
...Jangan lupa ramaikan part ini ya....
...Happy reading...
****
Villa yang sudah disulap sangat indah oleh Zayden dengan hiasan bunga untuk mempercantik villa yang berada didekat pantai yang sudah Zayden sewa untuk memberikan kejutan untuk kekasihnya. Rencananya juga tempat ini akan Zayden beli jika Cika menyukai tempat ini. Apapun akan Zayden lakukan untuk membuat Cika bahagia bersamanya, walau harus menguras uangnya.
Cika terlihat mengagumi Villa yang kali ini dijadikan Zayden untuk memberikan suprise kepadanya. Hatinya sangat berbunga saat melihat tempat ini begitu indah. Hembusan angin pantai membuat rambut Cika berterbangan, Villa yang berhadapan dengan pantai membuat Cika seakan ingin tinggal di sini setiap harinya.
"Gimana? Suka?" tanya Zayden kepada Cika yang sejak tadi mengagumi tempat ini.
Cika mengangguk antuas. "Suka banget! Kamu tahu tempat ini dari mana, Ay?" tanya Cika dengan berbinar.
"Apa yang tidak Zayden ketahui, Sayang? Ayo kita masuk!" ujar Zayden dengan terkekeh.
Zayden menggandeng tangan Cika dengan erat saat masuki Villa yang sudah menjadi incaran Zayden untuk membeli Villa ini. Zayden juga sudah berbicara kepada pemilik Villa ini dan jika harganya cocok maka pemilik Villa ini akan menjualnya kepada Zayden.
"Luas banget, Ay!" ucap Cika dengan kagum. "Sepertinya aku betah jika tinggal di sini!" ucap Cika dengan terkekeh.
Zayden juga ikut terkekeh. Ia terus mengajak Cika memasuki kamar yang sangat luas. Kamar yang berhadapan dengan pantai, mereka bisa menikmati sunset dari gazebo kamar ini.
"Suprise-nya akan dilakukan nanti sore, Sayang. Gak apa-apa kan kamu menunggu hmm? Kita bisa istirahat di sini sebentar!" ujar Zayden yang memang sengaja mengulur waktu agar bisa berduaan dengan Cika. Rasanya mereka sudah lama tidak memiliki waktu bersama karena Zayden sibuk dengan pekerjaannya dan Cika sibuk dengan kuliahnya. Tetapi setiap hari mereka selalu bertemu karena Zayden tak ingin Cika bersama dengan pria lain, untuk sekedar menjemput Cika setiap hari Zayden tak ada masalah. Namun, Zayden masih merasa kurang, ia ingin Cika selalu bersamanya setiap harinya hingga ia memutuskan membawa Cika ke sini sekalian liburan.
"Iya, Sayang!" sahut Cika dengan bahagia tersenyum ke arah kekasihnya.
Cika merebahkan dirinya di atas kasur saat keduanya sudah sampai di dalam kamar. Rasanya sangat bahagia sekali ketika Zayden tidak berlaku kasar kepadanya. Cika sangat mencintai Zayden yang lembut, perhatian dan manja kepadanya. Dan Cika berharap jika Aiden tidak muncul sekarang, jujur saja Cika sangat takut dengan Aiden. Ia berpura-pura menyukai alter ego Zayden agar Aiden tidak marah dan melakukan sesuatu yang buruk kepada Zayden nantinya, ia selalu was-was ketika Aiden muncul.
Zayden merangkak menaiki tubuh Cika dengan perlahan. Lelaki itu memandang Cika dengan sangat dalam, Zayden mengelus rambut Cika dengan perlahan.
"Cantik!" puji Zayden dengan tersenyum yang membuat Cika juga tersenyum.
Mendadak Kepala Zayden pusing sepertinya Aiden ingin menguasai tubuhnya saat ini. Namun, Zayden berusaha melawan agar suprise untuk Cika tidak berantakan karena kemunculan Aiden.
"Ay, aku mohon lawan Aiden ya! Aku mau sama kamu hari ini jangan sampai Aiden merusak kebersamaan kita! Aku mohon, Ay!" ujar Cika dengan memohon.
__ADS_1
"Arggh... Sialan kamu, Cika! Kenapa kamu seperti itu kepadaku, hah?" teriak Aiden dengan murka.
Zayden memegangi kepalanya, ia berusaha melawan Aiden agar tidak menguasai tubuhnya.
"Tidak seperti itu, Aiden. Please mengertilah!" ujar Cika dengan memohon.
"Arghhh..." Zayden terus mengerang kesakitan kali ini ia tak mau mengalah atau kalah dari Aiden. Inilah penyebab utama ia sangat merindukan Cika karena Aiden terus menguasai tubuhnya seakan Aiden ingin memiliki Cika seorang diri.
"Sayang!" ujat Cika dengan berkaca-kaca saat Zayden sudah tampak tenang.
"Hiks...aku takut!" ucap Cika memeluk Zayden dengan erat.
