan kedua tangannya di leher Akbar. "Hari ini kan Mas Suami libur kerja," ucap Fiona dengan manja.
"He'em!" sahut Akbar dengan menganggukkan kepalanya menatap penuh cinta ke arah istrinya. Hari ini hari minggu dan benar Akbar libur.
"Biasanya kan Mas Suami desain bangunan rumah, mall, dan lainnya," ujar Fiona yang belum mau mengatakan apa keinginannya pagi ini.
"Iya, Sayang!" ucap Akbar dengan memainkan rambut Fiona dengan lembut.
"Hari ini Mas Suami bisa gak alih profesi jadi chef? Fiona mau makan masakan Mas Suami tapi bentuk makanannya harus di hias cantik kayak acara masak di TV!" ucap Fiona menatap mata Akbar dengan dalam.
Akbar terdiam tidak meng-iya-kan dan tidak juga menolak.
"Mas Suami, ayo masak! Selain Fio yang mau ketiga anak kita juga mau melihat papinya jadi chef, mereka bilang bosan lihat papinya gambar terus," rengek Fiona yang membuat Akbar mengulum senyumannya.
Perut Akbar tergelitik mendengar penuturan istrinya. "Ketiga anak kita bilang begitu ya?" tanya Akbar dengan geli.
__ADS_1
Fiona mengangguk dengan cepat. "Mereka bilang bosan lihat papi gambar terus di tablet. Gambar gak bisa di makan! Anak kita mengadu seperti itu sama Fio," ujar Fiona yang membuat Akbar gemas.
"Terus mereka bilang apa lagi? Mau di masakin apa?" tanya,Akbar dengan lembut dan mengelus perut Fiona dengan pelan.
"Mereka bilang mau makan bakmie buatan papinya tapi banyakin ayam suirnya. Terus minumnya lemon tea dingin," ujar Fiona dengan menelan ludahnya karena sudah membayangkan makanan yang ia mau.
"Sebenarnya Papi gak bisa masak sih. Tapi demi mami dan ketiga anak kita pagi ini Papi akan jadi chef dadakan," ucap Akbar yang membuat wajah Fiona bersinar bahagia.
"Let's go!" teriak Fiona yang membuat Akbar tertawa dan dengan gemas mencium kening dan bibir istrinya dengan lembut.
"Ayo!" ucap Akbar yang sudah bangun dan menarik tangan Fiona dengan perlahan agar istrinya ikut bangun juga.
"Gendong! Fio capek!" rengek Fiona dengan manja.
"Duh istri siap ini hmm? Manja banget!" ucap Akbar menggendong Fiona dari depan.
Kedua kaki Fiona juga sudah melingkar di pinggang Akbar dengan kencang. "Istri Akbar Mahendra! Pria tua yang banyak uang," jawab Fiona dengan terkekeh setelah mengucapkan kalimat terakhir yang menurutnya sangat lucu. memang benarkan suaminya itu adalah pria tua yang banyak uang? Hihi Fiona sangat berdosa sekali pagi ini telah mengatai suaminya sendiri.
Bukannya marah Akbar dan tertawa gemas kepada istrinya dan menghujani Fiona dengan ciuman mesranya. Ya memang benar dirinya sudah tua tetapi mempunyai banyak uang, cukuplah untuk membiayai hidup Fiona dan sebelas anaknya nanti bahkan masih lebih.
"Kalian semua menunduk! Roti sobek Mas Suami punya Fio!" ucap Fiona memberikan peringatan. Wanita itu waspada takut para pelayanan itu mencuri pandang ke arah suaminya. Sebisa mungkin Fiona menutupi tubuh suaminya bahkan menutupi punggung Akbar dengan kaki dan kedua tangannya, Fio tak rela mereka melihat keindahan yang di miliki suaminya.
Semua pelayan menunduk saat ratu di rumah ini sudah berbicara sedangkan Akbar hanya diam dan terus berjalan ke arah dapur. Kenapa juga tadi ia lupa jika di rumahnya sudah banyak pelayan yang ia pekerjaan? Akbar takut mood istrinya memburuk karena kesalahannya sendiri.
Fiona tampak sebal tapi itu tak berlangsung lama setelah di dapur hanya mereka berdua saja. Akbar menurunkan Fiona di pantry dan membiarkan istrinya duduk di sana dengan tenang.
