Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 176 (Kebahagiaan Ikbal)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


***


"Sepertinya Delisha sudah sayang sama Kak Ikbal," gumam Delisha dengan napas yang tak beraturan.


"Hah?"


Otak Ikbal blank seketika dengan ucapan Delisha. Ini beneran? Kenapa seketika ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya?


Ikbal menatap mata Delisha dengan dalam. Ia mengusap bibir Delisha yang memerah dan sedikit membengkak karena ulahnya.


"Coba ulangi sekali lagi, Sayang! Kakak mau mendengarnya!" pinta Ikbal dengan mata sendunya karena ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan dari Delisha. Benarkah semua itu?


Delisha mencibik lalu ia terkekeh pelan. Delisha mengusap pipi Ikbal dengan lembut. "Delisha udah sayang ke Kak Ikbal sebagai pacar!" ujar Delisha dengan malu-malu.


Senyum Ikbal mengembang dengan sempurna bahkan pria itu hampir berteriak jika dia tak ingat mereka hanya berdua di kamar. Bisa-bisa mamanya akan berpikir macam-macam tentangnya.


"Coba sekali lagi!" ujar Ikbal dengan tersenyum.


"Delisha sayang Kak Ikbal!" ujar Delisha penuh penekanan.


"Hahaha...akhirnya!" ujar Ikbal dengan bahagia.


Ikbal perlahan menindih tubuh Delisha. Ia menatap wajah Delisha dengan kebahagiaan yang sangat membuncah.


"Bahagia banget ya?" tanya Delisha dengan terkekeh dan mengelus rahang Ikbal dengan lembut.


"Banget! Terus kapan cintanya?" tanya Ikbal dengan manja.


Delisha mengernyitkan kedua alisnya, gadis itu berpura-pura berpikir yang membuat Ikbal gemas.


Cup...


"Kapan cintanya, Sayang!" rengek Ikbal dengan manja yang membuat Delisha tertawa geli. Lucu saja melihat Ikbal merengek manja kepadanya, biasanya dirinyalah yang seperti ini.


"Kapan ya? Menurut Kakak kapan?" tanya Delisha dengan jahil.


"Aaa...Sayang! Kapan cintanya? Kakak cium terus nih sampai cinta!" rengek Ikbal yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Delisha.


"Kakak turun dulu! Kakak berat tahu!" ujar Delisha dengan tersenyum.


"Kamu aja yang kecil!" ujar Ikbal tak turun dari tubuh Delisha.


"Kapan cintanya, Sayang!" rengek Ikbal yang membuat Delisha tertawa geli.


"Sekarang Kakak Sayang!" ujar Delisha dengan tersenyum.


Ikbal kembali mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Delisha.


"Beneran?" tanya Ikbal dengan melotot.


"Rasanya gak ada alasan Delisha untuk berbohong! Semua kebaikan Kakak! Semua perhatian Kakak! Rasa sayang Kakak untuk Delisha selama ini perlahan membuat Delisha jatuh cinta! Buat Delisha semakin jatuh cinta ke kakak ya sampai nama kak Zayyen hilang di hati Delisha!" ujar Delisha dengan menatap wajah Ikbal.

__ADS_1


"Itu tidak kamu suruh pun Kakak akan membuat nama lelaki itu hilang dan tinggal nama Kakak yang ada di hati kamu!" ujar Ikbal dengan sangat bahagia.


"Sekarang Kakak pintar ngegombal ya!" ujar Delisha dengan tertawa.


Ikbal juga ikut tertawa geli dan membenarkan apa yang Delisha ucapkan sekarang. "Gimana bilang cintanya sama Kakak?" ujar Ikbal dengan lembut.


"Gimana emang?" Delisha bertanya balik yang membuat Ikbal kesal dan gemas sekaligus.


"Gimana, Sayang? Sama Zayyen aja bi..."


Cup...


"I love you Mas pacar!" gumam Delisha setelah mengecup bibir Ikbal dengan singkat.


"Eh sekarang panggilnya Mas pacar?" tanya Ikbal dengan tertawa.


"Haha... Kalau begitu Kakak punya panggilan baru untuk kamu juga," ujar Ikbal dengan mencubit pipi Delisha dengan gemas.


"Apa?" tanya Delisha dengan polosnya.


"I love you too adek pacar!" ujar Ikbal tertawa geli yang membuat Delisha ikut tertawa bersama dengan Ikbal.


"Nikah yuk!" ujar Ikbal dengan terkekeh.


"Masih sekolah ih!" ujar Delisha dengan malu-malu.


"Ya gak apa-apa! Buat anaknya di tunda deh setelah tamat SMA! Gimana penawaran yang bagus, kan? Lagian sekolah kamu juga milik Papi," ujar Ikbal dengan gemas melihat ekspresi wajah Delisha yang menggemaskan. Siapa pun tolong pegang tangan Ikbal sekarang karena ia merasa terbang saat ini.


"Buat anak?" tanya Delisha dengan suara tercekat.


"Ihh gak!" ujar Delisha dengan malu.


Sangking gemasnya Ikbal kembali menggigit-gigit kecil pipi Delisha yang membuat gadis itu geli.


"Cantik banget pacar bocilku!" gumam Ikbal dengan gemas.


Cup...


"Ayo bobok lagi sebelum Kakak antar pulang. Eh Kakak atau Mas nih?" tanya Ikbal dengan bingung.


"Mas pacar punya Delisha!" ujar Delisha memeluk Ikbal.


"Adek pacar punya Ikbal!" gumam Ikbal meletakkan dagunya di atas kepala Delisha setelah merebahkan dirinya di samping Delisha.


