
...Maaf ya sedikit. Badan ngilu habis di gigit kelabangðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ sakit banget rasanya sampai aku nangis. Jadi trauma hiks....
...Jangan lupa ramaikan part ini ya....
...Happy reading...
****
Malam ini Fiona kembali mengajak Akbar untuk keliling kota menggunakan Vespa. Dengan memakai jaket yang tebal Fiona memeluk Akbar dengan erat, keduanya menikmati waktu bersama bahkan Fiona terlihat bahagia sekali menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.
"Fio cinta Mas Suami!" teriak Fiona dengan bahagia yng membuat Akbar tersenyum.
Akbar memegang tangan Fiona dan menariknya perlahan agar melingkar di perutnya kembali setelah berteriak dengan merentangkan kedua tangannya.
"Mi, jangan berdiri!" perintah Akbar dengan ngeri saat Fiona malah berdiri dengan merentangkan kedua tangannya untung saja Akbar mengendarai vespa-nya dengan pelan jika tidak mungkin Fiona akan jatuh.
"Ini seru Mas Suami!" ucap Fiona dengan terkikik bahagia.
"Duduk gak! Atau gak kita pulang sekarang!" ucap Akbar dengan tegas karena ia takut terjadi sesuatu dengan Fiona dan ketiga anak mereka yang berada di dalam perut Fiona.
"Mas Suami gak asyik!" ucap Fiona dengan cemberut.
Fiona enggan memeluk perut Akbar, ia lebih memilih memegang kantung jaket milik Akbar. Ia sedang ngambek sekarang yang membuat Akbar kelimpungan saat Fiona terlihat diam sekarang. Dari kaca spion yang Akbar lihat sekarang Fiona tengah cemberut dan menatap ke arahnya dengan kesal.
"Sayang!" panggil Akbar dengan lembut.
"Sayangku Fiona!" panggil Akbar lagi tetapi sama sekali tidak di gubris oleh Fiona. Wanita itu masih ngambek dengan wajah juteknya yang membuat Akbar menghela napasnya dengan perlahan.
"Mami cantik jangan ngambek ya. Papi kan cuma khawatir dengan keselamatan Mami sama ketiga anak kita," ucap Akbar dengan sabar.
__ADS_1
"Fio pokoknya ngambek. Anterin Fio ke rumah kak Fathan! Fio mau tidur di sana aja!" ucap Fiona dengan cemberut yang membuat Akbar panik.
Akbar menghentikan vespa-nya di pinggir jalan. Ia melihat ke arah Fiona yang enggan melihat ke arahnya, hati wanita itu masih kesal dengan suaminya. Fiona tahu teguran Akbar di keselamatannya dirinya tetapi tetap saja hatinya kesal.
"Papi minta maaf Mami! Jangan ngambek lagi ya! Semua yang Mami mau malam ini Papi akan turuti kalau Mami gak ngambek lagi," ucap Akbar dengan tulus.
"Fio mau ngambek sama Mas Suami!" ujar Fiona dengan ketus.
Akbar tampak kelimpungan kali ini membujuk Fiona agar tidak ngambek lagi dengan dirinya. Hingga Akbar melihat penjual harum manis berada di dekat taman.
"Sayang mau itu gak?" tanya Akbar menunjuk ke arah harum manis yang di jual di dekat taman.
Fiona melihat ke arah yang tunjuk Akbar matanya berbinar menatap makanan berwarna-warni itu.
"Mau! Eh enggak Fio lagi ngambek sama Mas Suami!" ujar Fiona dengan cepat walau di dalam hatinya sangat menginginkan harum manis tersebut.
Wajah yang tadinya panik kini tersenyum geli karena ucapan istrinya. "Wajah kamu gak bisa bohong kalau soal makanan, Sayang. Ayo kita beli sekarang!" ujar Akbar menggandeng tangan Fiona dengan erat.
"Yakin mau ngambek lama-lama sama Mas hmm? Nanti gak Mas masakin loh!" ujar Akbar dengan menaik turunkan alisnya.
"Fio bisa minta masakin om mas Alan sama om mas Adrian," ujar Fiona masih mempertahankan ngambeknya.
Akbar kesal. Bagaimana bisa istrinya itu mengidam dan meminta di masakin oleh kedua kakak-kakaknya.
"Gak bisa! Masakan mereka beracun!" ujar Akbar dengan kesal.
"Mana ada beracun!" ucap Fiona.
"Iya!"
__ADS_1
"Enggak!"
"Iya-"
"Iss.. Mas Suami nyebelin!" teriak Fiona dengan menghentakkan kakinya.
Tak mau membuat istrinya bertambah ngambek walau dirinya sedang kesal kini Akbar memeluk Fiona dengan erat.
"Ya udah Mas minta maaf. Ayo sekarang beli harum manis!" ucap Akbar mengalah.
"Yang banyak!" ujar Fiona.
"Boleh! Sekalian sama alatnya Mas beli!" ucap Akbar dengan lembut.
"Terus kalau udah beli alatnya Mas Suami mau Bikinin?" tanya Fiona menatap wajah Akbar.
"Kalau kamu yang minta Mas akan bikinin," ucap Akbar dengan lembut.
"Yaudah ayo beli alatnya sekarang juga!" ucap Fiona tak sabaran.
"Gak sekarang, Sayang. Besok Mas pastikan alat untuk buat harum manisnya udah datang ke rumah. Sekarang beli dulu harum manisnya ya!" ujar Akbar dengan lembut.
"Iya deh!" ujar Fiona yang ngambeknya sudah menghilang.
Bahkan sekarang dengan manjanya Fiona memeluk lengan Akbar saat mereka berjalan ke tempat penjualan harum manis. Lucu sekali istrinya ini dan Akbar tambah gemas dengan Fiona
Tanpa di ketahui oleh keduanya ada seseorang yang menatap kesal dengan keromantisan keduanya sejak tadi. tangan orang tersebut terkepal dengan erat, ia sudah rela memgintai dan mengikuti kemana pun keduanya pergi. Tetapi yang ia dapat malah rasa kesal yang membuat hatinya panas.
"Kali ini aku biarkan kamu bahagia, Fio. Tapi besok aku pastikan kamu akan pergi dari kehidupan mas Akbar. Karena mas Akbar hanya milikku sampai kapan pun!"
__ADS_1
Tak berselang lama. Aurel yang sejak tadi mengikuti keduanya akhirnya menelpon seseorang.
"Sudah saya kirimkan foto wanita bodoh itu di ponsel kalian. Kerjakan sesuai apa yang saya perintahkan!" ujar Aurel dengan nada tajam.