
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya....
...Happy reading...
***
Nessa mengerjapkan matanya dengan tubuh yang sedikit kaku. Nessa sedikit terkejut ketika ada tangan lelaki yang memeluknya, setelah melihat siapa yang memeluknya Nessa menghela napasnya dengan pelan karena Andra lah yang ternyata memeluknya, suami sahnya setelah kemarin mereka menikah.
"Eh aku ketiduran ya? Ini sudah pagi? Mas Andra marah gak ya karena semalam kan aku di suruh menunggu dia sampai selesai mandi?" monolog Nessa yang membuat wanita berstatus istri tapi masih perawan itu terkekeh.
"Semalam Mas Andra tidur juga atau malah main sendiri di kamar mandi? Sayang dong calon anak dibuang sia-sia," gumam Nessa dengan terkekeh dan tidak merasa bersalah pun dengan suaminya yang semalam tampak amat kasihan sekali wajahnya karena gagal melakukan malam pertama dengan sang istri.
"Ngomong sendiri. Sudah gila kamu?" tanya Andra dengan suara yang serak dan semakin mengeratkan pelukannya pada Nessa.
"Enak saja aku dibilang gila. Mas tuh yang gila! Tergila-gila pada gadis cantik bernama Nessa Samudra," ujar Nessa yang membuat Andra tersenyum.
Andra membuka matanya dan menatap ke arah Nessa dengan ekspresi yang sangat aneh yang membuat Nessa menelan ludahnya dengan kasar.
"Aku curiga nih!" gumam Nessa dengan gugup.
"Curiga kenapa?" tanya Andra dengan menyeringai.
"Seringai mesum Mas Andra kentara banget jadi aku jadi tahu sekarang kalau burung Mas dalam mode on," sahut Nessa.
"Ya kamu benar istriku tercinta!" ujar Andra dengan naik ke atas tubuh Nessa perlahan.
Nessa menahan napasnya saat sesuatu benda yang keras menusuk pahanya. "M-mas!"
"Hmmm..."
Andra berdehem dengan menatap wajah Nessa tanpa berkedip.
"Kenapa sih burung lelaki itu bangun setiap pagi? Padahal kan gak ada yang buat bangun? Aneh gak sih?"
"Random banget pertanyaan kamu, Yang? Mau cobain gak burung bangun kalau pagi? Dia lebih galak daripada malam hari," ujar Andra dengan tersenyum miring.
"Emang iya? galaknya gimana coba?" tanya Nessa yang bagi Andra adalah menantang dirinya.
"Oke... Kita coba sekarang saja. Malam pertama gagal jadi pagi pertama gak boleh gagal, kamu gak bisa mengelak lagi istriku Sayang!" ujar Andra dengan tersenyum menang.
__ADS_1
"A-aku belum mandi masih mau iler," ujar Nessa dengan terbata.
"Nanti saja mandi bareng sesudah kamu cobain burung galak di pagi hari minta sarapannya," ujar Andra dengan mengelus pipi Nessa.
Cup..
Andra mencium bibir Nessa dengan perlahan. Nessa sudah tidak bisa memberontak lagi karena tangannya di letakkan di atas dan di pegang oleh Andra. Duda satu ini sepertinya sudah tidak tahan untuk melepas kedudaannya karena Andra sudah menduda terlalu lama, burungnya juga sudah memberontak di bawah sana.
Nessa sudah tidak memberontak, wanita itu mulai terhanyut dalam ciuman mesra yang dilakukan oleh Andra bahkan tubuh Nessa sudah blingsatan karena sentuhan tangan panas Andra di setiap jengkal tubuhnya. Andra selalu bisa membuat Nessa menginginkan lebih, mungkin karena lelaki itu sudah berpengalaman.
"Aaahhh..."
"Sebut nama Mas, Sayang!" perintah Andra dengan serak.
"Aaah... M-mas Andra," gumam Nessa dengan lirih membuat Andra tersenyum senang dan bertambah gairah, suara desah*n Nessa seperti melodi yang sangat indah di telinganya.
Andra mencoba melepaskan pakaian Nessa, gadis itu sudah terlihat sangat pasrah dengan mata yang sangat sayu. Nessa hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar saat Andra juga melepaskan pakaiannya sendiri dan membuangnya ke sembarangan arah hingga tergeletak di atas lantai.
Andra melebarkan paha Nessa dan menenggelamkan wajahnya di milik Nessa yang membuat Nessa memegang bantal dengan kuat.
"Ouhhh... Ampun, Mas! Please...geli!" ujar Nessa dengan napas yang terbata-bata saat Andra menjalankan aksinya agar gairah Nessa semakin besar.
Nessa hanya bisa mengeluarkan suaranya dengan lirih saat Andra terus melancarkan aksinya hingga Nessa benar-benar lemas karena sudah mendapatkan pelepasannya beberapa kali. Andra membenarkan letak istrinya agar terasa nyaman, dan ia mulai mengarahkan miliknya yang sudah sangat menegang ke milik Nessa yang saat ini sudah pasrah.
"Pelan-pelan Mas! Sakittt!" rengek Nessa yang membuat Andra tidak tega.
"Iya, Sayang!"
Cup...
