Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 217 (Duda Pemaksa)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya....


...📌 Nanti malam bakal up Zevana Haidar....


...Happy reading...


***


Bak menjadi mata-mata Andra dan Ayuna mengikuti Nessa yang sedang makan di cafe bersama dengan teman lelakinya. Lelaki tersebut adalah senior Nessa berada di kampus, keduanya tampak akrab sejak Nessa masuk ke kampus dan lelaki tersebut adalah ketua himpunan di Fakultas Kedokteran tempat di mana Nessa kuliah.


Andra seperti menelan ludahnya sendiri yang mengatakan jika ia tidak bakal menyukai Nessa tetapi apa yang terjadi duda dengan anak satu tersebut sekarang malah tergila-gila dengan Nessa. Seperti sekarang Andra tidak rela saat melihat Nessa tertawa bersama dengan lelaki lain selain dirinya padahal setiap mereka bertemu Andra dan Nessa selalu berantem seperti kucing dan tikus.


"Bunda ketawa-ketawa sama om jelek itu, Yah. Ayuna gak suka!" adu Ayuna dengan kesal karena Ayuna juga terlihat cemburu saat ada yang mendekati Nessa. Nessa cuma milik dirinya dan ayahnya.


"Ayah apa lagi," ujar Andra dengan mendengkus kesal dan cemburu.


"Bawa Bunda pulang, Yah!" rengek Ayuna yang membuat Andra meringis karena ia tidak tahu harus bagaimana membuat Nessa pulang bersamanya.


"Bunda punya Ayuna!" rengek Ayuna yang hampir menangis saat melihat tangan Nessa di genggam pria itu dan kemudian keduanya keluar dari cafe.


Andra dengan cepat menggendong Ayuna.


"Bunda!"


"Nessa!"


Ayuna dan Andra berbarengan memanggil Nessa yang membuat Nessa dan teman lelakinya melihat ke arah Andra dan Ayuna.


"Siapa, Nes?" tanya cowok bernama Adnan tersebut.


"Dia dosen kakakku dulu, Kak! Kami sudah saling mengenal karena kak Cika adalah mahasiswa bimbingannya," jawab Nessa yang di angguki oleh Adnan.


"Bunda gendong!" rengek Ayuna dengan mata berkaca-kaca tetapi panggilan Ayuna kepada Nessa membuat Adnan terkejut.


"Bunda? Kenapa anak ini panggil kamu dengan sebutan 'bunda'?" tanya Adnan dengan bingung.


Nessa meringis. "Dia suka manggil aku gitu, Kak. Sempat Nessa tolak dan suruh dia panggil Nessa kakak tapi Ayuna malah nangis jadi Nessa tidak tega," ujar Nessa yang membuat Adnan mengangguk mengerti.


"Bukan! Dia itu calon istri saya cuma kemarin lagi ngambek karena saya sibuk kerja mulu," ujar Andra dengan tegas.


Nessa melotot. "Sejak kapan saya menjadi calo.."


"Tuh kan kalau ngambek buat saya ketar-ketir gini. Jangan gitu dong, Sayang. Bentar lagi saya menikahi kamu! Kamu jangan ngambek dan terus jalan sama lelaki lain. Hargai perasaan saya dan Ayuna ya!" ujar Andra dengan tersenyum aneh yang membuat Nessa ingin sekali memukul kepala Andra sekarang.


"Kak Adnan ini bukan seperti yang Kakak pikirkan! A-aku bukan calon istri bapak ini," ujar Nessa tergagap karena Adnan tampak kecewa dengannya.


"Jangan dekat-dekat sama bunda Ayuna!" ujar Ayuna yang langsung memeluk Nessa dengan erat saat turun dari gendongan Andra.


Ayuna menatap Adnan dengan tajam seperti musuh yang siap ia bunuh kapan saja. Sikap posesifnya seakan menurun dari Andra.


"K-kak..."

