Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 23 (Mendadak Nikah)


__ADS_3

...Jangan lupa ramaikan part ini ya. Tinggalkan jejak kalian dengan cara bom like dan komentarnya....


...Happy reading...


*****


Dengan balutan kebaya sederhana berwarna putih Tri tampak sangat cantik sekali. Ibu Harni menatap anaknya dengan pangling, ia tidak menyangka jika anaknya akan menikah dengan lelaki tampan, baik hati, dan juga kaya. Kesakitan yang anaknya rasakan kini terbayar sudah, Tri mendapatkan lelaki yang tepat seperti Fathan. Apalagi anak Fathan yanh sangat menggemaskan sekali, wanita paruh baya itu sudah jatuh hati kepada Cika yang sangat mudat akrab dengannya atau yang lainnya.


Apalagi anak dari adiknya Tri seusia dengan Cika tambah ramailah rumahnya jika keduanya bermain.


"Cantik sekali kamu, Ndok!" ucap Ibu Harni dengan tersenyum.


"Terima kasih, Bu!" sahut Tri dengan tersenyum tipis.


"Mbak, semuanya sudah berkumpul. Ayo kita keluar, Cika juga sudah cantik bersama Bang Fathan," ucap adik Tri bernama Ria ketika masuk ke kamar Tri.


"Iya, Dek! Ayo, Bu!" ucap Tri dengan gugup.


Degup jantungnya menggila seiring langkah kakinya yang kian mendekat dengan Fathan. Tidak banyak yang hadir menyaksikan Tri dan Fathan menikah tetapi ada tetangga julid yang hadir yang memang di undang oleh ibu Harni.


"Calon suaminya kaya tetapi kenapa pernikahannya hanya sederhana sekali," bisik tetangga ibu harni kepada temannya.


"Mungkin hamil di luar nikah kali," sahut temannya dengan berbisik.


"Ekhem..." Fathan berdehem untuk menghentikan ucapan ibu-ibu yang sangat kejam itu.


"Huss..." Tetangga tersebut memberi kode jika Fathan menatap mereka dengan tajam. Keduanya menjadi takut dengan tatapan Fathan kepada mereka, keduanya langsung diam saat Tri berjalan dan duduk di sebelah Fathan.


Keadaan menjadi hening saat acara sudah di mulai kini hanya ada suara penghulu yang memberikan arahan sebelum ijab kabul dilaksanakan.


Dengan jantung yang berdetak sangat kencang, Fathan menjabat tangan pak Bagus dengan erat dan dengan satu tarikan napas Fathan berhasil menjadikan Tri istrinya. Fathan tersenyum lega saat kata 'sah' menggema di rumah sederhana milik mertuanya sekarang, Tri juga tampak tersenyum ketika sekarang ia sudah menjadi istri dari seorang dokter tampan seperti Fathan. Cika juga tampak senang sekali menyaksikan pernikahan papa dan mama sambungnya, tak henti-hentinya Cika tersenyum bahagia menatap kedua orang tuanya. Akhirnya Cika mempunyai mama, batin gadis kecil itu dengan senang.

__ADS_1


"Alhamdulillah!" gumam Fathan dengan lega menatap Tri yang sangat cantik di depannya.


Kini, giliran keduanya bertukar cincin pernikahan. Dengan tangan gemetar Tri memasang cuncin tersebut di jari manis sang suami setelah Fathan memasangkan terlebih dahulu di jari manisnya. Setelah itu Fathan mengecup kening Tri dengan lembut dan penuh perasaan, banyak pasang mata yang menatap keduanya dengan iri apalagi tetangga Tri yang mendengar mahar yang diberikan Fathan pada Tri sangat besar, jiwa iri mereka semakin bergejolak sekarang. Kenapa Tri bisa sangat beruntung sekali menikah dengan seorang duda kaya berprofesi sebagai dokter? Batin mereka menjerit.


"Selamat untuk kalian berdua! Semoga rumah tangga kalian selalu harmonis," ucap Pak Bagus dengan terharu akhirnya anak pertamanya menikah setelah beberapa kali gagal dan dilangkahi oleh kedua adiknya.


"Terima kasih, Pak!" sahut Fathan dengan mata berkaca-kaca, ia menangis haru Ketika dirinya bisa menikahi Tri secepat ini walau di dalam dirinya ada rasa bersalah karena tidak melangsungkan resepsi dengan mewah, Fathan ingin adil kepada Tri. Dulu ia menikah dengan sangat mewah bersama dengan Tika, dan rasa bersalah itu muncul ketika pernikahannya dengan Tri hanya sederhana seperti ini tetapi Fathan janji setelah semua permasalahan keluarganya selesai Fathan akan melangsungkan resepsi pernikahannya dengan Tri.


"Cika sini, Sayang!" ucap Fathan dengan lembut.


Cika langsung berjalan ke arah kedua orang tuanya dan memeluk Fathan dan Tri secara bergantian.


"Cika senang akhirnya Cika punya Mama!" ucap Cika dengan bahagia.


"Papa juga bahagia," balas Fathan dengan mengedipkan salah satu matanya ke Tri. Tri yang tahu kode dari sang suami hanya bisa tersenyum malu.


Setelah sedikit berbincang dengan Cika akhirnya Fathan dan Tri melakukan sungkeman kepada kedua orang Tri. Dan Fathan akan berjanji akan menjaga Tri dan tidak menyakiti Tri kepada kedua orang tua Tri saat ini.


