Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 254 (Lamaran)


__ADS_3

📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya.


📌Jangan lupa mampir ke novel terbaru author 'Suami Bayaran Nona Rania' yang pastinya sangat seru.



*


*


...Happy reading...


***


Keisya tak tahu harus melakukan apa, andai saja ada pintu doraemon di sini Keisya ingin menghilang dari hadapan Danish yang sekarang membawanya ke rumah kedua orang tua lelaki itu.


Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan Keisya sekarang. Baru mengenal dan bertemu dirinya langsung diajak menikah dan sekarang diperkenalkan dalam keluarga Danish.


Keisya tampak begitu gugup bahkan telapak tangannya berkeringat. Sudah 10 menit Keisya msngulur waktu dan masih berada di dalam mobil yang membuat Danish geram sekaligus merasa lucu dengan kegugupan Keisya sekarang.


"A-apa kita harus masuk? A-aku baru saja mengingat siapa kamu terus gak lama setelah itu kamu langsung membawaku ke sini. Padahal aku belum menjawab apakah aku mau menjadi istrimu atau tidak," ujar Keisya dengan gugup.


"Ya kita harus masuk, Sayang. Aku tidak menerima penolakan bahkan papamu saja sudah setuju dengan lamaranku. Nanti malam persiapkan dirimu," ujar Danish dengan tegas.


"Ini sudah 10 menit lamanya kamu mengulur waktu, sekarang ayo keluar dan temui kedua orang tuaku mungkin saja ada adik-adikku di rumah," ujar Danish yang semakin membuat Keisya gugup.


Keisya melihat Danish yang keluar dari mobil. "Kenapa sih harus bertemu dengan Danish di pria pemaksa? Baru kenal sudah diajak menikah," gumam Keisya dengan kesal.


"Ayo keluar!" ujar Danish membukakan pintu mobil untuk Keisya yang membuat Keisya sedikit terkejut.


Mau tak mau akhirnya Keisya keluar dari mobil. Rasanya kakinya seperti lemas saat ingin berjalan, Keisya terlalu gugup ingin bertemu dengan kedua orang tua Danish.


Danish terkekeh saat merasakan tangan Keisya begitu sangat dingin dan berkeringat. "Ayo masuk!" ujar Danish dengan menggenggam tangan Keisya dengan erat.


Keisya mengikuti langkah Danish dengan pelan. Jantung Keisya berdetak dengan sangat keras sekarang saat mereka sudah berada di depan pintu utama.


"Assalamu'alaikum Mi, Pi, Danish pulang!" ucap Danish.


Fiona dan Akbar yang sedang bersantai di ruang keluarga bersama dengan Delisha dan juga Nadine dan Deon menatap ke arah Danish bersama dengan gadis yang ada di sampingnya, semua bertanya-tanya siapa gadis yang Danish bawa pulang.


"Wa'alaikumussalam, Kak," jawab Fiona dan yang lainnya.


"Kok tumben jam segini sudah pulang. Gadis yang ada di samping kamu siapa, Kak?" tanya Fiona dengan penasaran.


"Iya siapa itu Danish?" tanya Akbar tak kalah penasarannya dengan sang istri.


"Nad tahu! Pasti kakak cantik yang di sebelah kak Danish itu pacar kak Danish," ujar Nadine dengan sok tahunya.


"Sok tahu kamu Tante!" ucap Deon yang membuat Nadine mencibik kesal.

__ADS_1


"Sudah berapa kali Nad bilang jangan panggil Nad tante. Nad bukan tante-tante!" protes Nadine dengan kesal.


"Tante Nad wleekkk!"


"Mami, Deon nakal. Pulangin Deon saja Mami!" ujar Nadine yang membuat Keisya terkekeh.


"Dia lucu!" ujar Keisya menunjuk Nadine dengan Deon.


"Yang anak perempuan itu lucu banget!" ujar Keisya dengan mata berbinar yang membuat Danish tersenyum.


"Mi, Pi, Dek. Perkenalkan ini Keisya, calon istri Danish!" ujar Danish yang membuat Keisya menatap kedua orang tua Danish dan adik Danish.


Keisya mendekati mereka dan menyalami tangan Fiona dan Akbar. Fiona tersenyum menatap Keisya yang sangat cantik sekali.


"Jadi, kamu adalah gadis yang ditunggu anak Mami ya!" ujar Fiona dengan lembut.


"Keisya, Tan, Om!"


"Panggil Mami dan Papi saja. Sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluarga kita ya, kan?!" ujar Fiona dengan tersenyum.


"I-iya, Mi!" sahut Keisya dengan terbata.


"Halo Kak Keisya. Aku Delisha adik kak Danish, boleh gak kakak elus perut aku. Tiba-tiba ngidam pengin di elus perutnya sama Kakak," pinta Delisha dengan penuh harap.


"K-kamu hamil?" tanya Keisya.


Delisha mengangguk. "Iya, Kak. Ada tiga bayi di dalam perut Delisha loh," ujar Delisha dengan bahagia.


"Kakak gak percaya kan? Nad sudah lihat mereka loh, mereka lucu kecil-kecil!" ujar Nadine dengan terkekeh.


Keisya terkekeh. "Kamu lucu banget sih. Siapa namanya?"


