
...📌Jangan lupa ramaikan part ini ya....
...Happy reading...
****
Delisha menatap suaminya yang semalam masih mengambek karena dirinya yang tak sengaja terbatuk saat Zayyen mengatakan jika pria itu masih menyukai dirinya.
"Mas!"
"Mas masih ngambek sama Delisha ya?!" rengek Delisha yang tak tahan jika harus di diamkan seperti ini dengan suaminya sendiri.
"Mas suami ihh," rengek Delisha yang berusaha mengajak Ikbal berbicara.
Ikbal hanya diam dengan memakan sarapan buatan Delisha. Mana tega Ikbal tidak memakan masakan istrinya yang sudah bersusah payah memasak untuknya walaupun dirinya sedang ngambek tidak membuat Ikbal mengabaikan istrinya.
"Aaa Mas suami!" rengek Delisha yang langsung duduk di pangkuan Ikbal tanpa persetujuan Ikbal.
"Jangan ngambek lagi. Delisha kan cuma terkejut dengan ucapan kak Zayyen kemarin, Delisha gak ada rasa lagi sama kak Zayyen kok. Delisha gak bohong Mas suami," rengek Delisha dengan mengerjapkan matanya di depan wajah suaminya.
"Pasti kamu bangga masih dicintai sama mantan ya kan?" tuding Ikbal dengan datar.
"Mas suami mah gitu Delisha sudah berkata jujur juga masih dicurigai. Mas suami kan tahu kalau Mas suami pemenang hati Delisha selama ini," rengek Delisha yang membuat Ikbal tak tahan dan mencium kening Delisha dengan gemas.
"Mantan kamu tuh gagal move on!" ujar Ikbal dengan ketus karena masih cemburu dengan Zayyen kemarin malam.
"Dia yang gagal move on kenapa Mas suami yang mendiami Delisha? Mas suami mah gitu," ujar Delisha dengan cemberut.
Delisha bersandar di dada Ikbal tak peduli jika suaminya sedang sarapan, saat ini Delisha hanya ingin bermanja dengan suaminya mumpung ini adalah hari weekend.
"Kalau ketemu Zayyen di acara keluarga sebisa mungkin kamu harus menghindar dari dia ya. Mas gak suka dengan tatapan dia ke kamu," ujar Ikbal dengan lembut.
"Iya, suamiku Sayang!" jawab Delisha dengan pelan.
"Oke Mas nyesel semalam ngambek sama kamu jadi gak ambil jatah malam. Sekarang saja bagaimana?" tanya Ikbal dengan senyuman mesumnya.
Ikbal mengelus pipi Delisha dengan penuh sayang. "Kangen masuk ke sangkarnya katanya mau buat yang kayak kak Nad-Nad?" ujar Ikbal membujuk Delisha agar mau berolahraga pagi bersamanya.
"Tapi kan Mas sudah sarapan. Emang masih kuat olahraga sama Delisha," ujar Delisha dengan terkekeh.
"Kamu mau bilang suami kamu gak kuat gitu hmm? Ayo kita buktikan saja di atas ranjang siapa pemenangnya," ujar Ikbal menarik Hidung Delisha dengan gemas yang membuat Delisha tertawa kecil.
Hap...
Dengan sangat mudah Ikbal membawa Delisha menuju kamar mereka. Wanita itu sudah seperti anak kukang yang menempel pada Ikbal dengan manja.
"Setelah olahraga kita ke rumah pakde Fathan ya, Mas. Aku mau culik kak Nad-Nad lagi," ujar Delisha yang membuat Ikbal menatap istrinya dengan tersenyum.
"Segitunya kamu suka sama kak Nad-Nad hmm? Emang sih gemesin banget, ya sudah nanti kita culik dia ya! Tapi ada tambahan ronde. Gimana? Sanggup gak?" tanya Ikbal dengan menaik turunkan alisnya.
"Sangguplah mau lawan Delisha. Do'akan yang ini jadi ya, Mas. Lima tahun pernikahan kita aku merasa rumah ini sepi gak ada suara bayi apalagi kalau kamu sedang di kantor," ujar Delisha dengan sendu yang membuat Ikbal terdiam.
__ADS_1
"Besok kita langsung ke rumah sakit saja. Konsultasi dengan pakde Fathan dengan program bayi tabung, jangan sedih ya! Apapun akan Mas lakukan agar anak kita cepat hadir di tengah-tengah kita," ujar Ikbal dengan lembut.
Ikbal merebahkan tubuh Delisha di kasur dengan lembut. Melihat istrinya bersedih seperti ini membuat Ikbal tidak tega apalagi kesedihan istrinya ini karena mereka tak kunjung mempunyai anak, beberapa kali Delisha mencoba testpack tetapi hasilnya masih negatif. Bahkan karena hasil testpack tersebut membuat Delisha menangis dengan memeluknya.
"Jangan sedih lagi. Kita berjuang sama-sama," ujar Ikbal dengan menatap wajah istrinya yang sudah berada di bawahnya.
"Delisha gak sedih lagi!" ujar Delisha dengan tersenyum.
"Kalau gitu kita..."
"KYAAA... MAS SUAMI!!" teriak Delisha saat Ikbal menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
Akhirnya mereka melakukan olahraga pagi bersama, berbagi peluh bersama untuk kesekian kalinya yang membuat keduanya sudah ketagihan dengan sentuhan masing-masing. Apalagi Ikbal yang memang sangat bucin dengan Delisha, rasanya jika tidak menyentuh Delisha atau memeluk Delisha seperti ada yang kurang dalam dirinya.
Bahagia? Tentu saja mereka bahagia walaupun kesedihan menghampiri keduanya karena tak kunjung mempunyai anak setelah 5 tahun pernikahan mereka. Do'akan setelah ini Delisha akan segera mengandung anak dari Ikbal yang sudah sangat ia harapkan.