*****


"Kenapa Ma?" tanya Papa Handoko dengan mata tetap fokus kepada koran yang ia baca.


"Ini, Pa. Fathan dihubungi tidat bisa ponselnya tetap tidak aktif sejak tadi. Padahal malam ini makan malam bersama dengan besan kita dan Tiara," adu Mama Yesha dengan kesal.


"Sudah kamu hubungi rumah sakit? Mungkin Fathan sedang melakukan operasi," ucap Papa Handoko dengan menggulung korannya dan melepas kaca matanya.


"Sudah dan kata pihak rumah sakit, Fathan sedang berada di luar kota menghadiri seminar. Tetapi Mama curiga, Pa. Tidak biasanya Fathan membawa Cika ikut, biasanya cucu kita selalu dititipkan bersama kita," ucap Mama Yesha dengan kesal.


"Kan sudah ada pengasuh baru untuk Cika, Ma. Mungkin saja dia yang menjaga Cika selagi Fathan menghadiri seminar," ucap Papa Handoko dengan tenang.


"Mama itu tidak suka dengan pengasuh Cika yang baru. Masa Mama melihat dia ikut sarapan dengan Fathan dan Cika, benar-benar tidak sopan! Dia merasa seperti pemilik rumah," ucap Mama Yesha dengan tatapan tajam saat mengingat kejadian di mana Tri duduk dan makan bersama dengan Fathan. Benar-benar pengasuh tidak tahu diri! umpat Mama Yesha dengan kesal di dalam hatinya.

__ADS_1


Papa Handoko menggelengkan kepalanya melihat kekesalan dari istrinya. "Mungkin Tri sedang menyuapi Cika, Ma. Sudahlah jangan terlalu diambil pusing. Kita percaya saja dengan Fathan, ia tidak mungkin mau dengan wanita tidak berpendidikan tinggi seperti Tri. Kita juga sudah menjodohkan Fathan dengan Tiara," ucap Papa Handoko dengan tenang.


"Kita harus secepatnya menikahkan mereka, Pa!" ujar Mama Yesha dengan berbinar.


"Papa setuju saja setelah Fathan kembali kita akan langsung berbicara dengannya," ucap Papa Handoko dengan tersenyum membuat mama Yesha juga mengulum senyumnya. Ia sangat bahagia jika Fathan akan menikah dengan Tiara, anak dari keluarga terpandang.


"Mama jadi tidak sabar! Mama pergi ke rumah calon besan ya Pa untuk memberitahukan semuanya," ucap Mama Yesha dengan bahagia.


"Silahkan, Ma. Hati-hati," ucap Papa Handoko dengan lembut.


"Iya, Pa! Mama pergi, Pa!" pamit Mama Yesha yang diangguki oleh papa Handoko.


*****


Tiara menatap dirinya dengan tersenyum. "Oke, kita akan memulai semuanya dari awal kembali," gumam Tiara mengoles lipstik dengan tipis di bibir pink-nya.


"Kita sangat cantik sekali, Tiara!"


"Tentu, Tika! Kita akan memulai hidup baru tanpa Zidan di sini," ucap Tiara dengan miris.


Tika mendengus, yang tidak lain adalah Tiara dalam karakter yang lain. Tiara menghadirkan sosok lain dalam dirinya selama kurang lebih 5 tahun ini. Semenjak kepergian Zidan, Tiara semakin merasa kesepian. Tidak ada teman curhat yang bisa ia ajak berbicara hingga Tiara menghadirkan sosok Tika yang menurutnya sangat mirip dengan Tika mendiang kakaknya. Merasa ingin menjadi kakaknya karena selama ini kedua orang tuanya sangat menyayangi kakaknya hingga Tiara menghadirkan sosok lain dalam dirinya bernama Tika juga.


Alter ego adalah sebuah identitas atau karakter yang merupakan bentukan dari seseorang dalam dirinya secara sadar. Karakter tersebut sering kali merupakan gambaran ideal tentang dirinya yang tidak bisa ia realisasikan. Dan Tiara ingin seperti Tika yang di sayang oleh keluarganya tanpa harus menekan hidupnya agar terlihat sempurna.


Daripada hanya mengidam-idamkannya sosok Tika, ia lalu 'menghidupkan' karakter tersebut ke dalam dunia nyata. Tak sedikit yang menggunakan alter ego ciptaannya untuk membantunya lebih berani menghadapi dunia dan seperti yang Tiara alami saat ini, ia membutuhkan Tika untuk melupakan rasa sakitnya kepada orang tua dan mantan kekasihnya.


"Kenapa kamu masih mengingatnya? Aku tidak suka dengan Zidan! Bukankah Fathan lebih tampan?" ujar Tika dengan kesal.


"Aku akan mencoba melupakannya!" sahut Tiara dengan tersenyum tipis.


"Bagus! Asut kedua orang tua kita untuk mempercepat pernikahan kita dengan Fathan. Hatiku sudah sangat sakit dengan apa yang Zidan lakukan pada kita. Kita harus bisa melupakannya!" ucap Tika dengan mata yang tajam.

__ADS_1


"Baiklah akan aku lakukan!" ucap Tiara dengan tersenyum. Senyum Tiara dan Tika benar-benar berbeda, terlihat dua sisi karakter yang berbeda dari keduanya walau dari satu tubuh yang sama.


__ADS_2