Andra mencium Nessa dengan mesra kembali agar istrinya tidak terlalu merasakan sakit hingga pada akhirnya miliknya bisa tertanam dengan sempurna yang membuat Andra sedikit lega.
Andra menyeka air mata Nessa dengan perlahan. "Maaf ya, Sayang. Tapi sebentar lagi gak sakit kok," ujar Andra yang di angguki oleh Nessa.
Setelah Nessa mulai rileks dan terbiasa dengan miliknya barulah Andra bergerak dengan perlahan. Andra tidak janji untuk tidak memintanya lagi karena milik Nessa sungguh membuat Andra ketagihan. Keringat sudah membanjiri tubuh keduanya di pagi hari ini. Malam pertama yang gagal kini terganti dengan pagi pertama yang sangat panas karena ada campur tangan duda yang sudah sangat berpengalaman.
***
Nessa tampak sangat lapar sekali ketika mereka selesai mandi bersama. Bahkan Nessa tak pelan-pelan dalam memasukkan nasi ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Kenapa Buk? Lapar ya? Habis ngapain emang?" tanya Andra dengan terkekeh saat melihat istrinya begitu kelaparan dengan rambut yang masih basah.
"Habis dapat serangan bom atom, kaki gemetar karena lapar," ujar Nessa dengan cuek.
"Hahaha.... Astaga, Sayang. Makan yang banyak untuk menyiapkan tenaga malam hari lagi ya. Bukan hanya bom atom tapi segala bom nanti keluar," ujar Andra dengan tertawa memegang perutnya.
"Dasar duda karatan tidak tahu waktu. Ini sudah lewat jam sarapan. Ini bisa disebut jam makan siang. Mana perih banget lagi yang bawah," ujar Nessa dengan sinis.
"Kacian istriku. Maaf ya, Sayang. Makan lagi ya biar Mas suapi," ujar Andra dengan lembut.
"Enggak. Nanti ada maunya lagi," ujar Nessa dengan waspada.
Andra terkekeh. "Enggak, Sayang. Nanti lagi kalau itu, tadi sudah cukup kok," ujar Andra dengan bahagia.
Nessa menghela napasnya. "Ternyata begini nikah sama duda. Badan remuk karena di gempur mulu," ujar Nessa yang membuat Andra semakin mengeraskan tawanya.
"Uluh-uluh istriku yang cantik kalau ngambek gini lucu deh," ujar Andra memeluk istrinya.
"Sini Mas suapi. Mas benar-benar minta maaf ya sampai melewatkan jam sarapan kita," ujar Andra dengan tulus.
"Iya, Mas. Aku maklum karena Mas adalah duda karatan yang sudah lama tidak merasakan sangkar burung hahaha..." sahut Nessa dengan tertawa yang membuat Andra terkekeh.
"Suka benar kalau ngomong," ujar Andra.
Akhirnya keduanya makan bersama dengan diselingi candaan dan berantem kecil seperti biasa. Inilah yang membuat hubungan mereka lebih berwarna dan lebih hangat. Andra bisa menempatkan diri di hadapan Nessa yang lebih muda agar istrinya itu tidak canggung dengan dirinya.
Andra dan Nessa menghabiskan waktu mereka di kamar hotel. Setelah makan dan mengobrol ringan kini keduanya sudah berbaring di atas kasur dengan lengan Andra yang menjadi bantalan kepala Nessa.
"Foto mana yang cantik, Mas?" tanya Nessa saat mereka melihat foto pernikahan mereka yang baru saja di kirim oleh fotografer mereka.
"Yang itu juga bagus," ujar Andra dengan menunjuk foto mesra mereka.
"Ini ya? Ide bagus, ini aku mau jadiin foto profil whatsapp kamu biar dosen sama mahasiswa kamu tahu kalau kita sudah menikah," ujar Nessa yang membuat Andra menatap istrinya.
"Kan emang mereka sudah tahu kita menikah, Sayang. Mereka juga datang kemarin," ujar Andra dengan bingung.
"Sekarang tuh banyak pelakor yang gak tahu diri, Mas. Sudah tahu suami orang masih di goda saja. Sekali saja aku tahu kamu ada yang goda habis mereka sama aku," ujar Nessa tanpa melihat ke arah suaminya.
Andra terkekeh. "Terserah kamu saja, Sayang. Yang penting kamu bahagia. Kalau cemburu serem banget ternyata," ujar Andra dengan terkekeh.
__ADS_1
"Foto yang bertiga aja deh. Nanti di kira orang-orang aku cuma mau ayahnya gak mau anaknya. Nah gini kan cantik kita seperti keluarga yang sangat bahagia. Tapi kok bisa ya Ayuna mirip aku? Padahal aku kan gak melahirkan Yuna," ujar Nessa yang membuat Andra menggelengkan kepalanya.
Andra membiarkan saja saat Nessa mengotak-atik ponselnya. Membuka seluruh akun sosmednya dan mengupload foto pernikahan mereka dengan berbagai caption yang membuat Andra tersenyum. Ia pikir Nessa adalah gadis yang tidak cemburuan tetapi semuanya terkuak setelah Nessa menjadi istrinya. Bahagia? Tentu saja Andra bahagia.