"Nama Dia Tante Nadine, Tante! Aku Deon, cucu kesayangan Grandpa dan Grandma," ujar Deon.


"Gak pakai Tante, Deon! Iihh awas kamu Nad aduin ke kak Dareel biar digantung di tiang jemuran," ujar Nadine dengan kesal. Selalu saja Deon mencari ribut dengan dirinya.


"Hehe kalian lucu-lucu ya!" ucap Keisya dengan terkekeh.


Danish menggendong Deon. "Jangan jahil sama kak Nad-Nad!" ujar Danish dengan gemas yang membuat Deon menampilkan deretan giginya yang rapih dan kecil.


"Om mau nikah ya? Boleh gak Tante cantiknya untuk Deon saja," ujar Deon yang membuat Danish melotot. Dasar keponakan gak ada akhlak!


"Masih kecil jangan suka-sukaan!" ujar Danish dengan kesal yang membuat Deon terkekeh.


"Keisya sini Sayang duduk. Kalian sudah berpacaran lama atau bagaimana? Mami tidak pernah melihat Danish teleponan atau membawa kamu jalan-jalan," ujar Fiona yang membuat Keisya menatap Danish.


"K-kami baru bertemu, Mi. K-kak D-danish langsung mengajak Keisya menikah," jawab Keisya yang membuat Fiona, Akbar, dan Delisha melotot tak percaya.


"Benar begitu, Kak?" tanya Akbar masih terkejut dengan pernyataan Keisya.

__ADS_1


"Iya, Pi. Danish sudah menunggu terlalu lama kedatangan Keisya. Jadi, saat Keisya dan papanya datang ke kantor Danish langsung mengatakan niat baik Danish untuk menikahi Keisya. Pi, Mi, rencananya malam ini Danish mau melamar Keisya secara formal dan papanya sudah menyetujui lamaran Danish. Apakah kita bisa datang ke sana nanti malam," ujar Danish yang membuat Akbar tersenyum. Anaknya memang pria sejati.


"Papi setuju saja. Nanti malam kita akan langsung ke rumah kedua orang tua Keisya," ujar Akbar dengan tegas.


"Alhamdulillah... Mami senang kalau akhirnya kamu menikah, Kak!" ucap Fiona dengan tersenyum.


"Terima kasih Keisya kamu mau menerima anak Mami!" ujar Fiona yang membuat Keisya tersenyum canggung, mau menolak tapi sudah tidak bisa. Bagaimana ini apakah ia harus lanjut dengan Danish?


***


Malam harinya ternyata Danish datang bersama dengan kedua orang tua serta bersama dengan adik-adiknya serta Deon keponakannya.


Malam yang sangat membahagiakan untuk Danish karena bisa melamar Keisya malam ini juga. Setelah mengantarkan Keisya pulang siang tadi, Danish mengobrol sebentar dengan Felix dan istrinya. Mama dari Keisya masih tak menyangka jika kepulangan mereka ke Indonesia membuat Keisya di lamar secepat ini oleh Danish, anak dari keluarga terpandang.


"Selamat datang di rumah kami. Tuan dan Nyonya suatu kehormatan dari kami karena kedatangan orang yang sangat penting malam ini," ujar Felix dengan sopan.


"Terima kasih, Tuan Felix. Kami juga merasa terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga Thompson," ujar Akbar dengan tegas.


"Silahkan masuk semuanya. Kami sudah menyiapkan hidangan makan malam yang sangat Istimewa untuk menyambut kedatangan calon keluarga besan," ujar Jennie, istri dari Felix dengan ramah.


"Terima kasih!"


Akbar tidak terkejut ketika Danish akan memberikan mahar yang cukup fantastis untuk Keisya. Selagi anaknya mampu, Akbar akan selalu mendukung keputusan semua anaknya.


***


Danish sangat terpesona dengan kecantikan Keisya malam ini setelah pertunangan mereka selesai tepat pada pukul 10 malam. Danish belum pulang dari rumah Keisya padahal keluarganya sudah pulang. Danish dan Keisya berada di taman berdua.


Danish mengambil tangan Keisya dan menciumnya dengan perlahan yang membuat Keisya menatap Danish dengan gugup.


"K-kenapa menatap aku seperti itu?" tanya Keisya dengan gugup.


"Kamu cantik banget!"


Cup...


Tubuh Keisya mematung saat Danish tiba-tiba mencium pipinya dengan singkat.


"I love you Keisya Mahendra!" gumam Danish mengganti nama Keisya dengan marga keluarganya yang membuat Keisya gugup bukan main, Keisya baper karena Danish.


"Kamu sudah mencintai calon suamimu ini belum?"


"M-mas Danish aku malu!"


"Apa? Kamu manggil aku apa tadi?"


"Tuh kan Mas Danish. T-tadi nyuruh Keisya manggil itu sekarang..."


Danish terkekeh dan membawa Keisya ke dalam pelukannya. "Sudah cinta belum?"

__ADS_1


Keisya mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di dada Danish. Sungguh dada bidang Danish sangat nyaman sekali. Gak salah Keisya menerima Danish, kan? Ahhh... Keisya sedang kasmaran sekarang.


__ADS_2