"Ssttt...aku gak akan biarkan Aiden menguasai tubuhku, Ay! Ini hari kita berdua! Hari bahagia kita!" sahut Zayden yang membuat Cika mengangguk lega.
Cup...
Zayden mencium kening Cika dengan lembut. Matanya menatap mata Cika dengan dalam, Zayden mendekatkan bibirnya ke bibir Cika hingga kedua bibir mereka menyatu. Awalnya Zayden sama sekali tidak menggerakkan bibirnya tetapi kemudian Zayden bergerak dengan lembut, Cika juga menyambut ciuman Zayden tak kalah mesranya.
Tangan Zayden mulai membuka pakaian Cika begitu pun sebaliknya. Tak lama keduanya sudah benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh keduanya. Deru napas mereka terasa panas saat hembusan napas mereka terasa di kulit masing-masing. Hanya saling menyentuh dan memuaskan satu sama lain. Zayden tak ingin melakukan hal sampai sejauh itu karena ia tidak ingin mengecewakan keluarganya dan juga keluarga Cika yang masih saudara. Tetapi terkadang Zayden merasa tidak kuat saat melihat lekuk tubuh Cika yang sangat indah seperti ini, ia harus bisa melawan gairahnya. Dan untung saja Cika juga bisa memuaskannya tanpa harus melakukan sesuatu yang melukai hati semua orang nantinya.
****
Hati Cika sangat berbunga-bunga. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuknya apalagi Zayden selalu menatapnya dengan penuh cinta. Pipi Cika jadi memerah dengan hati yang semakin bergetar tak karuan. Hari ini Zayden sangat romantis sekali yang membuat hati Cika meleleh.
"Kita nikmat sunset dulu yuk!" ucap Zayden dengan lembut.
Zayden mengulurkan tangannya agar disambut oleh Cika dan dengan senang hati Zayden menyambut tangan Zayden.
"Kamu yang nyiapin semua ini?" tanya Cika menatap Zayden saat Zayden memeluknya dari belakang.
"He'em... Aku ingin ini menjadi hari yang indah untuk kita berdua, Ay!" gumam Zayden dengan pelan meletakkan dagunya di atas bahu Cika.
"Kamu nyiapin ini sendiri?" tanya Cika mengelus tangan Zayden yang ada di perutnya.
"Dibantu sama Zevana dan orang kepercayaanku, Sayang. Kamu tahu bayaran untuk Zevana sangat mahal, dia meminta liburan ke Amerika setelah ini," ujar Zayden dengan terkekeh.
__ADS_1
"Waw... Aku juga mau ke sana!" ujar Cika dengan berbinar.
"Kita akan keliling dunia setelah nikah!" gumam Zayden yang membuat Cika tersipu malu.
Menikah?
Entahlah Cika sangat senang mendengar kata itu jika Zayden yang mengucapkannya bukan Aiden yang selalu membuat batinnya tertekan.
"Lihat itu indah sekali, Sayang!" ucap Cika sangat bahagia saat bisa menyaksikan matahari terbenam secara langsung bersama dengan Zayden.
Zayden tersenyum dan tiba-tiba saja ia berjongkok di hadapan Cika yang membuat gadis itu terbengong.
"Ay, kamu ngapain?" tanya Cika dengan bingung.
Zayden tetap diam. Tanganya mencoba mengambil sesuatu dari saku jas yang ia pakai sekarang.
Cika speechless. Gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat cincin yang sangat indah di tangan Zayden.
"Sayang, disaksikan ombak pantai dan matahari yang mulai terbenam izinkan aku Zayden Alfahri untuk melamarmu Cantika Anastasya Samudra untuk menjadi calon istriku. Maukah kamu menerima lamaranku?" ucap Zayden dengan tegas dan mata yang tak pernah lepas dari wajah cantik Cika saat ini.
"A-ay..." Cika tak bisa berkata-kata matanya berkaca-kaca karena terharu dengan apa uang Zayden lakukan terhadapnya. Inikah yang Zayden maksud suprise untuknya?
"Ay, aku hanya butuh jawaban iya atau mau!" ucap Zayden yang membuat Cika terkekeh sekaligus menahan tangis harunya.
"Ayo jawab, Ay!" rengek Zayden yang membuat Cika tersenyum dan meneteskan air matanya karena sangking bahagianya.
"Iya aku mau!" ujar Cika dengan pelan.
"A-apa, Ay? Aku gak dengar!" ucap Zayden memastikan.
"IYA ZAYDEN ALFAHRI, AKU CANTIKA ANASTASYA SAMUDRA MAU MENERIMA LAMARANMU. AKU MAU MENJADI ISTRIMU!" teriak Cika dengan bahagia.
Zayden juga bahagia. Ia langsung memasangkan cincin di jari manis Cika setelah itu ia memeluk Cika dengan erat.
"Aku mencintaimu, Sayang! Sangat mencintaimu! Terima kasih sudah mau menerimaku!"
__ADS_1