Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 208 (Kebahagiaan Mikaela)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


***


Mikaela tampak gemetar saat Dareel membawanya menuju jet pribadi milik pakde Adrian. Dareel sudah mendapatkan izin terbang dari sekolah penerbangannya yang membuat Dareel sudah bisa menerbangkan pilot untuk membuat sang istri bahagia malam ini, walaupun keluarga sedikit aneh dan menggodanya saat melihat Mikaela berjalan dengan langkah yang sangat aneh karena ulahnya semalam.


"M-mas aku takut ketinggian!" ujar Mikaela dengan takut.


"Ada Mas, Moci! Jangan takut malam ini adalah malam kebahagiaan untuk kita berdua!" ujar Dareel dengan lembut.


Mikaela memegang tangan Dareel dengan erat. Entah kemana semua orang padahal tadi sangat ramai sekali, kini hanya mereka berdua di sini dan Dareel sudah menyuruhnya untuk masuk ke dalam jet pribadi tersebut.


Dengan menghembuskan napasnya perlahan Mikaela mulai masuk ke dalam jet tersebut, dengan perhatian Dareel memasangkan pengaman untuk istrinya, Dareel tersenyum melihat wajah sang istri yang terlihat sangat tegang sekali.


"Rileks, Moci! Suamimu ini gak akan biarkan kamu dalam bahaya!" ujar Dareel,yang membuat Mikaela tenang dan akhirnya tersenyum.


Ya, Dareel gak akan membuatnya dalam bahaya! Mikaela percaya itu. Dareel mulai duduk di samping Mikaela untuk mengemudi jet pribadi untuk pertama kalinya sendirian tanpa pengawasan. Dareel ingin membuat Mikaela bahagia malam ini dan semua keluarganya sudah menunggu di suatu tempat untuk memberikan kejutan yang tidak Mikaela duga. Dareel sudah memikirkan semuanya ini dengan matang dan itu di setujui oleh keluarganya.


Dareel mulai memakai peralatannya sebelum menerbangkan jet tersebut. Setelah selesai Dareel menatap ke arah Mikaela yang ternyata sedang menatap ke arahnya juga.


"Ya Allah... Kenapa Mas Dareel sangat terlihat tampan sekali ketika menjadi pilot seperti ini? Pasti nanti ketika sudah bekerja di bandara banyak wanita yang menyukainya terlebih pramugari yang terlihat cantik-catik," gumam Mikaela di dalam hati.


"Kenapa menatap Mas sampai tidak berkedip seperti itu?" tanya Dareel dengan terkekeh.


Mikaela terkesiap dengan ucapan suaminya. "G-gak apa-apa, Mas!" sahut Mikaela dengan terbata.


Dareel mengacak rambut istrinya dengan gemas. "Kalau yang kamu takutkan Mas akan tertarik dengan pramugari atau rekan kerja wanita Mas yang lainnya kamu tidak perlu takut karena hanya kamu yang ada di hati Mas," ujar Dareel yang seakan mengerti dengan kegelisahan sang istri.


"Tapi mereka pasti cantik-cantik," gumam Mikaela dengan lirih.


"Lebih cantik kamu, Moci! Jangan sedih gitu ah malam ini adalah malam bahagia kita," ujar Dareel yang membuat Mikaela tersenyum.


"Sudah siap? Ayoo kita terbang malam ini!" ujar Dareel dengan tegas.


"Selamat malam Pakde! Dareel akan segera terbang menuju lokasi!" ujar Dareel yang sudah terhubung dengan pakdenya.

__ADS_1


"Malam Dareel! Oke jangan buat Pakde malu ya! Buat kami bangga dengan penerbanganmu malam ini!" ujar Adrian.


"Siap, Pakde!" ujar Dareel dengan tegas.


Mikaela tampak tegang saat jet tersebut mulai bergerak dan terbang dengan perlahan. Ia memegang seatbelt dengan erat.


"Tenang Moci! Jangan tutup mata kamu malam ini sangat indah loh," ujar Dareel dengan tersenyum.


Mikaela mulai membuka matanya, ia terpanh saat melihat keindahan ibu kota dari atas. "I-ini benar kita terbang Mas?" tanya Mikaela dengan tidak percaya.


"He'em Moci!" sahut Dareel dengan tersenyum.


"Indahnya!" gumam Mikaela dengan mata berbinar.


Sesuatu yang menjadi mimpinya sejak dulu akhirnya terwujud berkat suaminya. Mikaela menatap Dareel dengan berkaca-kaca. "Terima kasih, Mas! Hiks....Malam ini Mikaela gak nyangka akhirnya bisa terbang bersama Mas pilot!" ujar Mikaela dengan terharu.


"Ini gak gratis, Moci!" ujar Dareel dengan terkekeh.


"M-maksudnya Mika harus bayar? Tapi Mika gak punya uang!" cicit Mikaela dengan terbata.


