Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda
Bab 213 (Pernikahan Delisha & Ikbal)


__ADS_3

...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...Happy reading...


***


4 bulan kemudian...


Hari ini adalah hari bahagia bagi Delisha dan juga Ikbal. Pasalnya keduanya akan melangsungkan pernikahan terlebih dahulu sebelum pesta pernikahan mereka akan di gelar.


Bukan tanpa alasan Ikbal ingin menikahi Delisha di usia muda. Banyak alasan yang membuat Ikbal ingin segera menikahi kekasihnya dan yang paling utama adalah ingin menjaga dan menemani Delisha sepanjang waktu.


Pesta pernikahan keduanya akan di gelar setelah Delisha selesai sekolah dan itu terjadi beberapa bulan lagi berbarengan dengan pesta pernikahan Dareel dan Mikaela. Kedua belah pihak keluarga yaitu keluarga Mahendra dan keluarga Al-Ghifari sudah berunding bagaimana konsep pesta pernikahan anak mereka yang jelas memakan biaya yang sangat fantastis sekali karena Delisha mempunyai impian menikah bak seperti pangeran dan putri dan tentu saja Mikaela juga sangat menginginkan pernikahan itu, tetapi wanita itu sadar diri karena Mikaela berasal dari kalangan bukan orang berada, tetapi Dareel selalu membuat Mikaela percaya diri agar istrinya itu tidak selalu merendahkan diri di hadapan keluarganya karena Mikaela sudah menjadi bagian keluarga Mahendra dan Mikaela pantas mendapatkan kemewahan yang Dareel berikan. Namun, terkadang Mikaela menolak karena ia merasa barang mewah tersebut tidak berguna untuk dirinya yang membuat Dareel mempunyai ide agar sang istri membuka toko pakaian, tas, kosmetik dan yang lainnya agar ketika Dareel sibuk dengan pekerjaannya Mikaela mempunyai kesibukan agar tidak bosan berada di rumah.


Fiona terharu saat menatap anak bungsunya sudah memakai pakaian pengantin dan sudah di rias dengan MUA yang profesional. Fiona ingin yang terbaik untuk anak kesayangannya yang akan menikah dengan Ikbal sebentar lagi.


"Cantik banget anak Mami!" ujar Fiona dengan terharu.


Delisha tersenyum manis menatap ke arah mamanya. "Delisha sudah kayak putri belum, Mi?" tanya Delisha dengan menahan tangisannya.


"Sudah, Sayang. Mama pangling sama kamu," ujar Fiona dengan tersenyum.


Akbar dan ketiga anaknya masuk ingin melihat bagaimana Delisha saat menjadi pengantin karena Delisha sudah selesai di rias.


"Oo lihatlah princess Mahendra sangat terlihat cantik sekali," ujar Akbar langsung memeluk anaknya.


Delisha tersenyum bahagia memeluk papinya. Bergantian dengan ketiga kakaknya.


"Cantik banget sih? Gak rela banget kasih ke Ikbal," gumam Danish yang membuat semuanya tersenyum.


"Nanti Kakak juga bakal dapat yang cantik seperti Delisha," ujar Delisha yang membuat Danish terkekeh karena ia jadi mengingat Keisya.


"Kakak jangan sedih terus Naura pasti ketemu," bisik Delisha di telinga Daniel karena 4 bulan ini mereka kehilangan kontak Naura.

__ADS_1


Nomor ponsel Naura sudah tidak aktif sejak lama dan Daniel seakan sudah tidak peduli lagi dengan Naura, rasa kecewanya membuat Daniel seakan tak peduli lagi dengan kabar Naura.


"Jangan bahas dia. Kakak sudah melupakan dia," sahut Daniel dengan tersenyum.


"Sebentar lagi mau jadi istri," ujar Dareel dengan tersenyum.


"Biar bisa bertukar pikiran sama kak Mikaela. Lihat istri Kakak cantik sekali, kan?" ujar Delisha yang menatap kakak iparnya yang baru saja selesai di make up.


"Dia memang sangat cantik sekali," puji Dareel menatap istrinya dengan penuh cinta yang membuat Mikaela tersipu malu.


Dareel mendekati istrinya lalu memeluk Mikaela dari samping. "Semakin cantik Moci!" gumam Dareel yang membuat Mikaela tersipu.


"Makasih, Mas! Mas juga tampan," ujar Mikaela yang membuat Dareel terkekeh.


