Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 223 (Pesta Mewah)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya....


...📌 Satu part lagi menuju 5 tahun kemudian. Part spesial tentunya karena Ikbal mau memakan hidangan utamanya. Siap-siap besok🤪...


...📌Untuk perjuangan Cika supaya nikah sama Zayden begitu pun dengan pak dosen Andra yang mengejar cinta Nessa kita lanjutkan ke 5 tahun kemudian ya, kalau gak gitu kapan tamatnya nih cerita dan bakal kepanjangan tentunya 🤪🤣🤣Semoga kalian mengerti wkwk......


...Happy reading...


***


Beberapa bulan kemudian...


Pesta pernikahan yang sangat mewah sedang terlaksana setelah seminggu lalu Delisha dan Mikaela lulus sekolah. Bak menjadi ratu dan raja dua pasangan pengantin sangat terlihat bahagia sekali. Delisha selalu mengapit lengan sang suami saat ia menyambut para tamu yang datang, tetapi tidak dengan Mikaela semenjak hamil dan mengidam ia sedikit anti berdekatan dengan Dareel yang membuat Dareel frustasi untung saja anak yang di dalam kandungan Mikaela hari ini bisa diajak bekerjasama. Tetapi tentunya Mikaela dan Dareel akan istirahat lebih dulu karena Dareel tidak mau istrinya kelelahan.


Dekorasi yang sangat mewah dan Cake wedding yaang sangat cantik membuat Ikbal dan Delisha bagaimana ratu dan raja sehari begitupun dengan Dareel dan Mikaela. Apalagi ke-empatnya di dampingi Groomsmen dan bridesmaid dari para sepupu, keponakan, dan juga para sahabat mereka termasuk Angga dan Sandy.


Prosesi resepsi pernikahan ke-empatnya bak pernikahan para pangeran dan putri di negeri dongeng. Jangan tanyakan biaya yang Akbar dan Tomi habiskan untuk membuat wedding impian anak mereka, uang tak menjadi masalah berapa pun biayanya asal anak-anak mereka bahagia. Mungkin jika di totalkan resepsi pernikahan anak mereka memakan biaya 50 miliyar atau bisa saja lebih melihat bagaimana pelaminan mereka yang begitu mewah.


"Mas suami!" panggil Delisha dengan perlahan.


"Iya, Sayang. Kenapa kakinya sakit?" tanya Ikbal dengan lembut.


Delisha menggelengkan kepalanya. Ia menatap sekeliling gedung pernikahannya yang sangat luas. "Ini pernikahan impian Delisha. Terima kasih sudah mewujudkannya," ujar Delisha dengan tulus yang membuat Ikbal tersenyum.

__ADS_1


"Apapun akan Mas lakukan untuk kebahagiaan istri Mas yang cantik ini. Asal nanti malam kamu harus ekhemmm. Tahu kan maksud Mas apa?" tanya Ikbal dengan serius.


"Harus apa? Harus bersihkan semua dekorasi ini? Delisha kan capek mau istirahat lagian Delisha mana sanggup bersihkan ini sendirian. Mau ajak kak Mikaela tentu saja tidak bisa dan Delisha tidak tega, perutnya sudah membesar seperti balon," ujar Delisha yang membuat Ikbal terkekeh.


"Mas akan buat perut kamu seperti balon juga. Gak sabar mau lihat bagaimana kamu hamil anak Mas pasti lucu," ujar Ikbal yang langsung membuat kedua pipi Delisha memerah. Jika tidak memakai make up mungkin Ikbal sudah melihat bagaimana merahnya pipi Delisha saat ini.


"Kita buat anak?" tanya Delisha dengan mengerjapkan kedua matanya.


"Iya dong. Jangan mau kalah sama mama. Sebentar lagi adik kita lahir," ujar Ikbal yang di angguki oleh Delisha dengan lucu yang membuat Ikbal gemas. Jika tidak sedang berada di acara resepsinya malam ini mungkin Ikbal sudah mengurung Delisha di kamar.


"Duh Delisha jadi deg-degan," gumam Delisha di dalam hati padahal ia sudah terbiasa bertelanjang di depan suaminya tetapi mereka belum melakukan hubungan suami istri, keduanya hanya sekedar menyentuh satu sama lain apalagi ketika sudah menikah Ikbal berubah bak menjadi bayi yang selalu bermanja dengan Delisha tentu Ikbal sangat menjaga istrinya agar lulus sekolah terlebih dahulu barulah mereka melakukan hubungan suami istri dan kini Ikbal sudah bisa memakan hidangan utamanya yang selama ini sangat ia tunggu-tunggu.


Berbeda dengan Delisha dan Ikbal yang membahas malam pertama mereka. Dareel sedang bernegosiasi dengan anaknya agar ia bisa tidur dengan Mikaela malam ini, sungguh Dareel sangat tersiksa jika harus tidur terpisah dengan istrinya.


