Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 89 (Pernikahan Akbar dan Fiona)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini ya....


...Happy reading...


****


Dengan balutan kebaya berwarna putih Fiona tampak cantik sekali. Aura pengantinnya sangat terpancar yang membuat siapa saja akan terpukau dengan kecantikan seorang Fiona.


Saat ini Tri dan Ulan serta istri dari Adrian menemani Fiona di dalam kamar saat perias pengantin merias Fiona.


"Cantik sekali! Pasti Akbar akan pangling melihat kecantikan kamu Fio," ucap Ulan dengan tulus.


Fiona tersenyum malu. Ia saja pangling dengan dengan dirinya sendiri, sungguh Fiona tak menyangka jika akan menikah secepat ini dengan seorang duda yang sudah berumur bahkan cocok menjadi ayahnya tetapi Fiona sangat mencintai Akbar bahkan menerima kekurangan Akbar jika nanti mereka tak mempunyai anak. Tetapi Fiona akan mengupayakan segala cara agar di rahimnya tumbuh benih dari Akbar.


"Terima kasih, Tante! Fio juga gak nyangka jika akan menikah secepat ini dengan om Akbar. Om Akbar deg-degan gak ya kan om Akbar udah pernah nikah?" ucap Fiona yang membuat ketiganya terkekeh karena pertanyaan Fiona.


Fiona tidak tahu saja jika Akbar sejak semalam tidak bisa tidur. Pria itu terus menghapal hijab kabul yang akan ia ucapan eaok paginya. Bak seperti pria yang baru menikah dada Akbar bergemuruh hebat kala ia takut salah menglapalkan hijab kabul di depan penghulu dan Fathan karena papa Handoko tidak bisa menikahkan Fiona karena kondisi yang belum bisa berbicara akibat stoke yang ia derita.


Perias sudah selesai merias Fiona. Di dalam kecerian Fiona ada sedih yang ia simpan karena papanya tidak bisa menikahkan dirinya, bahkan kedua orang tuanya tidak terlihat hadir di sini hanya tante dan omnya yang datang, orang tua kedua yang telah memberikan kasih sayang lebih dari orang tua kandungnya sendiri.


Pintu terbuka dan menampilkan bunda Marisa yang sangat cantik. Fiona melihat ke arah bundanya, senyum yang tadi mengembang berubah menjadi tatapan penuh sendu.


"Bunda!" gumam Fiona memeluk bunda Marisa dengan erat.


Bunda Marisa tersenyum. Ia tak menyangka jika anak yang selalu manja kepadanya akhinya menikah juga, walau sebelumnya Marisa dan suaminya sangat kaget saat mengetahui usia calon suami Fiona yang sangat berbeda jauh dari Fiona bahkan hampir seumuran dengannya, hampir saja mereka tidak merestui hubungan keduanya karena takut Fiona akan dimanfaatkan saja tetapi setelah mengetahui jika calon suami Fiona adalah dari keluarga baik-baik bahkan sangat menyayangi Fiona. Bunda Marisa menyetujui pernikahan Akbar dengan Fiona karena ia yakin Fiona akan menjadi ratu di tangan Akbar, melihat tatapan penuh puja dan cinta dari Akbar untuk Fiona tak ada alasan bunda Marisa melarang keduanya untuk menikah asal Akbar tidak akan menyakiti anak kesayangannya, walau bukan anak kandungnya tetapi Fiona sudah menjadi anak kesayangannya sejak dulu karena Fiona menjadi keceriaan di rumah tangganya yang sepi tanpa kehadiran seorang anak.

__ADS_1


"Mama dan papa gak datang," gumam Fiona yang membuat Marisa bersedih. Sejak dulu kedua kakaknya tidak pernah memberikan kasih sayang yang utuh untuk Fiona, bahkan gadis kecil itu nekad jauh dari orang tuanya demi mendapatkan kasih sayang dari dirinya dan juga suaminya.


"Mereka pasti datang," gumam Bunda Marisa dengan hangat.


"Benar?" tanya Fiona memastikan.


Bunda Marisa mengangguk. "Tidak mungkin mereka tidak datang ke acara bahagia anaknya sendiri," sahut Bunda Marisa yang membuat Fiona sedikit lega karena ia mempunyai harapan kehadiran kedua orang tuanya di pernikahannya dengan Akbar.


Tri mendekat ke arah Fiona. "Mbak yakin mama dan papa akan datang!" ucap Tri dengan tersenyum.


Fiona tersenyum. "Mbak nanti kalau Fio udah jadi istri, tutorial buat anak kembar jangan lupa ya Mbak! Fio juga pengin punya anak kembar. Nanti anak kita bisa adu mekanik," ucap Fiona menutupi kesedihannya.


Senyum Tri langsung memudar digantikan rasa yang tidak bisa dijabarkan oleh perasaannya saat ini yang jelas Tri malu sendiri dengan ucapan Fiona kepadanya.


"Hahaha.. kamu ini lucu, Fio. Nanti kakak kasih tutorialnya!" ucap Sekar istri Adrian yang merasa geli dengan ucapan Fiona yang sangat spontan.


Sekar mengusap tengkuknya. "Kamu ajak suami kamu deh buat anak kembar nanti," ucap Sekar dengan pelan.


"Haha itu pasti, Tante!"


"Kakak!" ucap Sekar dan Ulan berbarengan.


"Hehehe iya Kakak!"


***

__ADS_1


Akbar tak berkedip saat Fiona berjalan menuju ke arahnya bersama dengan Marisa dan Ulan. Sungguh ia sangat terpesona dengan kecantikan Fiona sekarang. Ini benar Fiona-nya? Kenapa menjelma seperti bidadari?


Akbar menahan napasnya saat Fiona duduk di sebelahnya. Fathan hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Akbar terpesona dengan kecantikan adiknya.


"Sabar, Bar! Sebentar lagi sah!" ucap Alan kepada adiknya.


Akbar merasa malu kepergok oleh kakaknya dengan tatapan yang sangat terpesona oleh Fiona.


"Sudah bisa dimulai?" tanya penghulu yang diangguki cepat oleh Akbar.


Fiona menatap sekelilingnya, ia tersenyum lega saat melihat mama dan papanya ternyata sudah hadir. Seakan bebannya sudah terangkat Fiona tersenyum lebar saat rangan Akbar mulai menjabat tangan kakaknya.


Akbar mengucapkan ijab kabul secara lantang tanpa ada pengulangan sama sekali hingga kata 'sah' menggema di gedung di mama Akbar dan Fiona menikah.


Akbar bahagia karena ia sudah menjadikan Fiona sebagai istrinya dengan mahar yang sangat fantastis tentunya. Bagi Akbar, Fiona adalah ratunya dengan mahar sebesar apapun Fiona tidak akan tergantikan dengan apapun, ia adalah berlian yang sangat berharga bagi Akbar.


"Cium, cium!"


Sorak rekan kerja Akbar yang membuat Akbar malu padahal jika hanya berdua dengan Fiona Akbar selalu ingin menerkam Fiona.


"FIO YANG CIUM DULUAN BOLEH?" teriak Fiona dengan bahagia yang membuat semua orang terbengong dengan aksi berani seorang gadis polos seperti Fiona.


Dan tanpa diketahui oleh mereka ada yang menatap penuh kebencian ke arah Fiona siapa lagi jika bukan Aurel yang merasa jika Fiona sudah merebut Akbar darinya.


****

__ADS_1


Malam pertamanya besok ya haha yang penting sahnya dulu😆😆😆


__ADS_2