Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 160 (Rencana dimulai)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


****


Malam harinya di kediaman Fathan dan Tri sudah tampak ramai dengan kehadiran para keluarga, kerabat, dan teman-teman Cika maupun teman-teman adiknya serta teman dari Zayden. Semua tampak berkumpul untuk merayakan kelulusan Cika dengan suka cita.


Tawa bahagia masih menggema di taman belakang yang sudah di hias dengan begitu cantiknya. Ada yang sedang memanggang daging, ayam, dan ikan serta ada juga yang sedang membakar jagung.


Cika ikut Zayden untuk membakar jagung. Mereka tertawa bahagia bersama sedangkan Delisha ikut membantu Zayyen membakar daging. Jarak antara ke-empatnya memang lumayan jauh karena baik Zayden maupun Zayyen tidak pernah bertegur sapa jika tidak bersama dengan kedua orang tuanya, sebisa mungkin keduanya menghindar dari percakapan yang membuat pertikaian antar saudara lebih tepatnya Zayyen lah yang menghindar dari Zayden.


"Sayang, ini udah matang!" ujar Cika memperlihatkan jagung bakar di hadapan Zayden.


"Sudah, Ay! Tinggal taruh di piring aja!" sahut Zayden dengan tersenyum.


Cika mengangguk. "Aku ambil piring di dalam dulu ya!" ujar Cika dengan pelan.


"Jangan lama-lama!" ujar Zayden dengan manja.


Cika terkekeh. "Iya gak akan lama!" ujar Cika dengan tersenyum.


Cika berjalan memasuki rumahnya kembali. Sedangkan yang lain masih asyik mengipas-ngipasi daging panggangan mereka, tak lama musik pun terdengar meramaikan acara hangat keluarga tersebut sebelum sesuatu akan menghancurkannya.


Delisha tampak bahagia malam ini karena Zayyen terus bersamanya, bahkan keluarganya tak lagi marah kepada Zayyen. Apakah ini sesuatu yang baik untuk hubungan mereka?


Delisha menyomot daging yang sudah matang yang membuat Zayyen melotot. "Kok diambil?" ujar Zayyen dengan gemas.


"Sedikit! Enak, Kak!" ujar Delisha dengan malu-malu


"Lama-lama juga habis sama kamu! Jangan banyak-banyak ya kamu lagi dalam masa pamulihan," ujar Zayyen serius.


Ikbal dan Haidar yang mendengarnya melongos. Jika Ikbal melongos karena cemburu sedangkan Haidar melongos karena muak dengan sahabatnya yang berpura-pura baik dengan Delisha demi melampiaskan perasaannya terhadap Cika.


Dareel menepuk punggung Ikbal, ia memberikan kode kepada lelaki itu. Ikbal hanya tersenyum sinis menanggapi kode dari Dareel.


"Malam ini kan puncaknya. Delisha sama Zayyen harus pisah," gumam Dareel yang diangguki oleh Ikbal.


"Kalian lihat saja nanti. Akan ada kejutan untuk Zayyen nantinya dan penyesalan akan menghampiri lelaki itu," ujar Ikbal yang dengan sangat tenang.

__ADS_1


"Hmmm kita sangat menanti pertunjukan itu!" ujar Daniel dengan menyeringai.


"Duduk dan tunggu dengan tenang!" ujar Danish dengan dingin yang membuat kedua saudara kembarnya hanya tersenyum tipis.


"Biarkan Cika menikmati kebahagiaannya dulu. Gadis itu juga berperan dalam hal ini," ujar Ikbal.


"Sebenarnya aku kasihan dengan kak Cika karena bagaimana pun dia adalah kakak sepupu kita tapi dia juga menyakiti perasaan adik kesayangan kita. Jadi, aku tidak akan pandang bulu untuk menyakiti siapa saja yang merusak kebahagiaan perempuan kesayangan Mahendra!" ujar Daniel dengan serius.


"Ya, dia seperti gadis yang sangat serakah!" ujar Dareel dengan geram. "Sudah mempunyai Zayden ingin memiliki Zayyen juga!" lanjut Dareel dengan menghela napasnya dengan kasar.


Semua para orang tua sudah berada di taman belakang setelah mengobrol di dalam rumah karena Cika sudah memanggil orang tua serta para paman, bibinya malam ini untuk menikmati hasil panggangan para pemuda dan pemudi malam ini.


"Sepertinya ini enak sekali!" ujar Fathan dengan bahagia saat Cika, Nessa, Nayla memberikan hidangan utama kepada orang tua yang sudah dihias begitu cantik oleh mereka.


Sedangkan Delisha yang tidak boleh capek-capek oleh keluarga hanya duduk menikmati malam ini bersama dengan Zayyen walau pria itu tak merasa nyaman dengan Delisha tetapi Zayyen harus tetap berpura-pura baik.


"Pasti enak dong pakde! Itu Delisha yang kipasin!" ujar Delisha dengan bangga.


"Haha cuma kipasin aja bangga kamu, Dek!" sahut Danish dengan tertawa.


"Paling gosong!" ujar Haidar yang membuat Delisha tidak terima.