Mikaela terkekeh lucu mendengar ucapan suaminya tapi mau bagaimana lagi, entah mengapa saat mengetahui dirinya hamil Mikaela langsung lemas dan muntah saat berada di dekat Dareel. Sebenarnya Mikaela kasihan dengan suaminya yang sangat baik kepadanya apalagi kamar mereka adalah kamar Dareel dan sekarang dia yang menguasainya dan Dareel hanya tidur di sofa tetapi Mikaela tidak tahu saja ketika dirinya sudah pulas Dareel diam-diam tidur di samping Mikaela dan memeluk istrinya, Mikaela tidak membawa apapun saat tinggal di rumah mewah mertuanya, hanya baju jelek yang ia pakailah yang ia punya. Dan di saat hamil kenapa rasanya Mikaela sangat benci sekali melihat muka Dareel tetapi ketika Dareel belum pulang ke rumah Mikaela menangis mencari Dareel, saat Dareel pulang Mikaela tidak mau di dekati suaminya. Itulah yang membuat Dareel frustasi sampai saat ini.


"Kita coba malam ini ya, Mas. Lagian aku mulai gak mual dekat kamu," ujar Mikaela yang membuat Dareel tersenyum bahagia.


"Iya, Moci. Awas saja jika kamu gak mau aku dekati lagi!" ujar Dareel dengan frustasi.


"Ini kan bukan aku yang mau Mas. Anak kita yang mau, aku langsung mual kalau lihat muka kamu bawaannya kesel mulu," ujar Mikaela dengan jujur yang membuat Dareel menghela napas frustasi.


"Suami ganteng gini di jauhin mulu. Kalau gak ada di rumah di cariin, Mas yakin anak kita bakal mirip banget sama Mas. Lihat saja nanti," ujar Dareel percaya diri.

__ADS_1


"Ya Alhamdulillah kalau mirip Mas kan Mas papinya yang heran itu mirip suami tetangga," ujar Mikaela dengan terkekeh.


"Kamu ya! Enak saja mirip suami tetangga. Mau aku panggang dia," ujar Dareel dengan kesal tetapi ia langsung tersenyum bahagia ketika Mikaela memeluknya dengan erat itu artinya Mikaela tidak mual lagi jika berada di dekat dirinya.


Acara resepsi pernikahan Ikbal dan Delisha maupun Dareel dan Mikaela berjalan dengan lancar, sisi memotong cake wedding juga sudah di mulai bahkan sesi untuk foto pun sudah di lakukan. Semua orang tampak bahagia dengan acara anak dari keluarga Mahendra yang terkenal akan kekayaannya.


Tetapi ada yang tidak menikmati acara tersebut dia adalah Haidar. Raganya mungkin ada di sini tetapi jiwanya entah kemana, sejak di bebaskan dari penjara Haidar tak henti-hentinya mencari Zevana. Namun, sampai sekarang istrinya itu belum di temukan bahkan Haidar menjadi manusia yang sangat dingin dan sangat pendiam, kesehariannya disibukkan dengan bekerja, kuliah dan mencari keberadaan Zevana. Rasa bersalahnya kepada Zevana seakan membunuh jiwanya. Haidar tak lagi merasakan cinta kepada Delisha, sejak acara di mulai sampai selesai Haidar hanya membayangkan jika dirinya dan Zevana yang mengadakan acara resepsi mewah ini karena sejak menikah Haidar belum pernah memberikan satu kebahagiaan pun untuk Zevana.


Mungkin jika Zayyen ada di sini juga lelaki itulah yang paling patah hati melihat Delisha bahagia dengan suaminya. Untung saja Zayyen sudah berada di Inggris untuk melanjutkan kuliah kedokterannya kembali tanpa menghadiri pesta mewah Delisha dan Ikbal.


Ikbal dan Delisha sudah berjalan ke arah kamar hotel mereka begitu pun dengan Dareel dan Mikaela yang sudah berjalan lebih dulu karena Dareel tak mau istrinya kelelahan, pria itu masih terus berdo'a di dalam hati agar anaknya berdamai dengannya malam ini.


"Semoga saja Moci mau dekat denganku malam ini," gumam Dareel di dalam hati dan karena ini juga ia sampai di ejek dengan kedua kembarannya. Danish dan Daniel sangat puas menertawakan Dareel saat Mikaela tak mau dekat dengan Dareel.


"Mas tunggu!" ujar Mikaela saat Dareel ingin melangkah masuk ke kamar hotel mereka.


"A-apa?" tanya Dareel dengan terbata, ia waspada saat Mikaela mau berbicara.


"Gak apa-apa. Wajah Mas gak ngeselin kok malam ini. Sepertinya anak kita mau berdamai," ujar Mikaela yang membuat Dareel lega.


"Alhamdulillah. Huh... Awas saja dia, akan Mas jenguk dan ajak baku hantam!" ujar Dareel yang membuat Mikaela terkekeh.


Ada-ada saja kelakuan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2