"Fio tadi sudah suruh pelayan beli bahan untuk Mas Suami masak. Chef Mas Suami dipersilahkan untuk berperang dengan alat-alat dapur," ujar Fiona dengan lembut dan sedikit membukukan badannya mempersilahkan suaminya untuk memasak yang membuat Akbar lagi dan lagi terkekeh gemas.
"Siap Ratu! Chef mas suami akan masak sekarang juga," ujar Akbar dengan bahagia.
Akbar melihat resep yang memang sudah dipersiapkan koki di rumahnya.Ya Akbar memang mempekerjakan koki di rumahnya selama Fiona hamil agar gizi istri dan ketiga anaknya terjamin. Sangat berlebihan memang tetapi itu adalah bentuk rasa bersyukurnya karena istrinya telah hamil anak kembar.
Dan itu juga di dukung oleh kakak-kakaknya bahkan mereka juga sangat memanjakan Fiona saat mereka bertemu di rumah Alan maupun Adrian.
__ADS_1
Akbar mulai berkutat dengan bahan-bahan untuk membuat bakmie yang istrinya inginkan dengan mata yang terus membaca buku resep. Sedangkan Fiona memperhatikan suaminya dengan memainkan kedua kakinya. Hanya dirinya yang boleh menikmati keindahan tubuh suaminya, bahkan sekarang Fiona sampai terdiam mengagumi suaminya yang semakin tampan ketika sedang memasak dan menggunakan celemek berwarna hitam.
Fiona yang merasa gemas dengan suaminya perlahan turun dari pantry lalu ia memeluk Akbar dengan erat. Sejenak Akbar menghentikan kegiatannya lalu mengeluh tangan sang istri.
"Sebentar ya. Ini lumayan memakan waktu karena baru pertama kalinya papi masak bakmie," ujar Akbar yang di angguki oleh Fiona.
"Fio cuma mau peluk mas suami. Mas suami sangat tampan ketika memasak! Mas Suami harus jadi chef-nya Fio setiap hari. Fio kontrak seumur hidup, mau?" tanya Fiona.
"Hahaha....Oke deal! Kontrak berjalan seumur hidup ya, Mi! Bayarannya hanya layani chef Akbar di atas ranjang bagaimana?" ucap Akbar dengan senang hati.
"Jangankan di atas ranjang! Di kamar mandi, ruang kerja, sofa, karpet Fio juga bisa," ujar Fiona dengan bangga yang membuat Akbar sesak karena membayangkan yang tidak-tidak.
Dasar istrinya kalau tidak membuat dirinya kesal yang membuat dirinya sesak karena gairah. Sabar Akbar untuk saat ini belum boleh terlalu sering menerkam istrimu, nanti jika sudah di perbolehkan ia akan mencoba bercinta di tempat yang istrinya katakan barusan. batin Akbar berteriak.
***
Fiona bertepuk tangan saat bakmie dan lemon tea yang ia inginkan sesuai dengan yang ia bayangkan.
Akbar menggulung rambut istrinya sebelum makan. Fiona tampak tak sabaran ingin menyantap bakmie buatan suaminya, dan setelah selesai Akbar menggulung rambutnya, Fiona langsung melahap bakmie yang ia inginkan sedangkan Akbar melihat istrinya makan dengan tatapan penuh cinta.
"Enak?" tanya Akbar dengan mengusap sudut bibir istrinya.
Fiona mengangguk. Fiona menyuapi suaminya juga dan Akbar menerimanya dengan senang hati, lumayan juga rasanya saat Akbar merasakan bakmie buatannya sendiri.
"Habis makan terus mandi. Selesai mandi kita keliling kota naik vespa ya mas suami," pinta Fiona dengan mengerjapkan matanya lucu.
"Anak kita yang mau atau mami?" tanya Akbar dengan geli.
"Anak kita dong. Kata mereka bosan naik mobil ber-AC mulu," ucap Fiona dengan masih terus menguyah bakmie yang ada di mulutnya.
"Masa bosan sih? Kan enak, Mi!" ucap Akbar dengan lembut.
"Pengin naik vespa lagi! Waktu itu kan vespanya mas suami taruh di bengkel. Sekarang vespanya udah keren mau naik itu keliling kota beli jajan jalanan tapi jangan telur gulung anak kita gak suka," ucap Fiona.
__ADS_1
"Ya udah kita pergi. Habiskan dulu bakmie-nya!" ucap Akbar dengan lembut.
Akbar begitu menuruti kemauan istrinya. Selagi ia bisa dan mampu maka Akbar tak akan menolaknya walaupun harus bangun tengah malam untuk menuruti kemauan istrinya seperti kemarin.