***
"Kak Nad-Nad, Delisha di sini!" ujar Delisha dengan bahagia saat ia sampai di rumah pakde dan bude-nya.
"Wahh... Apa itu yang di bawa?" tanya Nadine dengan bahagia saat ada boneka berada di tangan Delisha.
"Boneka dong. Ini khusus Delisha kasih untuk Kak Nad-Nad kalau Kak Nad-Nad mau ikut Delisha nginap lagi," ujar Delisha dengan bahagia membujuk Nadine agar mau ikut bersama dengan dirinya.
"Delisha, Ikbal. Ya ampun kalian bawa apa kok banyak banget seperti ini?" tanya Tri dengan menggelengkan kepalanya.
"Ini Bude. Delisha sengaja beli ini katanya biar diizinin bawa kak Nad-Nad menginap di rumah," ujar Ikbal yang membuat Delisha terkekeh.
"Coba tanya Nad mau gak dia menginap di sana. Sebentar lagi dia juga sekolah loh," ujar Tri yang membuat Delisha terpekik senang.
"Aaa... Kak Nad-Nad jangan besar dulu ya. Delisha kan masih mau unyel-unyel Kak Nad-Nad," ujar Delisha dengan memelas.
"Nad kan juga mau besar biar bisa menikah dengan pangeran. Masa kata Deon kemarin Nad gak akan nikah sama pangeran. Deon mah gitu sama Nad," ujar Nadine dengan polosnya yang membuat Delisha dan Ikbal terkekeh.
"Sudah ketemu sama Pangerannya belum?" tanya Ikbal dengan terkekeh.
"Belum! Tapi Nad mau cari kok," ujar Nadine yang membuat Fathan dan Tri menggelengkan kepalanya.
Akibat kedua kakaknya menikah Nadine seakan ingin menikah juga dengan pangeran yang sangat ia impikan.
"Cari dimana?" tanya Delisha yang merasa lucu dengan ucapan kakak sepupunya yang masih kecil tersenyum.
"Di got hahaha..." ujar Nayla dengan cepat saat Nadine mau berbicara.
"IHHH KAK NAYLA! PANGERAN GAK TINGGAL DI GOT YANG TINGGAL DI GOT ITU TIKUS TEMAN KAK NAYLA!" teriak Nadine dengan kesal.
"Teman kamu tuh, Dek!"
"Papa, kak Nayla jahat. Jangan kasih uang jajan lagi," ujar Nadine dengan mata berkaca-kaca.
"Nay! Jangan jahili adiknya terus. Kalian ini kapan tidak berantemnya sih?" tanya Fathan dengan tegas.
__ADS_1
"Yah anak pungut mau nangis!"
"KAK NAYLA. AAA POKOKNYA NAD NGAMBEK MAU TIDUR DI RUMAH KAK DELISHA SAJA," ujar Nadine dengan cemberut.
"Kak Ikbal gendong! Nad kalau marah malas jalan," ujar Nadine yang membuat semua orang tertawa.
"Ada-ada saja kelakuan kamu, Nad. Sebentar Mama siapkan dulu baju gantinya. Kamu jangan nakal di rumah kak Ikbal sama kak Delisha ya," ujar Tri dengan lembut.
"Ikbal, Delisha duduk dulu!" ujar Fathan dengan lembut.
"Iya Pakde!" jawab keduanya dengan tersenyum.
Saat Delisha ingin berjalan ke arah sofa tiba-tiba saja kepalanya berputar.
"Sssttt... Mas!" panggil Delisha dengan pelan.
Ikbal menatap istrinya dan betapa terkejutnya Ikbal saat melihat wajah Delisha yang sudah sangat pucat.
"Sayang kamu kenapa?"
"Eh Kak Nayla pegang tangan Delisha sebentar!" ujar Ikbal dengan panik dan Nayla langsung memegang Delisha dengan kuat.
"Kak Nad-Nad turun dulu ya!" ujar Ikbal yang ingin menolong istrinya.
Fathan juga menghampiri Delisha dengan perasaan cemas jangan sampai penyakit Delisha kembali datang lagi.
"Mas pusing. Rumah ini kenapa berputar?" ujar Delisha dengan lirih.
"Peluk Mas!" ucap Ikbal dengan cemas.
"Pusing banget, Mas. Perut Delisha mual!" gumam Delisha sebelum kehilangan kesadaran di pelukan suaminya.
"Sayang jangan buat aku khawatir. Buka mata kamu," ujar Ikbal dengan panik.
"Bawa ke kamar Nayla, Bal. Biar Pakde periksa," ujar Fathan dengan cemas.
"Iya Pakde!"
"Loh Delisha kenapa?" tanya Tri dengan panik.
"Tiba-tiba saja dia mengeluh pusing, Bude. Terus pingsan seperti ini. Ikbal takut!" gumam Ikbal dengan mata berkaca-kaca karena sangking cemasnya dengan keadaan istrinya.
"Kamu tenang dulu biar Pakde periksa!"
"Ya Tuhan... Jangan engkau beri cobaan lagi untuk istri hamba," gumam Ikbal dengan sangat takut berdo'a selalu di dalam hati ketika membawa Delisha ke kamar Nayla untuk diperiksa.
Nadine hanya bisa diam dengan rasa takut karena baru kali ini ia melihat Delisha pingsan di depan matanya.
"Mama, kak Delisha gak akan kenapa-napa, kan?" tanya Nadine dengan sendu.
"Enggak, Sayang. Kita do'akan saja kak Delisha ya!"
__ADS_1
"Ya Allah jangan buat kak Delisha sakit ya. Nad sayang kak Delisha, aamiin!"