Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 207 (Cinta?)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


***


Pagi harinya di kediaman Mahendra...


Dareel mengerjapkan matanya saat silau matahari mengganggu tidur nyenyaknya. Untung saja hari ini adalah hari minggu yang membuat Dareel tidak harus terburu-buru ke sekolah penerbangan karena kesiangan.


Dareel tersenyum saat mengingat semalam ia terus menggarap Mikaela hingga istrinya itu kelelahan. Lihatlah sekarang Mikaela bahkan sama sekali tidak berkutik di dalam dekapannya, wajah kelelahan Mikaela tampak terlihat jelas.


Dareel mengusap pipi Mikaela dengan lembut, tak mau mengganggu tidur sang istri dengan perlahan Dareel menarik tangannya yang menjadi bantal Mikaela.


Dareel meringis saat tangannya terasa kebas tetapi itu tidak seberapa dengan kebahagiaannya karena bisa memiliki Mikaela seutuhnya.


"Maaf ya Moci buat kamu kelelahan!" gumam Dareel menatap wajah cantik Mikaela.


Dengan perlahan Dareel turun dari kasur dan memakai boxernya dengan cepat. Setelah memastikan tidur sang istri tidak terganggu Dareel masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Hatinya merasa senang pagi ini dan Dareel akan menyiapkan kejutan untuk Mikaela, rencananya Dareel juga akan mengungkapkan rasanya kepada Mikaela. Ya, setelah penyatuan mereka semalam Dareel semakin jatuh cinta dengan Mikaela. Gadis sederhana yang mampu mengetarkan hatinya setelah mereka menikah.


***


"Loh Mika mana, Kak?" tanya Fiona saat melihat Dareel turun sendiri tanpa Mikaela yang selalu menempel pada anaknya.


"Masih tidur, Mi! Dareel gak tega banguninnya," sahut Dareel yang membuat Fiona dan Akbar saling memandang satu sama lain mereka seperti de javu dengan apa yang Dareel katakan.


"Kamu apain Mika sampai belum bangun? Biasanya dia yang paling cepat bangun," ujar Akbar yang membuat Dareel tersedak air liurnya sendiri sedangkan kedua kembarannya hanya bisa menahan tawanya sedangkan Delisha sibuk sendiri dengan makanannya, gadis itu berpura-pura tidak mendengar ucapan papinya yang membuat kedua pipinya entah mengapa terasa panas.


"Pi, jangan tanya gitu ah. Itu privasi Dareel sama istrinya," ujar Fiona menggelengkan kepalanya melihat aksi jahil suaminya.


"Papi penasaran, Mi. Apakah Dareel sudah berhasil membuatkan cucu untuk kita?" ujar Akbar yang semakin membuat Dareel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Wajah lo gak bisa di bohongi, Reel! Kayaknya ada yang menjebol gawang semalam," ujar Daniel yang membuat Delisha menatap ke arah kakaknya.


"Emang kak Dareel main bola semalam, Kak?" tanya Delisha dengan polosnya.


"Mungkin iya, Dek. Main berdua sama Mika!" jawab Daniel dengan terkekeh.

__ADS_1


"Kok Delisha gak dengar ya?" tanya Delisha yang membuat Danish dan Dareel tertawa sedangkan Dareel mendengkus kesal.


"Nanti juga kamu akan main bola sama Ikbal!" ujar Dareel dengan kesal.


"Sudah-sudah Papi rasa pembahasan ini sampai di sini saja!" ujar Akbar dengan tegas yang membuat semua anaknya terdiam.


"Mi, Dareel mau bawa makanan ini ke kamar ya!" ujar Dareel yang mengetahui kondisi istrinya tidak akan bisa berjalan dengan normal kali ini.


"Iya. Bawa yang banyak untuk istri kamu, Kak. Biar tenaganya pulih kembali," ujar Fiona dengan tersenyum.


"Mami yang terbaik!" ujar Dareel mengecup pipi maminya dengan singkat dan setelah selesai meletakkan makanan untuk ia dan Mikaela, Dareel langsung ke kamarnya kembali.


"Kita tebak keponakan kita kapan lounching?" ucap Danish yang membuat Daniel dan Delisha berpikir.


"1 atau 2 bulan lagi tebakan Delisha!" ujar Delisha yang diangguki oleh Daniel.


"Paling lama ya 5 bulan lah!" ujar Daniel sok tahu.


"kalian ini sok tahu sekali!" ujar Akbar menggelengkan kepalanya.


"Cie yang mau jadi Kakek!" ujar Delisha yang membuat Akbar tertawa.


"Hehe Papi gak sabaran banget!" ujar Delisha dengan malu-malu.