"Sekarang Mas pacar adalah semangat Delisha untuk melanjutkan hidup!" gumam Delisha yang membuat Ikbal tertegun.


Ikbal tersenyum tipis. "Ya! Dan Mas pacar suka itu! Mas akan tagih itu semua! Kita akan bersama sampai menua!" ujar Ikbal yang diangguki oleh Delisha walaupun gadis itu sama sekali tak yakin jika umurnya akan selama itu.


****


Naura datang ke rumah Delisha setelah gadis itu pulang dari rumah mamanya Ikbal. Gadis yang biasanya tampak ceria kini terlihat sedikit lebih pucat dengan lingkaran hitam di bawah matanya.


"Naura kenapa? Cerita sama Delisha!" ujar Delisha dengan cemas melihat wajah pucat sahabatnya.


"Delisha!" gumam Naura menatap Delisha dengan sendu.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Delisha dengan mengelus pundak sahabatnya.


"G-gue gak tahu harus apa biar buat kak Ikbal gak benci gue! G-gue gak mau hidup seperti ini! Gue gak minta di lahirkan kalau cuma merebut kebahagiaan orang lain!" ujar Naura yang membuat Delisha terdiam.


"Delisha bisa bantu supaya mas pacar kak benci Naura!" ujar Delisha dengan polosnya.


Naura menggelengkan kepalanya. "Lo gak bakal bisa karena kak Ikbal pun nyuruh lo buat jauhin gue, kan? Sha, please jangan jauhin gue! Gue gak punya sahabat selain lo hiks..."


"Delisha gak akan jauhin Naura kok!" ujar Delisha memeluk sahabatnya.


"Gue takut hiks... Gue udah merusak kebahagiaan orang lain! Sebelum papa berpisah dengan tante Claudia semua baik-baik saja. Bahkan Papa sangat menyayangi gue. Tapi, semenjak mereka berpisah papa sering melamun bahkan sekarang jarang bicara sama gue dan mama!" ujar Naura yang merasa tertekan.


"Raga papa ada di rumah tapi jiwanya enggak! Sampai gue merasa kalau gue ini bukan anaknya hiks..." ujar Naura dengan menangis yang membuat Delisha ikut menangis.


"Gue gak tahu apa yang terjadi di masa lalu antara papa dan mama. Kenapa papa bisa menikahi mama walau udah punya istri dan anak? Itu jahat banget kan, Delisha? Tapi gue gak mau kehilangan figur seorang ayah hiks..." ujar Naura dengan terus menangis.


"Delisha akan bicara sama mas pacar! Naura gak perlu takut ya!" ujar Delisha dengan lembut.


"Tapi gue takut hiks..."


"Gue takut papa semakin menjauh karena kak Ikbal semakin membenci kami! Gue juga gak mau dilahirkan kalau akan begini jadinya!" ujar Naura dengan frustasi.


"Naura yang tenang ya! Mas pacar pasti akan ngerti seiring berjalannya waktu. Mungkin ada kesalahpahaman antara om Tomi, tante Jesica dan mama Claudia," ujar Delisha dengan lembut.


"Hiks...Gue gak mau pulang malam ini! Rumah terasa dingin banget semenjak papa jarang ngomong! Dan hal yang sangat mengejutkan, gue gak tahu kalau selama ini papa dan mama pisah ranjang! Mereka akan terlihat bahagia di depan gue tapi setelah gue tidur mereka akan tidur sendiri-sendiri," ujar Naura yang membuat Delisha iba. Gadis itu tak mengerti di posisi Naura namun Delisha memahami jika menjadi Naura.


"Naura!" panggil Daniel.


Naura melihat ke arah sumber suara. Setelah tahu siapa yang datang Naura langsung memeluk lelaki itu.


"Hiks...kak Daniel!"


"Gue ada di sini!"


Delisha yang bingung menatap kakak dan sahabatnya hanya bisa menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Kak Daniel sejak kapan..."


Daniel tersenyum melihat wajah bingung adiknya. "Kakak udah lama suka sama Naura! Tapi Kakak baru dekati Naura akhir-akhir ini karena Kakak merasa kamu udah bahagia sama Ikbal," ujar Daniel dengan tersenyum.


"Terus Naura?"


"Naura juga sama! Diam-diam dia selalu memperhatikan Kakak! Bahkan sering bawa makanan ke kampus Kakak!" jawab Daniel yang membuat Delisha mencibikkan bibirnya.


"Kalian menyebalkan! Kenapa hal sepenting ini Delisha gak tahu! Nyebelin!" ujar Delisha mengerucutkan bibirnya.


"Sayang, Kakak sengaja melakukan ini karena hubungan Naura dan Ikbal sangat tidak baik. Kamu tahu kan Ikbal sahabat Kakak dan Naura sahabat kamu. Kita tidak bisa memilih antara keduanya. Delisha mau bantu Kakak untuk meluruskan masalah mereka, kan?" tanya Daniel dengan pelan.


"Mau! Asal Naura dan mas pacar bahagia jadi satu keluarga!" ujar Delisha dengan tegas.


"Kalau begitu jaga rahasia hubungan kakak dengan Naura dulu ya sampai mereka baikan! Janji!"


"Iya janji! Tapi Kakak masih sayang Delisha, kan?" tanya Delisha dengan mengerjapkan kedua matanya.


"Kamu tetap menjadi adek kesayangan Kakak, Sayang!"


Naura tersenyum. Ia tahu Delisha sangat dekat dengan ketiga kakaknya. Bahkan alasan ketiga kakak Delisha tidak mempunyai pacar karena ingin memastikan Delisha bahagia terlebih dahulu. Dan kebahagiaan Delisha sekarang bersama dengan Ikbal bukan Zayyen, kan?

__ADS_1


__ADS_2