__ADS_1


"Kamu dengarkan kata anak saya? Jangan dekat-dekat dengan Nessa karena dia akan menjadi istri sekaligus bunda dari anak saya," ujar Andra dengan tajam.


Adnan menatap Nessa dengan kecewa, ia pikir Nessa adalah cewek single dan baik. Respon Nessa yang lembut dan tidak cuek kepadanya membuat Adnan berkesimpulan bahwa Nessa menyukainya juga tetapi ternyata Nessa mempunyai calon suami yang sudah berstatus duda dengan anak satu.


"K-kak, mereka hanya ber..."


"Sayang sudah dong marahnya!" ujar Andra dengan menatap Nessa sendu agar Adnan semakin mempercayai aktingnya.


"Maaf, Nes. Aku pikir kamu belum mempunyai calon suami. Kalau ada masalah dengan calon suami kamu jangan lari seperti ini. Aku pergi ya," ujar Adnan dengan mengepalkan kedua tangannya entah mengapa ia sakit hati dengan Nessa maupun Andra sekarang.


"Ikhhh... Nyebelin! Duda karatan! Gara-gara Bapak saya tidak jadi jalan dengan kak Adnan. Padahal saya suka sama dia pasti sekarang kak Adnan gak percaya sama saya!" ujar Nessa dengan wajah yang amat kesal kepada Andra.


"Ya itu urusan kamu bukan urusan saya!" ujar Andra dengan tenang dan tidak merasa bersalah sedikit pun dengan Nessa.


"Saya benci Bapak!" ujar Nessa dengan kesal dan sangking kesalnya Nessa sampai menangis di hadapan Andra.


Nessa melepaskan pelukan Ayuna yang berada di kakinya, gadis itu berjalan menjauh dari Andra dan Ayuna dengan menyeka air matanya dengan kasar. Andra dan Ayuna sudah keterlaluan! Kenapa kedua ayah dan anak itu terlihat mengurusi hidupnya bahkan sampai membuat lelaki yang mendekatinya menjauh.


"Bunda hiks...jangan pergi!" Ayuna berteriak yang masih di dengar oleh Nessa.


"AYUNA!"


Nessa menghentikan langkahnya saaat mendengar teriakan Andra bersamaan dengan tangis Ayuna yang semakin kencang. Nessa yang memang sudah sangat dekat dengan Ayuna akhirnya menghentikan langkahnya dan memutar balik tubuhnya menghadap ke arah Andra dan Ayuna kembali.


Deg...


Jantung Nessa berhenti berdetak saat melihat Ayuna terjatuh. Dengan cepat Nessa berlari ke arah Ayuna dan langsung mengambil Ayuna dari gendongan Andra.


"Bawa mobil cepat, Pak! Gimana sih kok bisa anaknya jatuh gini!" ujar Nessa dengan ketus kepada Andra karena ia masih sangat kesal dengan Andra.


Andra hanya diam berjalan ke arah mobilnya dengan diikuti oleh Naura yang menggendong Ayuna.


"Bunda itu benci sama Ayah kamu! Gara-gara dia Bunda gak bisa dekat lagi dengan lelaki yang Bunda suka di kampus. Harus mengaku-ngaku sebagai calon suami lagi. Dasar ayah kamu duda karatan!" omel Nessa saat memasuki mobil.


"Bunda berisik! Lutut Yuna sakit hiks.." ujar Atuna dengan menangis yang membuat Andra menahan tawa karena Nessa dimarahi anaknya.


Nessa tampak melotot ke arah Andra sedangkan Andra berpura-pura tidak menatap Nessa. Tetapi dengan sigap Nessa mengambil kotak P3K yang berada di tasnya. Nessa membersihkan luka Ayuna dengan akohol dan setelah darahnya sudah tidak keluar Nessa memakaikan obat merah dan tidak lupa memasang plaster bergambar hello kitty di sana.


"Sudah! Sekarang bobok ya! Yuna cerewet banget kalau gak tidur!" ujar Nessa menepuk punggung Ayuna dengan pelan agar gadis itu terdiam dan tidak berisik.