"Kak Haidar cari ribut mulu sama Delisha! Tapi malam ini Delisha gak mau menanggapi Kakak ya!" ucap Delisha dengan kesal.


"Kak Haidar!!! Delisha kasih makan buaya ya!" ujar Delisha berkacak pinggang.


Zayyen yang sudah tak nyaman berpamitan untuk ke kamar mandi yang berada di dalam rumah Fathan dan Tri. Haidar melihat kepergian sahabatnya juga ingin menyusul Zayyen.


"Kakak mau ke kamar mandi dulu ya!" ujar Zayyen dengan pelan.


"Gue juga!" ujar Haidar yang membuat Delisha menatap kedua pria itu.


"Pipis mau barengan ya?" tanya Delisha dengan polosnya yang mengundang gelak tawa dari keluarganya.


"Ya enggaklah. Bocil diam aja lah!" ujar Haidar dengan kesal walau di dalam hatinya ia masih merasa bersalah dan sangat takut dengan keluarga Delisha. Tatapan keluarga Delisha benar-benar tak bersahabat kepadanya.


Haidar dengan cepat menyusul sahabatnya. Semua orang mulai menikmati makanan mereka tanpa mempedulikan kepergian Zayyen dan Haidar.


Tetapi dibalik itu ada senyuman misterius di sana. Entah apa rencananya tetapi lelaki itu terlihat senang.

__ADS_1


***


Haidar menarik baju Zayyen saat lelaki itu hendak memasuki toilet yang berasa di dapur.


"Kenapa sih lo?" tanya Zayyen yang merasa tak nyaman dengan apa yang dilakukan Haidar dengan menarik bajunya.


"Cih... Gue curiga sama lo! Kenapa sekarang lo baik banget sama Delisha? Pasti ada yang lo rencanakan, kan? Jujur sama gue, Zayyen! Gue bisa lihat dari mata lo!" ujar Haidar dengan tajam.


Zayyen menyingkirkan tangan Haidar di bajunya dengan tenang. "Lo ngomong apa? Gue gak paham!" ujar Zayyen dengan tenang tidak terprovokasi oleh ucapan Haidar.


"Gak usah berpura-pura deh Zayyen! Gue udah mengenal lo cukup lama! Apa yang lo rencanakan untuk Delisha, hah? Gak puas-puas lo menyakiti Delisha?" ujar Haidar dengan kesal.


"Kalau gue hanya jadiin Delisha pelampiasan atas rasa suka gue kepada Cika lo mau apa, hah?" tanya Zayyen dengan datar.


"Brengsek lo!" ujar Haidar yang ingin meninju Zayyen tetapi ucapan seseorang yang membuat Haidar terdiam.


"Ooo jadi lo hanya menjadikan Delisha sebuah pelampiasan untuk rasa lo kepada Cika yang tidak pernah terbalas begitu? Jadi, gini kelakuan lo? Pantas lo meninggalkan Delisha begitu aja di taman dan malah asyik mengobrol dengan pacar orang. Apa jangan-jangan lo sering ketemuan sama kak Cika di saat Zayden dan Delisha gak tahu kelakuan kalian berdua ya?" ujar Ikbal dengan lantang, lelaki itu sengaja mengeraskan suaranya agar semua orang dengar termasuk Zayden yang sedang berada tak jauh dari mereka.


"Wah kelakuan kalian benar-benar ya! Padahal sudah mempunyai pasangan satu sama lain. Apa satu aja gak cukup?" tanya Ikbal dengan sinis.


"Jaga ucapan lo!" ujar Zayyen dengan tajam.


"Apa yang harus dijaga kalau ucapan gue itu benar hmm? Lo diam-diam mencintai kakak sepupu Delisha padahal lo tahu Cika itu adalah tunangan kembaran lo sendiri," sahut Ikbal dengan bertepuk tangan.


"ZAYYEN BRENGSEK! JADI SELAMA INI LO DIAM-DIAM SUKA SAMA TUNANGAN GUE! KALIAN SERING BERTEMU DI BELAKANG GUE!" teriak Zayden dengan keras.


"MATI LO DI TANGAN GUE, ZAYYEN!!"


Bukk...


Bukk...


Perang saudara benar-benar di mulai malam ini! Yang membuat semua orang cemas tetapi tidak dengan Ikbal yang terlihat tenang. Toh ini keinginannya sejak lama.


Delisha juga mendengar percakapan antara Zayyen, Haidar, dan Ikbal. Walau tahu Zayyen tak mencintainya tetapi tetap saja hatinya terluka karena perubahan Zayyen hanya sebuah kepura-puraan semata.


"Kak Zayyen, Delisha gak nyangka kalau Kakak akan menyakiti hati Delisha sedalam ini!" ujar Delisha dengan lirih.


"Zayden, Zayyen! Stop, Nak!" teriak Tiara dengan histeris saat kedua anaknya saling menyakiti satu sama lain.

__ADS_1


"AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN ZAYYEN, MA! AKU AKAN MEMBUNUHNYA DENGAN TANGANKU SENDIRI!" teriak Zayden seperti kerasukan iblis. Zayden tak akan melepaskan kembarannya sebelum mati di tangannya!


Tidak akan pernah!!!!


__ADS_2