Dengan malu-malu Mikaela mengangguk setuju. Mikaela juga sangat menikmati apa yang telah mereka lakukan kemarin malam, dan tentu saja Mikaela ketagihan dengan milik Dareel. Pipi Mikaela jadi memerah karena memikirkan milik Dareel semalam yang ia pegang dan sampai sekarang masih terasa di tangannya. Kalian jangan ikut membayangkannya ya!


****


Setelah terbang 30 menit lamanya untuk berkeliling sebentar bahkan sekarang Mikaela tampak tak takut dan mulai menikmati penerbangan mereka.


Dareel mulai mendaratkan jet tersebut di sebuah tanah lapang yang sangat gelap.


"Mas kita gak pulang? Nanti kalau papi sama mami mencari kita gimana?" tanya Mikaela dengan cemas.


"Kita turun dulu, Sayang! Mas akan menunjukkan sesuatu ke kamu!" ujar Dareel dengan tersenyum.


Untuk pertama kalinya dipanggil sayang oleh suaminya entah mengapa dada Mikaela berdebar dengan sangat kencang karena bahagia. Dareel kembali melepaskan pangaman Mikaela dan juga dirinya.


"Ayo turun, Moci!" ujar Dareel membantu Mikaela untuk turun.


Mikaela merasa malam ini di ratukan oleh Dareel dan Mikaela seakan menjadi wanita yang paling beruntung sekarang karena memiliki Dareel di hidupnya.

__ADS_1


Setelah Mikaela dan Dareel menginjakkan tanah Mikaela dibuat terkejut saat lampu menyala dengan serempak yang membuat suasana yang tadinya gelap menjadi terang.


"M-mas..."


"Ini belum seberapa Moci! Lihat ke atas!" titah Dareel yang langsung diangguki oleh Mikaela.


Mikaela mematung dengan wajah menganga saat puluhan drone di terbangkan membentuk nama dirinya, setelah itu berubah menjadi bentuk hati dan tak lama kemudian membentuk kata ' i love you'.


Sungguh ini sangat indah sekali! Mikaela tak pernah berpikir akan mendapatkan surprise yang seperti ini oleh suaminya. Bahkan sangking terharunya Mikaela sampai meneteskan air matanya saat melihat Drone tersebut terbang dengan sangat indah membentuk dua gambar manusia yang saling berhadapan seakan sang pria mencium kening sang wanita.


Mikaela menatap ke arah Dareel dengan menangis. Entah apa yang akan di lakukan Dareel kembali karena saat ini suaminya itu telah berjongkok di hadapannya.


"Moci, di hadapan semua keluarga besar kita Mas ingin menyampaikan sesuatu yang belum Mas sampaikan sebelumnya...."


"Pernikahan kita terjadi bukan karena kita saling mencintai tetapi malam ini di saksikan para keluarga maukah kamu menjadi istri dari seorang Dareel Mahendra sesungguhnya? Maukah kamu hidup dengan Mas melewati suka duka bersama? Maukah kamu menjadi ibu dari anak-anak Mas kelak? Mas akan mengupayakan apapun agar kebahagiaan datang di keluarga kecil kita, Mas pastikan jika mulai saat ini kamu menangis hanya karena kebahagiaan!" ujar Dareel dengan tegas yang membuat Mikaela lagi dan lagi menangis karena bahagia.


Mikaela menatap semua keluarga Dareel yang ternyata ada di sana. Ia menangis bahagia karena di perlakukan begitu baik oleh keluarga besar Mahendra.


Mikaela menatap Dareel kembali dan akhirnya wanita itu menganggukkan kepalanya yang membuat tepuk tangan meriah dari keluarga Mahendra.


"Mikaela berbahagialah malam ini, Nak!" ujar Fiona dengan tersenyum haru.


Mikaela tersenyum ke arah Fiona lalu ia memeluk Dareel dengan sangat erat dan menangis di pelukan suaminya. Bahkan cincin yang tersemat di jarinya kali ini terlihat sangat cantik sekali.


Delisha menghapus air matanya dengan pelan. Lalu ia menatap Ikbal dengan mengerjapkan matanya. "Delisha juga mau seperti itu!" gumam Delisha yang membuat Ikbal terkekeh.


"Iya, Sayang! Tunggu saja waktunya ya!" ujar Ikbal memeluk Delisha dengan erat.


"Kak Dareel bisa romantis juga ya, Kak?! Delisha gak nyangka banget!" gumam Delisha terharu.


"Dingin di luar bucin di dalam!" gumam Ikbal seakan menggambarkan dirinya sendiri.


"Kayak Mas pacar!" sahut Delisha yang membuat Ikbal tertawa.


"Kamu benar cantik!"


Tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan Mikaela dan Dareel malam ini. Keduanya sedang dimabuk cinta hingga Mikaela melupakan kesakitannya. Mikaela tersenyum saat melihat bayangan ibunya yang tersenyum ke arahnya seakan menyaksikan kebahagiaannya malam ini, setelah itu bayangan tersebut menghilang dan Mikaela kembali memeluk Dareel dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2