"Kamu yang cerewet!" ujar Andra dengan pelan.


"Gak usah bicara sama saya!" ujar Nessa dengan ketus yang membuat Andra menghela napasnya sepertinya Nessa benar-benar marah dengannya.


Ayuna hanya diam di pelukan Nessa. Ia menjadi lemas dan mengantuk sekarang hingga dirinya tertidur di pelukan Nessa.


****


Andra menidurkan Ayuna dengan perlahan agar anaknya itu tidak bangun. Setelah itu Andra menyelimuti anaknya, mungkin jika Ayuna tidak terjatuh Nessa tidak akan bersamanya sekarang.


Andra keluar dari kamar anaknya ternyata Nessa berada di depan pintu.

__ADS_1


"Awas saya mau masuk!" ujar Nessa dengan ketus.


Andra menyeringai, ia semakin mendekat ke arah Nessa yang membuat gadis itu mundur ke belakang.


"Bapak awas ih! Kemasukan setan apa Bapak jadi aneh seperti ini? Saya lagi marah ya sama Bapak!" ujar Nessa waspada bahkan tanpa sadar ia memegang handle pintu kamar Andra hingga Nessa masuk ke dalam sana.


Yes! Kena perangkap! batin Andra bersorak senang.


"Kamu ke kamar saya mau ngapain?" tanya Andra setelah membawa Nessa lebih dalam masuk ke kamarnya.


Nessa menatap sekelilingnya. Sial! Ia pasti dijebak oleh Andra sekarang.


"Saya mau keluar!" ujar Nessa dengan kesal tetapi tangannya di tahan oleh Andra dan mendorong Nessa hingga jatuh ke kasur.


"Saya tidak main-main dengan ucapan saya tadi, Nessa! Saya memaksa kamu untuk menjadi calon istri saya!" ujar Andra yang membuat Nessa melotot terkejut.


"Mabuk nih orang! Awas ah nyebelin!" ujar Nessa saat Andra menindih tubuhnya.


"Mau saya mabuk kek! Mau saya gak mabuk sekarang kamu sudah jadi calon istri saya!" ujar Andra dengan tenang.


"Enak saja! Saya gak mau!" ujar Nessa dengan ketus.


"Ya harus mau! Saya tidak menerima penolakan!" ujar Andra dengan maksa.


"Dan saya tidak menerima pemaksaan dari anda!" balas Nessa.


Cup...


"Ini bibir minta dicium biar gak bisa menolak saya!" ujar Andra dengan menyeringai saat melihat Nessa terdiam dengan tingkahnya yang suka memaksa. Haha biarlah dirinya memaksa asal Nessa menjadi miliknya.


"Gila!" ujar Nessa dengan ketus.


"Turun, Pak. Bapak itu berat tahu!" ujar Nessa.


"Berat? Tapi nanti kamu bakal nagih saya tindih begini!" ujar Andra dengan terkekeh.


Bukk...


"Duda m*sum!!"


"Turun ih!"


"Saya gak bakal turun sebelum kamu menjadi milik saya. Atau saya buat kamu hamil terlebih dahulu biar Ayuna punya adik?"


Nessa memutar bola matanya dengan malas, ia harus mencari cara agar terlepas dari Andra yang sikapnya beberapa bulan ini sangat aneh.


"Kalau Bapak berhasil buat saya jatuh cinta sebelum saya lulus kuliah kita akan menikah. Menikah di saat saya sudah lulus kuliah tentunya. Gimana?" tawar Nessa yang membuat Andra menimbang tawaran Nessa kepadanya.


"Oke... Tapi mulai sekarang kamu sudah menjadi milik saya!"


"Sstt... Saya maksa kamu dan kamu tidak boleh menolak!"

__ADS_1


Nessa ingin menjerit sekencang-kencangnya sekarang. Mengapa Andra menjadi berubah seperti ini. Duda pemaksa yang tidak tahu diri!


__ADS_2