"Ayo kita ke bawah keluarga Ikbal sudah datang," ujar Akbar yang membuat semua mengangguk.


Dareel mengalah saat kedua kakaknya mengapit lengan Delisha di kanan dan kiri. Dareel menggenggam tangan Mikaela, akhir-akhir ini Mikaela tampak lebih berisi dari pada sebelumnya.


***


Claudia tampak tersenyum bahagia menatap Delisha yang sebentar lagi akan menjadi menantu kesayangannya, sebab hasil USG anak keduanya tetap berjenis kelamin laki-laki.


"Mas, aku mau Delisha elus perut aku!" ujar Claudia dengan mata yang berbinar.


"Iya nanti ya. Selesai mereka akad," ujar Tomi mengelus perut istrinya dengan lembut.


"Adek mau nyapa kakak ipar kamu ya?" tanya Tomi dengan terkekeh.


Claudia mengangguk dengan tersenyum. "Iya, Papa. Kak Delisha sangat cantik sekali," ujar Claudia menirukan suara anak kecil yang membuat Tomi terkekeh.


"Sabar ya, Sayang!" gumam Tomi.


"Iya, Mas!"

__ADS_1


Delisha duduk di sebelah Ikbal dengan lelaki itu yang masih terpesona dengan kecantikan Delisha. Ikbal tersenyum karena Delisha begitu menghipnotis dirinya.


"Mas pangling, Sayang! Mas pikir bidadari surga lewat," ujar Ikbal berbisik yang membuat Delisha tersipu malu.


"Iya harus dong, Mas. Delisha kan sebentar lagi akan menikah dengan pangeran," ujar Delisha yang membuat Ikbal terkekeh.


Ikbal masih tak percaya jika ia dan Delisha sebentar lagi akan menjadi pasangan suami istri.


"Bisa kita mulai?" tanya penghulu dengan tegas.


"Tentu saja bisa, Pak!" ujar Ikbal dengan tegas dan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya padahal biasanya Ikbal tak pernah tersenyum dengan orang lain terkecuali Delisha dan keluarganya tapi kali ini berbeda karena Ikbal sedang merasa bahagia.


Ikbal mulai menjabat tangan Akbar dengan kuat. Keduanya saling menatap satu sama lain seperti Akbar memperingati Ikbal jika tidak boleh menyakiti sang anak dan dibalas dengan anggukan tegas dari Ikbal. Tak lama suara ijab kabul sudah terdengar dari Akbar maupun Ikbal, hingga suara sah menggema di rumah mewah milik Akbar tersebut.


Tentang mahar? Ikbal dan orang tua Ikbal tidak main-main memberikan mahar untuk Delisha. Ada jet pribadi yang Delisha inginkan saat melihat Dareel dan Mikaela waktu itu dan juga berupa uang yang nilainya tidak kecil, serta perhiasan mewah dan tak lupa rumah yang Ikbal beli untuk keluarga kecilnya nanti walau untuk waktu dekat mereka belum menempatinya.


Ikbal dan Delisha menghela napas dengan lega saat ijab kabul selesai dan suara sah menggema di telinga mereka, sangking harunya membuat Fiona bahkan yang lainnya menangis karena harus melepas anak yang sangat mereka sayangi.


Ikbal dan Delisha saling memasangkan cincin dengan senyum yang amat bahagia dan tak lupa Ikbal mengecup kening Delisha dengan lembut.


"I love you istriku!"


"I love you Mas Suami!"


Keduanya tampak tersenyum bahagia menularkan kebahagiaan untuk semua orang yang hadir menyaksikan pernikahan sederhana mereka sebelum acara yang sangat mewah akan di gelar oleh keduanya.


Tetapi ada satu orang yang menatap Delisha dengan penuh penyesalan. Ya, dia adalah Zayyen lelaki yang dulu sangat Delisha cintai kini dibenci oleh Delisha karena perbuatan dirinya sendiri.


Zayyen tak mempunyai keberanian untuk mendekati Delisha dan juga Ikbal, ia hanya menyaksikan pernikahan Delisha dari jauh dengan hati yang teramat sakit.


"Kini aku sudah benar-benar kehilangan seseorang yang dulu sangat mencintaiku. Andai waktu bisa diulang maka aku tidak akan menyia-nyiakan Delisha," gumam Zayyen dengan lirih.


"Selamat bahagia Delisha. Izinkan diriku tetap mencintaimu sampai aku menutup mata!"

__ADS_1


__ADS_2