****


Dareel menatap Mikaela yang masih terlelap dalam tidurnya, ia terkekeh saat melihat banyaknya bekas kepemilikannya di tubuh Mikaela.


Mikaela melenguh saat ia merasakan ada yang mencium bibirnya dengan perlahan. "Eughh...Mas Dareel!" gumam Mikaela dengan serak.


Mikaela menggerakkan tubuhnya yang kaku, ia meringis saat merasakan miliknya sangat perih. Mikaela merasa ia tidak bisa berjalan lagi bedanya dulu ia di siksa dan sekarang di siksa untuk mendapatkan kenikmatan bersama.


"Sakit ya?" tanya Dareel dengan khawatir.


Mikaela mengangguk dengan pelan yang membuat Dareel merasa bersalah. Kedua mata mereka bertemu pandang yang membuat debaran jantung keduanya semakin keras.


Cinta? Ya, Dareel sudah mencintai Mikaela. Dan apakah Mikaela juga mencintainya? Tanya Dareel di dalam hatinya.

__ADS_1


"Maaf ya Moci! Mas gak bisa nahan diri semalam," ucap Dareel dengan lirih.


"Iya gak apa-apa, Mas. Ini sudah kewajiban Mika untuk melayani Mas sebagai istri yang baik," ujar Mikaela yang membuat Dareel tersenyum.


"Moci!" panggil Dareel dengan pelan saat melihat Mikaela membenarkan selimutnya yang hampir melorot di depan Dareel. Tentu saja Mikaela masih malu walaupun semalam Dareel sudah melihat semuanya begitu pun sebaliknya.


"Iya, Mas!" sahut Mikaela dengan mata teduhnya yang membuat Dareel terhanyut.


Dareel mengambil tangan Mikaela dan ia letakkan di dada kirinya. "Sepertinya Mas sudah jatuh cinta dengan seseorang," ujar Dareel yang membuat Mikaela tercekat, entah mengapa mendengar pengakuan langsung dari Dareel harinya merasa sakit. Apakah setelah ini ia akan di buang karena Dareel sudah mencintai perempuan lain?


"S-siapa perempuan itu, Mas?" tanya Mikaela dengan tercekat. Hampir saja ia menangis di hadapan Dareel pagi ini, setelah ia di lambungkan tinggi lalu ia akan di jatuhkan di dasar jurang yang paling dalam. Sepertinya Mikaela salah paham dengan ucapan Dareel saat ini.


Dareel tersenyum. "Perempuan itu ada di hadapan Mas!" gumam Dareel yang membuat Mikaela belum paham.


"M-maksud Mas?" tanya Mikaela dengan terbata.


"Lihat cermin itu, Moci!" perintah Dareel dengan tegas.


Mikaela refleks melihat ke arah cermin. "Itu perempuan yang Mas cintai saat ini dan sampai Mas menua hingga menutup mata," ujar Dareel dengan tersenyum. Senyum yang sangat bahagia sekali.


"M-mas..."


Mikaela tak bisa berkata-kata. Wanita itu meneteskan air mata bahagia dan langsung berhambur ke pelukan Dareel yang membuat Dareel terkejut.


"Hiks...hiks..."


"Kenapa nangis hmm?" tanya Dareel dengan lembut.


"Hikss... Mika juga cinta sama Mas Dareel! Mika gak nyangka Mas Dareel cinta sama Mika," ujar Mikaela dengan menangis.


Dareel tersenyum. "Mulai sekarang kamu gak perlu takut kalau Mas akan buang kamu ya! Mas adalah rumah kamu untuk berpulang jadi siapa pun yang melukai kamu akan berhadapan dengan Mas!" ujar Dareel penuh maksud.


Dareel mengusap air mata Mikaela dengan lembut. "Jangan nangis lagi karena nanti malam Mas akan mengajak kamu keliling Jakarta dengan jet milik pakde Andra," ujar Dareel yang membuat Mikaela tersenyum bahagia.


Perasaan Mikaela sangat campur aduk sekarang karena rasa bahagianya. "Ibu, Mika sekarang di tangan lelaki yang tepat kan, Bu?" gumam Mikaela di dalam hati.


"Kita sarapan dulu ya biar tenaga kamu pulih" ujar Darrel dengan lembut.

__ADS_1


Dareel tak menyangka jika dirinya akan semudah itu jatuh cinta dengan Mikaela. Entahlah hal sederhana yang berada di dalam Mikaela mampu menggetarkan hatinya dan Dareel berjanji akan melindungi Mikaela dari orang-orang yang akan berniat jahat dengan istrinya.


__ADS_2